Magical Flower

Magical Flower
BAB 27 - Kisah Cinta Sahabat (Part 5)


__ADS_3

[Morgan] "Bang Fano cepat balik kerumah dan antar kami ke restoran Yana, jangan reject telpon mami lagi."


[Lusia] "Cepat Fano, angkat telepon mami, abang kamu mau nikah."


[Fano] "Fano dah tau, nih lagi pulang mi.. siap-siap aja, Tatiana bawa alat makeup karena Yana ga bawa MUA nya, 10 menit lagi Fano sampe."


[Morgan] "Duh kenapa dah tu abang Dami tiba-tiba gini... ada yang tau?"


[Lusia] "Iya nih mami juga kaget, ini beneran gak si?"


[Ken] "Iya peri kecil, Dami yang telepon aku tadi. Kamu sudah selesai kan? Aku sudah mau sampai rumah."


[Lusia] "Iya kak sudah, baju kalian juga sudah semua."


[Tatiana] "Mami.. aku langsung kesana aja yah.. gak sempat kalau balik ke rumah. Fano, jumpa disana aja, aku tau alamatnya."


[Lusia] "Ya Ana, hati-hati cantik..."


[Morgan] "Kenapa gak langsung kesana aja sih mami papi masing-masing gitu."


[Lusia] "Ga bisa dong Morgan, kan orang tua mempelasi pria harus datang bersama, apa kata orang nanti."


[Morgan] "Oh iya yah... haduh kirain bang Fano duluan merid ternyata bang Dami duluan."


[Fano] "Tau nih papi lama banget pi selesaiin filmya, Fano mau nikah sama Imel pi..."


[Ken] "Sabar Fano, lagian Imel mau nikah sama kamu?


[Fano] "Mau lah, uda Fano lamar dari setengah taun lalu."


[Lusia] "Wah.. segera Fano mami mau punya mantu 2 sekaligus dan kalo bisa hamilnya barengan kaya mami sama tante Elara dulu."


[Ken] "Jangan nak... ngurus 2 wanita hamil itu merepotkan."


[Lusia] "Papi!! Kan kamu yang bikin hamil, setaun sekali.. capek tau!"


[Ken] "Hehehe tapi enak kan peri kecilku..."


[Tatiana] "Udah deh mami papi jangan gitu, ni masih polos semua belom ada yang nikah malah omongin gituan."


[Ken] "Oh iya, maaf anak-anakku."


Begitulah percakapan di group keluarga Damian yang saat ini heboh dengan pernikahan tiba-tibanya. Para undangan juga sudah mulai berbisik-bisik karena belum melihat tanda adanya mempelai pria disini dan sudah lewat 1 setengah jam dari waktunya.


Tatiana yang sampai duluan segera mencari Damian dan akan merias Yana lagi, kedatangannya membuat heboh para undangan yang mengenali dirinya. Tatiana adalah artis yang sangat terkenal sama sengan Elara dan itu membuat para wartawan yang tau ada Tatiana disini sampai mengejarnya. Membuat acara itu begitu kacau karena tanpa pengawalan.


Damian segera menghubungi Bian untuk mengatasi masalah itu karena Damian sendiri tidak ada asisten karena dia nyaman bekerja sendiri. Bian yang paham situasi itu pun langsung mengerahkan banyak pengawal untuk mengamankan pesta sederhana itu yang tiba-tiba menjadi ramai.


Semua telah terkendali begitu Ken dan Lusia sampai disana, bisik-bisik terdengar lagi tapi kali ini mereka heran mengapa semua keluarga Hastanta ada disini? Mereka hanya tau kalau Yana memang berteman baik dengan Damian anak sulung Ken dan Lusia tapi tidak menyangka bahwa sekeluarga Hastanta akan datang.


"Mungkin mereka menunggu tamu kehormatan itu hingga acaranya mundur selama ini." Ujar salah satu tamu kolega dekatnya Darma.

__ADS_1


Lusia sudah ada di ruang Yana yang riasannya sedang diperbaiki oleh Tatiana. "Yana, cantik sekali kamu nak.." Puji Lusia, meskipun ada guratan kesedihan di wajah cantik itu tapi Lusia tidak mau menanyakan apapun dan hanya fokus pada acara, selebihnya nanti dia akan tanya langsung ke Damian.


Lusia segera keluar setelah riasan Yana selesai dan mengabarkan kalau mempelai wanita telah siap. Damian tampak gugup dan Ken sejak tadi bersamanya menenangkannya, Ken sendiri juga gugup karena ini pertama kalinya melihat anaknya menikah dan secara tiba-tiba.


Sedangkan Fano ada diantara para tamu menggantikan Darma yang menenangkan tamu yang sudah tidak sabar dan Darma juga harus segera menjemput Yana dari ruangannya.


Pernikahan sederhana ini berlangsung dengan sukses dan tampa hambatan sama sekali, semua tamu terkejut melihat siapa mempelai prianya dan benar dugaan beberapa tamu. Yana dan Damian memang sudah dekat sejak kecil dan kemungkinan mereka menikah juga sangat besar.


