
"Kau.. akan aku hancurkan kalian semua!" Hardik Mario saat pria itu buru-buru keluar dari toko dan kembali ke mobilnya. Sednagkan Mario yang masih emosi juga keluar dan tidak jadi memesan apapun di Magical Flower dan Flo yang melihat itu langsung mengetuk pot Lion 2 kali.
"Sepertinya hubungan mereka buruk dan kejadian kecelakaan juga, sepertinya ada sesuatu." Gumam Flo pelan setelah semua telah tenang kembali. Sementara Lion mengikuti Mario karena tidak sempat mengikuti pria itu yang telah masuk ke mobilnya sebelum kelopak halus Lion mencapainya.
.
.
"Flo, dengar!" Suara Lion terdengar dan Flo langsung kembali ke tempat duduknya sambil mendengarkan dengan mengerjakan hal lainnya.
"Aku udah di kantor Mario ini dan dia sedang ngamuk karena ketemu orang tadi yang ternyata pacar dari pacarnya yang meninggal itu. Mario baru tau beberapa waktu lalu dan kebetulan ketemu di toko tadi. Sekarang wanita yang sering datang beli bunga bersamanya sedang tenangin Mario tapi dia nya malah semakin emosi." Jelas Lion dan Flo masih tidak terlalu paham keadaan sebenarnya akan hubungan Mario dan beberapa orang yang di sekelilingnya.
"Baiklah, pantau saja dulu Lion." Bisik Flo pelan.
Sementara di tempat Mario, dia sedang menghubungi seseorang untuk memindahkan makan Jade dan menyuruh keluarga Jade yang memakamkannya di tempat lain, karena Mario memakamkan Jade di makam area keluarga mereka yang terkenal sangat mewah dan mahal. Mario tidak mau tau, makam itu harus pindah dalam kurun waktu 24 jam.
"Mario! Jangan begini, kasihan Jade, dia sudah tidak ada dan kau semakin kejam!" Bentak Celine tetapi Mario tetap dengan pendiriannya.
"Aku tidak bisa Cel, dia penghianat. Aku begitu mencintainya dan memberikan segalanya tapi dibalik kepolosan dan keluguannya ternyata dia penghianat." Ujar Mario dengan menggeram marah.
"Cintaku sudah menjadi benci, akan ku hancurkan keluarganya."
"Sudah, stop.. kau yang akan menderita Mario. Jangan hancurkan dirimu sendiri, apa yang kau dapatkan setelah mereka hancur?" Ucap Celine dengan nada lirih tapi Mario hanya diam dengan raut wajah marah dan tatapan tajam.
Mario tetap duduk di kursi kebesarannya dan Celine yang pasrah pun pergi dari ruangan itu untuk keluar menenangkan diri.
"Aku sudah tidak sanggup... Mario semakin kejam, bahkan 2 toko orang tua Jade juga sudah bangkrut dan kini dia masih belum puas." Gumam Celine pelan sambil berjalan ke arah parkiran.
Celine yang sudah sangat lelah memlih ke salah satu hotel untuk menikmati spa dan massage untuk menenangkan pikiran dan juga tubuhnya. setelah 2 jam dia sedikit rilex dan bersiap kembali ke apartemen dan hari ini dia berniat untuk membiarkan saja Mario sendirian.
__ADS_1
"Hei bocah.." Panggil seseorang dari samping Celine yang sedang berjalan santai di area lobi tapi Celine hanya berjalan melaluinya.
"Hei.. Celine kan?" Tanya pria itu setelah mengejar Celine.
"Ah om.. kenapa disini?" Tanya Celine pada Florian yang kebetulan sedang mengunjungi hotelnya.
"Ahh jangan om, panggil Florian saja." Ucap Florian dan Celine malah terkekeh lucu karena jika dihitung umur mereka memang sangat jauh.
"Harusnya malah kakek, kakek buyut?" Balas Celine sedikit menggodanya.
"Ck! Kau itu.. lagi senggang tidak? Mau ikut makan malam bersamaku?" Tanya Florian.
"Boleh.. aku juga lapar dan memang mau cari makan." Jawab Celine.
Mereka akhirnya makan malam bersama di restoran hotel dan berbagi cerita. Celine yang sudah tau kalau Florian bukan manusia juga bertanya banyak hal hingga dia juga menceritakan kesedihannya dan Mario.
"Cinta berubah jadi benci itu mengerikan. Mario itu pasti juga sangat menderita apalagi selama ini dia sangat percaya dan sayang pada Jade." Florian merespon saat Celine menceritakan semuanya.
"Ramuan pelupa cinta? Memang ada yang seperti itu?" Tanya Celine bingung.
"Dulu, tapi sudah tidak ada setelah penciptanya meninggal hampir 200 tahun lalu dan belum ada yang berhasil membuatnya lagi." Jawab Florian.
"Ternyata masih banyak hal yang belum diketahui manusia, hehehe..." Celine terkekeh kecil karena dia masih merasa aneh dengan keberadaan Florian meskipun dia percaya karena memang telah melihatnya sendiri.
