
"Nana.. Naa... tologin Na.." Asmi teman sekelasnya di kampus terus menggedor pintu kamar kost Wina dengan keras membuatnya dengan tergersa-gesa membuakan pintu itu.
"Ada apa Mi, kamu kenapa panik begitu?" Tanya Wina dengan wajah cemasnya.
"Pinjam toilet, aku mau pup.. Si Rima lama banget dari tadi." Asmi langsung masuk dan berlari ke dalam toilet dan Wina hanya bisa menggeleng pelan dan tersenyum. Rutinitas pagi yang sering terjadi saat dia ingin pergi ke kampus.
"Ahh lega.. udah mau pergi?" Tanya Asmi pada Wina yang sudah rapi.
"Iya, kan hari ini kita terakhir dan harus pergi magang besok, kau lupa?" Jawab Wina lalu Asmi menepuk jidatnya, "Astaga! Aku lupaaa....!" Pekik Asmi lalu segera pergi dari kamar Wina untuk kembali ke kamarnya.
Wina menungu ojol yang telah dia pesan dari aplikasinya, setelah datang dia diantarkan ke kampus yang hanya berjarak 2km dari kostnya, sebenarnya Wina bisa saja berjalan kaki tapi dia tetap memikirkan kesehatannya yang memang sedang menurun mungkin karena kelelahan.
Setelah selesaikan urusannya dengan pihak kampus yang hanya setengah jam saja, Wina kembali ke kostnya dan harus segera packing untuk ke Medan besok bersama Asmi dan Rima teman sekelasnya dan tetangga kostnya. Mereka berjumlah 8 orang yang bertugas magang di salah satu perusahaan di Sumatera Utara dan diharuskan ke daerah Berastagi ke salah satu perusahaan air minum disana.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"AAHHHH Akhirnya kita di Medan gengs.." Teriak Asmi yang memang paling berisik. Setelah dari bandara mereka langsung diantar ke daerah berastagi yang memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan bus.
"Wow.. dingin yah, lebih dari bandung nih.." Ucap salah satu teman mereka. Wina menghirup dalam udara sejuk disana karena mereka ditempatkan di salah satu villa dekat dengan perkampungan yang masih asri dan ditengah hutan yang sama sekali tidak seram malah terlihat asri dengan rumah yang tidak begitu ramai.
"Eh.. kan kita kerjanya baru 2hari lagi, main yuk.." Ajak salah satunya lagi dan mereka bukannya istirahat malah bermain di kota yang sejuk itu.
Sebulan berlalu dan 3 hari lagi mereka akan kembali ke Jakarta dulu untuk istirahat lagi baru kembali ke Bandung melanjutkan kuliah.
"Kita ke Danau Toba aja yuk.." Ajak Rima yang sudah ingin sekali melihat Danau Toba yang katanya sangat luas dan indah.
"Aku ikut.." Sahut Wina karena dia juga sangat senang melihat pemandangan alam.
"Aku juga deh.. daripada rebahan terooss.." Sambung Asmi dan mereka sepakat ke Danau Toba tetapi hanya ber3 karena yang lain memilih main saja di daerah sana. Dan kabar baiknnya salah satu mobil yang dipinjamkan ke mereka masih bisa menemani sampai 3 hari kedepan dan mereka ber3 lah yang akan menggunakannya, hanya isi bensin dan memberikan sedikit ongkos pada pak supir mereka siap berangkat.
"Gila yah Na.. ini danau indah banget, pengen deh lama-lama disini." Kata Rima yang begitu antusianya.
"Iya.. tenang banget dan di sini banyak bunga..aku suka banget nih." Jawab Wina senang melihat bunga-bunga yang indah di taman yang mereka datangi, mereka bisa melihat danau yang luas itu dari atas dan sangat menenangkan hati.
Setelah selesai menikmati pemandangan alam, mereka bertiga memutuskan untuk turun ke bawah ingin menyentuh air danau itu, tetapi perjalanan masih panjang untuk kebawah sana.
__ADS_1
"Na.. cepet dong.. nanti keburu sore.." Teriak Asmi yang begitu tidak sabaran padahal Wina juga lama karena dia minta dibeliin minum. Wina berjalan santai menuju parkiran dan tidak sengaja dia hampir di tabrak oleh sebuah mobil dan saat dia melihat siapa yang turun dari mobil itu.. Wina menjatuhkan semua belanjaannya.
"Ya ampun Na.. kok jatuh semua?" Asmi menghampiri dan Wina masih diam tak bergerak, matanya terus saja mengikuti arah pria setengah baya yang turun dari mobil yang hempir menabraknya tadi.
"Papa... PAPA!" Teriak Wina pada pria itu tapi pria itu hanya menoleh dan berlalu begitu saja sambil menggandeng seorang wanita muda di sampingnya.
"Na.. itu om Bagas kan papamu?" Tanya Asmi dan saat itu juga airmata Wina jatuh tak terbendung. Asmi yang tau kisah keluarga Wina langsung menuntunnya masuk ke mobil dan rencana hari ini mereka batalkan.