Yana menangis tersedu saat pertukaran cincin dengan Damian, setelah itu Damian mencium puncak kepala Yana dan mencium bibirnya juga untuk pertama kalinya. "Aku akan membuatmu bahagia Yana.. jangan menangis lagi ya.." Bisik Damian dan Yana hanya mengangguk dan menghapus airmatanya.


Wartawan diluar sangat penasaran tentang pernikahan ini, kenapa putra sulung keluarga Hastanta menikah dengan cara sederhana ini? Tapi Ken sudah ada diluar dan menjawabnya.


"Ini hanya pemberkatan dan pesta pernikahan akan dilangsungkan segera. Jadi saya harap teman wartawan sekalian bisa mengerti dan tidak membuat keramaian disini. Terima kasih."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sementara di RS, saat Jason sampai Riana sudah ada di ruangan operasi karena dokter tidak bisa menunggu lagi, Riana dan 2 bayinya terancam keselamatannya. Tak lama Flora juga sampai bersama Imel setelah dia menelpon Riana tapi malah suster yang mengangkatnya. Imel juga sudah mengirimkan pesan ke Fano tapi dia beum membacanya.


"Dokter bagaimana keadaan mereka." Tanya Jason begitu melihat ada dokter yang keluar dari ruangan operasi.


"Ibu dan 2 bayinya selamat tapi salah satu bayi masih kritis karena benturan itu menyebabkan fisiknya sangat lemah dan masih diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Putra anda sehat dan putri anda sangat lemah." Ujar dokter dan Jason terduduk dan menangis.


Flora merasa sangat bersalah atas kejadian ini, seandainya dia tidak menyuruh Riana pergi menemui Jason pasti kecelakaan ini tidak akan terjadi. Flo sudah menangis dan duduk di salah satu kursi tunggu tak jauh dari sana, Imel menenangkannya dan terus saja menghubungi Fano yang belum mengangkat teleponnya.


Jason telah berada di samping Riana yang masih tidur karena obat biusnya, Jason terus menangis, dia sangat menyesal melakukan pembalasan demdam ini dan anak-anaknya yang menjadi korban keegoisannya padahal Riana terus saja mencegahnya.


"Kak Jas.. mana anak-anak.." Uca Riana lirih saat dia membuka matanya dan melihat Jason disampingnya.


"Aku ingin lihat mereka." Ucap Riana yang berusahan naik dari tidurnya.


"Jangan dulu.. kata dokter kamu harus istirahat dan anak-anak juga tidak bisa keluar dari ruangan bayi itu." Cegah Jason dan memang Riana masih lemah jadi tak lama dia tertidur lagi.


Flo menatap bayi perempuan cantik itu dan dia sangat sedih melihat bayi tak berdosa mengalami hal mengerikan ini. "Aku ada cara untuk menyelamatkan bayi manis itu, tapi aku butuh bantuan Mel." Ucap Flo dan Imel mengangguk. "Aku akan membantumu." Jawab Imel.


"Aku butuh seseorang dengan hati tulus yang mencintai seseorang tanpa syarat, kau bisa meemukannya?" Tanya Flo karena tidak ada orang seperti itu lagi saat ini. Imel berpikir dan pikirannya menuju pada Fano.


"Aku coba mencarinya ya.. kau tenang dulu disini." Imel pergi dan segera menghubungi Fano lagi dan akhirnya dia mengangatnya, Imel menceritakan semuanya dan Fano sangat panik saat itu.


"Bang, kita harus pergi, kak Yana juga." Fano sudah menarik mereka berdua padahal acara belum selesai membuat semua orang bingung melihat mereka.


"Papi mami disini aja, dengan para tamu. Nanti Fano ceritakan semuanya." Ujar Fano dan dia segera membawa Damian dan Yana.


Fano menceritakan semuanya yang dia tau tentang Jason dari Imel dan terlihat Yana mulai menangis lagi dan Damien terus merangkulnya, mereka tidak menyangka kalau Jason mempunyai kekasih dan hamil, sekarang sedang ada di RS karena kekasihnya melahirkan bayi kembar prematur dan salah satu bayinya sekarat karena kecelakaan. Semua berputar di pikiran Damian dan Yana.


Setelah sampai disana, Flo, Imel dan Fano berbicara sedangkan Damian dan Yana masuk kedalam ruangan Riana untuk melihat Jason.


"Kalian... maaf kan aku.. ini salahku dan anakku lah yang kena karmanya." Jason menangis lirih begitu juga Yana, dia tidak menyangka kalau semua yang dikatakan Fano adalah benar.


"Ini bukan salahmu, ini salahku yang membujuk Riana untuk menemuimu.. ini salahku." Ujar Flo lirih setelah dia masuk menyusul Damian dan Yana. Jason tampak terpaku, dia marah tapi ini juga adalah salahnya.


"Aku bisa menyelamatkan putrimu, tapi ada beberapa syarat dan bantuan yang aku butuhkan." Sambung Flo lagi dan Fano sudah menguatkannya.