Waktu remaja dia yang telah menolong Florian ketika terluka di hutan dan disanalah dia melihat semua keajaiban dunia peri dan percaya hal magic itu memang ada. Tapi sampai sekarang dia masih menyimpan baik-baik apa yang dia lihat karena sewaktu kecil Celine memang suka dengan dunia peri dan sejenisnya.
Setelah berbincang panjang, tidak terasa kalau mereka telah menghabiskan waktu hampir 3 jam hanya untuk mengobrol. Florian juga senang karena remaja yang dia anggap masih bocah waktu itu telah berubah menjadi gadis cantik dan dewasa.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
"Ferry, bagaimana?" Mario menelepon salah satu anak buahnya yang telah dia perintahkan untuk menghancurkan usaha keluarga Jade sampai mereka kembali ke kehidupan semula.
"Masih proses bos, dua hari lagi selesai." Lapor Ferry yang masih berkompromi dengan preman pasar yang akan menghancurkan toko sembako kakak tertua dari Jade.
Keluarga Jade memang bukan keluarga terpandang, hanya keluarga sederhana. Ayah Jade hanya mandor di salah satu gudang penyimpanan besi cor dan pembangunan, dengan penghasilan masih di bawah upah minimum. Sedangkan ibunya berjualan sayur matang di pasar dan harus menghidupi 3 orang anak. Jade adalah anak ke dua saat itu dan masih harus melanjutkan kuliah, sedangkan adik perempuannya juga baru masuk SMA, kakaknya yang tidak kuliah juga hanya pekerja buruh biasa di salah satu pabrik di pinggiran kota.
"Mereka telah menikmati uangku dengan begitu banyak, 4 rumah, 6 mobil, 2 toko sembako, 1 restoran, 2 toko bangunan." ucap Mario sambil melihat dan membaca laporan di tangannya. Semua bersumber dan merupakan modal dari Mario yang selalu memberikan Jade berapapun yang dia minta selama ini. Bukan soal uang, tapi Mario sangat kecewa, sedih dan marah.
Beberapa hari berlalu dan kabar kalau 2 toko sembako di pasar yang berbeda milik kakak Jade sudah hancur karena di jarah preman yang entah datang dari mana. Hancur sudah usaha kakaknya dan hanya ada tangis yang terdengar di rumah orang tua Jade saat ini.
Mereka tau kalau ini adalah perbuatan Mario yang ingin membalas sakit hatinya. Robin, pria yang di hajar oleh Mario waktu itu sudah memberitaukan pada keluarga Jade dan mereka hanya bisa pasrah. Mereka juga tidak bisa melawan seorang Mario yang punya uang dan kuasa.
"Ibu sudah bilang kan sejak dulu, jangan permainkan perasaan orang lain dan kalian selalu menganggap remeh perkataanku." Ucap Ibu yang sejak tadi menangis. Belum usai kesedihan karena kepergian Jade dan sekarang mereka harus siap kembali ke kehidupan awal sebelum mereka memiliki semuanya.
"Ini idenya Robin juga dan sekarang dia mau lepas tangan. Jade itu sudah cinta mati sama Robin dan semua perkataannya dia turuti. Kenapa adikku itu tidak cinta sama Mario saja. Meskipun dia kaya raya tapi dia bukan pria sombong, dia itu baik tapi Jade yang bodoh." Sambung Jerry yang hanya bisa duduk dan menangis. Sedangkan istri dan anaknya sementara di ungsikan ke rumah mertuanya di kampung.
Beruntung Jerry yang memang pintar sudah membeli rumah dan membuka usaha baru dengan nama adik iparnya yang belum diketahui oleh Mario.
"Ayah pasrah saja, jika Mario ingin mengambil semuanya. Tapi apakah bisa kamu jelaskan ke Mario kalau ini sepenuhnya bukan salah Jade? Dia hanya gadis bodoh yang terlalu takut di tinggalkan oleh Robin." Ayah menatap sendu pada Jerry yang sejak tadi duduk lemas tak berdaya.
"Seandainya aku tau dari dulu kalau uang yang diberikan Jade itu dari Mario dengan cara seperti itu aku tidak akan menerimanya yah.. aku tidak mau bertemu dengannya. Mau bagaimanapun kita di sisi yang salah. Kita tau Jade salah tapi mendiamkan itu yang sama saja artinya mendukungnya." Jawab Jerry.
"Baiklah, biar ayah saja. Kita kembalikan semua dan kembali ke rumah lama kita di kampung saja."
"Terserah ayah, aku juga akan ke tempat mertuaku saja menyambung usaha dengan adik ipar."
"ibu setuju dan adikmu juga tinggal 2 bulan lagi kembali ke sini. Ibu akan suruh dia cari kerja sama di sana dengan gaji yang lumayan."
"Ayah jangan lupa buku besar kita, semuanya ada disana."
__ADS_1
TBC~