Magical Flower

Magical Flower
BAB 80 - Flashback Hukuman Flora 1


__ADS_3

Flo dan Florian masih duduk santai menikmati sarapan mereka, sesekali Flo menghela nafas berat memikirkan apa yang akan di bicarakan oleh Petunia.


"Apa ini saatnya aku kembali kesana?" Tanya Flo dengan nada lirih.


"Tidak tau juga, seharusnya tidak secepat ini." Jawab Florian yang juga bingung karena seharusnya Petunia akan menunggu kabar darinya.


"Baiklah aku akan menemui Imel, aku mau titipkan toko padanya dulu. Aku merasa akan sangat lama disana, sebaiknya aku bersiap." Flo kemudian berdiri sambil menatap pada Florian yang juga menatapnya.


"Baiklah aku tunggu.." Ujar Florian dan Flo meninggalkan restorannya. Tidak seperti Flo yang harus mengurus semuanya saat ini, Florian sudah mempunyai orang kepercayaan yang siap sedia bila dirinya tiba-tiba menghilang atau pergi dalam waktu lama.


.


.


"Ada apa Flo? Tiba-tiba memanggil kami?" Tanya Imel yang sedikit cemas setelah melihat raut wajah Flo yang tidak seperti biasanya. Imel di temani Fano duduk di salah satu ruang VIP sebuah restoran siang itu.


"Aku ingin titip Magical Flower Mel.. kemungkinan aku akan lama kembali ke dunia asalku, tadi malam Petunia datang memanggilku kembali. Mungkin inilah saatnya." Ujar Flo dengan wajah sendunya.


"Kenapa tiba-tiba, lalu hukumanmu sudah selesai?" Tanya Imel yang juga sedikit panik, pasalnya Flo adalah satu-satunya teman Imel.


"Belum, masih sangat banyak dan Petunia ingin aku menyelesaikan misi. Sekali saja dan hukumanku selesai." Jawab Flo lagi dan kini Fano lah yang bingung.


"Hukuman apa? Apa maksudnya ini?" Tanya Fano yang memang masih belum tau banyak tentang Flo.


"Ini saatnya aku ceritakan kesalahanku."


.


.


.


\==Flashback==

__ADS_1


Flora masih tidur di dalam rumah pohonnya yang sangat nyaman, dia malas beraktivitas hari ini karena ini hari liburnya. Tapi karena bosan, siang harinya dia malah bepergian sendiri di daerah hutan terlarang. Hutan itu sering didatangi oleh manusia dan para peri tidak boleh kesana, mendekat saja dilarang apalagi masuk.


Tapi bukan Flora namanya jika tidak membangkang dan ingin tau segala hal. Dia sudah berkali-kali masuk dan bermain disana bersama beberapa kupu-kupu dan berbincang dengan temannya beberapa jenis bunga.


"Loh.. putri datang lagi.. baru tadi pagi dia kesini." Ujar si anggrek yang tumbuh liar di salah satu pohon disana.


"Putri? Siapa?" Flo terbang keatas dan melihat kearah yang di tunjuk anggrek ungu itu.


"Wah cantiknya putri.. dari mana manusia itu?" Tanya Flo lagi dengan tingkat keingintahuannya yang semakin tinggi.


"Dia Putri kerajaan negri ini, terkenal sangat cantik, pintar, ramah dan baik hati. Putri kesayangan Raja dan dia akan segera menikah beberapa bulan lagi. Tapi sayang, dia tidak mencintai tunangannya dan malah mencintai seorang pedagang dan warga biasa. Lihatlah betapa mereka sangat bahagia." Jelas Anggrek dan Flora sangat antusias mendengar cerita tentang putri itu.


Perlahan Flo terbang mendekat secara sembunyi-sembunyi, memang tubuhnya kecil seukuran kupu-kupu dewasa tapi tetap bisa terlihat oleh mata manusia. Jadinya dia sembunyi di semak terdekat putri dan kekasihnya itu.


Sepanjang hari Flo ada di hutan dan dia kembali menjelang petang langsung ke dalam rumah pohonnya. Dia mengingat kembali pembicaraan putri Elditia dengan pacarnya Berry yang adalah pedagang kain di pasar. Lumayan kaya tapi bukan bangsawan sehingga putri Elditia pastinya tidak bisa bersamanya. Flo sangat sedih mendengar pembicaraan mereka.


Elditia akan menikah dengan pangeran dari negeri tetangga, Kerajaan Elditia hanya memiliki 1 orang putri yang akan di nikahkan dengan pangeran ke 2 dari kerajaan seberang. Dua kerajaan ini berada di kanan dan kiri hutan peri, jika di bayangkan hutan peri ini berada di tengah dua kerajaan yang memisahkan mereka.


"Huh.. kenapa harus ada perjodohan seperti ini. Kasihan kan 2 manusia yang saling cinta itu."