__ADS_1


"Kita cari tempat yang cocok jangan disini." Flo pergi dan semua orang mengikutinya, bahkan Riana sudah akan dipindahkan ke RS lain yang lebih baik begitu juga dengan kedua bayinya. Jason seprtinya tidak setuju dan akan protes tapi Damian menenangkannya dan dia percaya pada Fano.


Mereka pindah ke RS Acher dan disana sudah tersedia ruangan VVIP, Riana dan anaknya dirawat dalam 1 kamar dan mereka di ruangan sebelahnya ada ruang tamu dan mereka semua duduk berkeliling membicarakan hal yang akan dilakukan Flora.


"Pertama, aku ingin Jason berjanji akan menceritakan semuanya tentang masalah keluargamu dengan jujur kepada Yana dan Damian." Ucap Flora tegas dan menatap tajam pada Jason.


"Baik aku setuju." Jawab Jason karena dia hanya ingin anaknya hidup meskipun dia tidak yakin dengan apa yang dilakukan Flo setelah ini.


"Kedua, apapun yang kalian lihat disini, rahasiakan sampai akhir hidup kalian." Tegasnya lagi dan semua orang mematung, Damian dan Yana melihat ke Fano dan dia mengangguk.


"Baik." Jawab Damian.


"Ketiga, aku akan tertidur selama sebulan penuh setelah ini dan aku butuh sebuah tempat untuk aku tidur di tengah hutan dan ada aliran sungai yang jernih, kelilingi tubuhku dengan bunga hidup yang banyak, kalian bisa cari dari sekarang."  Imel mengangguk karen Flo sudah memberitahunya tadi.


"Rumah tengah hutan? Aku mungkin bisa mencari temanku, dia punya villa di tengah hutan di pegunungan." Damian menyanggupinya.


"Aku butuh orang dengan hati yang tulus mencintai tanpa syarat, apa kalian punya seseorang seperti itu?" Tanya Flo dan mereka diam, takk ada yang menjawab.


"Ya sudah kita coba saja." Flo mulai megambil pot bunga yang sudah disediakan Imel tadi dan dengan jarinya dia menumbuhkan sebuah tanaman yang mirip dengan punya Imel dulu.


Damian, Jason dan Yana sangat terkejut melihatnya tapi dengan cepat Fano menyuruh mereka tenang. Flo berusaha menumbuhkan tanaman itu lebih tinggi. Setelah muncul 3 helai daun dia berhenti, keringatnya mengucur deras.


"Aku hanya bisa menumbuhkan segini untuk saat ini, aku butuh air yang banyak." Ujar Flora dan Imel segera mengambil botol air mineral dan Flora meminumnya sampai habis 2 botol langsung.


"Flo, ini kan tanaman yang dirawat Imel dulu." Ucap Fano dan melihat tanaman itu dari dekat.


"Iya ini mirip tapi tidak sama, cuma kegunaannya berbeda." Jawab Flo dan dia menyuruh Fano menyiram dan menyentuhnya dan Fano melakukan itu.


"Wah dia tumbuh..." Ujar Fano terkejut, dan Flo tampak tersenyum.


"Bagus, berarti Fano bisa menumbuhkannya. Sentuh lagi setelah 1 jam maka dia akan tumbuh terus. Kau terpilih Fano kau tulus mencintai seseorang." Ucap Flo dan melirik ke Imel yang sudah tersenyum senang.


"Tapi yang punya Imel dulu gak tumbuh begini." Ujar Fano dan Flo sedikit terkejut.


"Kau tau, tanaman Imel tumbuh lebih cepat 6 bulan dari yang seharusnya, berati waktu itu kau pernah menyentuhnya?"


"Iya.. waktu di hotel, aku siram dan bermain dengan daunnya." Jawab Fano dan Flo akhirnya mengerti.


"Boleh aku coba?"Tanya Damian dan Flo mengangguk, Damian dengan hati-hati menyiram tanaman itu dan menyentuhnya dan tumbuh 2 daun lagi dan makin tinggi.


"Kau bisa.. kau tulus." Ujar Flo lagi dan kali ini dia menatap Yana, sedangkan Yana masih tidak mengerti dengan apa yang dia lihat dan dia memandang sejenak pada Damian yang telah menjadi suaminya.


"Kau jangan, sedang ada kebencian dan kesedihan dalam dirimu dan akan membuat tanaman ini mati." Cegah Flo saat Jason ingin mendekat pada tanaman itu, Jason langsung mundur dan dia tidak mau tanaman itu mati.


Meskipun dia tidak mengerti tapi dia punya firasat kalau tanaman itu penting untuk keselamatan putrinya.


"Jadi tugas kalian berdua adalah setiap 1 jam sekali siram dan senduh daunnya, setelah dia tumbuh setinggi kira-kira 30 cm dan daunnya berjumlah 12, aku akan mulai menumbuhkan bijinya." Perintah Flo pada Fano dan Damian dan mereka patuh dengan perintah itu.


"Sekarang sambil menunggu kau bisa jelaskan semuanya." Titah Flo pada Jason dan dia mulai menceritakan dendamnya pada keluarga Yana.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2