Sejak kembali dari Danau Toba, Wina terus melamun dan wajahnya sangat sendu, sejak dia baru masuk SMA Bagas sudah pergi meninggalkan mereka, Mama Wati, kakak Bayu dan Wina, mereka ditinggalkan tanpa sepatah katapun dan Bagas menghilang begitu saja. Untuk menyambung hidup, Wati berjualan kue kering dan bolu, atau apapun yang bisa dia buat untuk dijual, untuk sekolah dan kuliah 2 anaknya. Beruntung Wati mempunyai 2 anak yang patuh dan tidak menuntut hingga Bayu bisa lulus kuliah dan kini Wina pun akan lulus beberapa bulan lagi. Rumah mereka yang awalnya di dalam komplek meskipun tidak besar, hanya rumah sederhana yang di kontrak kini harus pindah ke lokasi padat penduduk dan di gang kecil tapi mereka tetap bertahan dan saling mendukung.
"Gila yah om Bagas dipanggil cuma noleh trus berasa gak kenal sama anak sendiri. Kasian Wina.." Bisik Asmi yang melihat Wina terus saja melamun.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
6 bulan berlalu
Wina dan teman-temannya sedang mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah Asmi dan mengadakan BBQ bersama. Tadi pagi mereka sudah merayakan kelulusan dan malam ini adalah waktu mereka bersama untuk melangkah kedepan, menyongsong masa depan yang mereka sendiri belum tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
.
.
"Iya ma.. lumayan gaji dan bonusnya, belum lagi lemburannya." Jawab Wina dan dia tetap fokus.
"Baguslah.. jangan lupa nabung ya."
"Sip mama..."
Hari pertama kerja, Wina begitu terkejut melihat Asmi dan Rima juga ada disana, memang 2 bulan semenjak BBQ di rumah Asmi mereka tidak saling mengabari, janji mereka adalah akan mengabari begitu mereka masing-masing telah mendapatkan gaji pertama dan akan saling traktir.
"Ahhhh kita ternyata kumpul disini lagi ya... senengnyaaa." Teriak Asmi tapi mereka segera mengecilkan volume suara agar tidak mengganggu yang lainnya.
kantor stratup yang sangat terkenal ini mempunyai sift kerja 24jam dan meskipun 3 sahabat itu bekerja di perusahaan yang sama tapi mereka tetap terpisah. Wina dan Asmi masih 1 tim, tapi Rima terpisah ke tim yang lain dan sangat sulit untuk bertemu. Bahkan Wina dan Asmi hanya bertemu 5 hari dalam sebulan dengan waktu full, sisanya paling hanya 2 atau 3 jam sehari.
Libur? Jangan berharap, Wina mendapat libur kamis dan Jumat, dengan lebih banyak masuk siang sampai malam, sedangkan Asmi libur di hari Senin dan Selasa dengan masuk pagi, sangat pagi yaitu jam 6 pagi. Sedangkan Rima di tim lain mendapat libur Minggu dan Senin yah masih ada 1 hari bisa berkumpul dengan Asmi.
__ADS_1
"Gengs.. sudah dapat gaji pertama kan? Siapa duluan nih yang traktir?" tanya Wina dan mereka sepakat untuk suit dan bulan ini adalah Asmi yang pertama kali traktir. Akhirnya mereka mencocokkan waktu untuk dapat hang out bersama di hari senin malam karena pas Wina masuk pagi dan sorenya bisa ikut.
"Ayo kita makan dan nontoooonnnn..." Teriak Asmi begitu mereka keluar dari gedung kantor. Mereka bertiga kompak menggunakan angkutan umum meskipun Asmi membawa motor tapi tidak mungkin dia membawa 2 orang kekaligus.
"Eh.. kita berhenti di halte XXX dulu ya.. mau ke komplek dekat halte itu, beli bunga." Ucap Wina pada 2 sahabatnya.
"Oh Magical Flower kan? Aku pernah kesana." Jawab Asmi.
"Mau beli bunga apa?" tanya Rima penasaran.
"Ada pesenan kue dan langganan mama minta sekalian buatin rangkaian bunganya gitu, kan aku bingung yah mau buat gimana dan aku cek di IG nya Magical Flower tuh ada banyak buket bunga cantik dan harganya juga murah, sesuai lah sama kantong." Jelas Wina dan mereka mengangguk paham. Hanya 10 menit mereka turun dan jalan kaki sekitar 200 meter sudah menemukan toko itu.
"Ada cafenya juga, makan disini aja gimana gengs?" tanya Rima yang mengintip aja banner diskon dengan kartu kredit tertentu dan kebetulan dia tau Asmi punya kartu itu.
"Boleh, kayanya juga menarik menunya." Jawab Wina.
"Selamat sore, ada yang bisa dibantu?" Sapa Flo begitu 3 gadis manis ini masuk.
"Mba saya mau cari bunga seperti ini." Ucap Wina memberikan foto dari ponselnya ke Flo.
"Oh ada, mau di rangkai begini juga?" Tanya Flo pada Wina.
"Kalau di rangkai harganya berapa dan kalau bunganya aja berapa?"
"Ini mba daftar harganya."
Wina melihat daftar yang di berikan FLo dan berpikir sejenak.. "Rangkai aja mba.. takutnya saya gak bisa hehe.."
"Baik, ditunggu ya.."
"Kami mau makan dulu mba, nanti balik lagi ya.." Ucap Wina sambil menunjuk ke sebelah dan FLo mengangguk sambil tersenyum.
"Yuk gengs.. " Ajak Wina yang sudah selesai transaksinya, kini mereka bertiga duduk di salah satu pojok cafe dan menikmati makanan yang telah mereka pesan.
TBC~
__ADS_1