Magical Flower

Magical Flower
BAB 79 - Ramuan Pelupa Cinta (Part 14 - End)


__ADS_3

Sudah seminggu dan akhirnya Mario sadar dari tidurnya. Kepalanya yang teramat pusing membuatnya harus puas hanya dengan kembali tiduran. Pikirannya melayang tapi kosong, tidak ada apapun.


"Mario..." Lia menghampiri dan melihat putra satu-satunya itu sudah sadar dan segera memanggil dokter yang selalu stanby di sana.


"Semuanya baik nyonya, Tuan Mario hanya pusing karena terlalu lama tidur. Nanti juga akan pulih sendirinya." Ujar dokter itu.


"Mario kenapa ma? Kok rasanya aneh tidak ingat apapun." Tanya Mario pada Lia dan tentu dia sudah menyiapkan semua jawabannya yang dia karang bersama Celine.


"Kamu kecelakaan, jatuh dari lantai 2 ruang kerjamu di balkon karena ingin menangkap ponselmu yang jatuh dan tidak hati-hati." Ucap Lia dan memang ponsel Mario sudah dia musnahkan agar tidak tertinggal apapun.


"Hah.. aku begitu ceroboh, tapi kenapa tidak ingat apapun. Terasa kosong, apalagi disini." Mario menyentuh dadanya, seperti ada yang hilang tapi dia tidak tau apa itu.


"Sudahlah.. mungkin karena kau terlalu lama tidur, sekarang makan dulu ya.." Lia mengambil mangkok berisikan bubur saat pelayan masuk menghampirinya.


Mario makan dengan lahap karena dia memang merasakan lapar, tertidur lama juga sangat melelahkan dan dia kembali tidur saat selesai makan.


Seluruh karyawan, pelayan, teman dan kolega bisnis sudah di beritahu kalau Mario kecelakaan dan hilang ingatan sebagian dan mereka dilarang bertanya apapun. Begitu juga teman-temannya. Untung saja nama Celine hanya di ketahui sebagai salah satu mantan sekretaris yang telah resign sehingga mudah dilupakan oleh orang-orang.


Begitu juga Mario yang telah melupakan Celine dan Jade, dia bahkan tidak tau mereka siapa sewaktu Lia dengan sengaja berbicara dengan salah satu pelayannya dan menyebutkan Jade dan Celine.


.


.


.


"Ma.. Mario akan ke pesta malam ini, anaknya Mr. Laurent menikah dengan orang sini, mama mau ikut?" Tanya Mario pada Lia.


"Lah.. mama sudah ada janji. Bukannya bilang dari kemarin."

__ADS_1


"Maaf ma lupa. Ya sudah Mario pergi sendiri saja."


"Baiklah, hati-hati dan jangan mabuk."


"Iya ma.."


Malam harinya Mario telah bersiap dengan kostum serba hitam dia menyetir sendiri. Setengah jam saja, dia sudah sampai di sebuah hotel mewah dan memberikan kunci mobilnya pada petugas disana karena dia malas untuk parkir ke dalam gedung dan memilih valley.


Dengan santai Mario melangkah masuk dan menyapa koleganya Mr. Laurent yang sedang bahagia, putranya telah menikah. Selesai berbasa-basi dengan semua orang yang dia kenal, Mario permisi untuk mengambil minuman tapi saat dia berbalik malah menyenggol seseorang.


"Ah maaf nona, aku telah mengotori gaunmu." Ucap Mario ramah.


"Ah.. tidak apa-apa." Ucap gadis yang di senggolnya.


"Ini ambil lah.. untung gaunmu warna hitam nona, sekali lagi aku minta maaf." Ucap Mario lagi dan gadis itu hanya tersenyum memandang wajah tampan Mario.


"Mario.. kau terlihat baik-baik saja dan tidak mengenalku." Gumam Celine pelan setelah Merio pergi meninggalkannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mario sedang berjalan sendirian pagi itu dengan menggeret koper kecilnya, dia akan berangkat ke negeri tetangga untuk urusan bisnis. Mario memang lebih suka sendirian meskipun ada beberapa sekretaris yang bisa dia ajak.


"Hai nona.. kita ketemu lagi." Sapa Mario saat melihat Celine sedang minum kopi sendirian di salah satu restoran di bandara.


"Halo tuan, senang bertemu denganmu." Jawab Celine lalu mempersilakan Mario duduk.


"Terima kasih, jadinya aku punya teman. Namaku Mario, anda?"


"Celine." Jawabnya cepat.

__ADS_1


Mereka mengobrol lumayan lama karena pesawat mereka delay dan mereka akan berada di pesawat yang sama. Celine tampak bahagia, begitu juga dengan Mario yang sangat nyaman dan obrolan apa saja terasa nyambung dengan Celine.


"Aku merasa sudah mengenalmu lama Celine, kau begitu menyenangkan." Puji Mario dan Celine hanya tersenyum tidak merespon apapun.


Akhirnya pembicaraan mereka harus berakhir saat nama mereka di panggil. Mereka tertawa bersama, melihat betapa konyolnya mereka karena lupa harus segera naik ke pesawat.


"Ini kesempatanku, Mario.. aku tidak akan melepaskanmu lagi. Aku janji kali ini kita akan bersama." Ucap Celine pelan setelah Mario berjalan beberapa langkah di depannya.


"Cepatlah Celine.. " Ucap Mario lalu menggandeng Celine agar jalannya lebih cepat lagi. Mario sangat senang dapat menyentuh tangan gadis cantik ini yang membuatnya begitu nyaman.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain pada waktu yang sama, Flo sedang mengantar bunga pesanan Florian di restorannya karena sekalian dia ingin membicarakan sesuatu pada pria itu.


"Florian.. kemarin Petunia menemuiku dan meminta kita kembali. Ada apa ya kira-kira?" Tanya Flo pada Florian yang sedang memakan sarapannya.


"Mana ku tau Flo, nanti kita temui dia bersama." Jawab Florian dengan cuek.


"Trus apa yang terjadi dengan Mario dan Celine ya?" Tanya Flo lagi.


"Mereka sedang ada di pesawat yang sama pagi ini. Tenang lah mereka itu memang berjodoh." Jawab Florian lagi.


"Kau terlihat yakin." Sahut Flo sedikit ragu dengan perkataan Florian.


"Tadi Celine mengirim pesan, dan memang aku melihat ada benang merah terhubung pada mereka berdua." Jawab Florian dan akhirnya Flo mengerti karena memang Florian mempunyai kekuatan yang tidak ada batasannya, semua dia bisa keculai berbicara pada tanaman, karena itu hanya dimiliki peri bunga.

__ADS_1


~Ramuan Pelupa Cinta~ (Celine - Mario) - END


TBC~


__ADS_2