"Ah lelah..." Keluh Flo lalu duduk di salah satu bunga yang baru saja dia tumbuhkan.


"Ayo Flo sedikit lagi kita bisa istirahat." Ucap salah satu teman perinya disana.


"Ah iya, harus cepat karena aku penasaran pada pangeran kedua yang akan menikah dengan Elditia." Ucap Flo dalam hati dan dengan semangat dia mengerjakan bagiannya dan dengan cepat pergi untuk istirahat.


Flo malah terbang jauh ke arah kerajaan yang memang paling dekat di padang rumput yang Flo dan teman-temannya bertugas. Dengan mencuri dengar dari pengawal ataupun pelayan Flo tau yang mana pangeran kedua itu.


Flo mengintip di jendela sebuah kamar mewah nan megah, disana ada seorang pria tampan tapi ketampanannya memudar karena sedang memarahi pelayan.


"Ck.. pangeran ini sangat pemarah, tidak cocok dengan Elditia yang lemah lembut dan baik. Percuma tampan tapi perilaku dan sikapnya begitu." Flo menggerutu saat mengintip sesaat disana. Dia langsung pergi karena tidak suka dengan pangeran Lawrence yang menurutnya pemarah.


Yang Flo tidak tau adalah, Lawrence memang sedang marah karena pelayannya yang membuat kesalahan fatal karena menghilangkan surat penting yang merupakan perjanjian dengan orang yang sangat perpengaruh di kerajaan itu.

__ADS_1


\==Flasback End==


"Lalu?" Tanya Imel yang mulai penasaran.


"Lalu aku menolong putri itu untuk kabur bersama pacarnya di hari pernikahannya dengan pangeran kedua itu." Ucap Flo.


"Wah karna itu?" Tanya Fano lagi.


"Iya dan kata ratu peri itu fatal makanya aku di hukum. Karena putri dan pangeran kedua itu sudah di takdirkan bersama tapi aku malah mengacaukannya." Flo menghela nafasnya dan sedikit menyesal atas perbuatannya dulu, menyebabkan Petunia sangat marah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Flo sudah bersama Florian menghadap Petunia di dunia peri, dia juga telah berpesan pada Imel untuk tetap menjaga Magical Flower dan menitipkan semuanya. Karena Flo juga baik-baik saja maka bunga disana juga segar meskipun dia tidak disana.


.


.


"Flo.. aku akan menceritakan segala yang belum kau ketahui selama ini dan seberapa fatal perbuatanmu dulu. Setelah mendengarnya kami berharap kau bisa memperbaiki semuanya untuk kelangsungan hidup dunia peri." Ucap Petunia yang membuat Flo sedikit gemetaran.


"Apakah se fatal itu akibat perbuatanku dulu?" Batin Flo dan dia mengangguk, FLo tidak akan membantah lagi karena melihat keseriusan Petunia dan para ajudannya.


Petunia mulai ceritakan semuanya pada Flo, bermula dari beberapa ratus tahun lalu.


~Cerita di mulai~


Petunia sedang mendatangi peri penjaga hutan yang sedang sekarat di suatu tempat tersembunyi di dalam hutan. Sudah lebih dari 600 tahun peri itu bertahan hanya dengan air murni yang ada di hutan itu.


"Ratu.. ini sudah hampir batas waktunya, jika peri penjaga tiada maka kerajaan Admon akan hilang dari dunia ini. Apakah perjanjian itu tidak bisa di batalkan?" Tanya ajudan dari Ratu Peri Petunia bernama Bud.


"Tidak Bud, perjanjian itu tetap harus berjalan, Raja pertama Admon sudah berjanji akan menyerahkan darah keturunan ke 8 pada peri kegelapan agar mereka terlepas dari kutukan itu. Kita harus tetap melaksanakan pernikahan antara pangeran kerajaan Admon dan putri tunggal kerajaan Roswald." Jelas Petunia yang sudah entah ke berapa kalinya tetapi Bud tetap sangat ingin perjanjian itu bisa di batalkan namun sangat sulit karena 1 kekuatan peri kegelapan tidak sebanding dengan 10 peri biasa.


"Apakah tidak ada cara lain?" Tanya Bud lagi karena dia tau dan semua peri dengan pangkat tinggi juga tau kalau putri kerajaan Roswald sangat menentang perjodohan ini.

__ADS_1


"Jika ingin memusnahkan peri kegelapan maka harus mengorbankan seorang peri hebat untuk menikah dengan manusia yang juga hebat. Tapi belum ada peri seperti itu kecuali aku sendiri." Jawab Petunia dan Bud sangat menyayangkan itu. Seorang peri hebat hanya akan lahir 1000 tahun sekali dan itu sangat langka karena peri itu adalah kandidat utama pengganti ratu peri nantinya. Bahkan kelahiran peri hebat juga masih menjadi misteri, yang hanya di ketahui oleh ratu itu sendiri.


TBC~


__ADS_2