Magical Flower

Magical Flower
BAB 41 - Pergi Untuk Kembali (Part 9)


__ADS_3

Dua minggu berlalu sejak kepergian Mahi dan Adnan kembali terlihat lebih ceria, dia tidak mau terlalu larut dalam kesedihan. Meskipun istrinya adalah tipe dominan dan mata duitan tapi Adnan sangat mencintainya. Gauri dan Arjun selalu membuatnya tersenyum untuk melupakan kesedihan, tentu ada Shanka juga yang kadang mengajaknya mengobrol, main catur, dan saat ini mereka pergi mancing di akhir pekan dengan membawa Arjun bersama. Gauri? Tentu saja dia bersama Thika dan Mala sedang nonton di bioskop seperti dulu waktu mereka masih sekolah.


"Jadi gimana gugatan ceraimu?" Tanya Mala setelah mereka selesai nonton dan sedang menikmati waktu di cafe mall.


"Kata pak Raka udah selesai, aku dah resmi cerai dan besok senin aku tinggal tandatangan deh." Jawab Gauri, Thika menepuk pundaknya pelan dan berkata, "Berarti senin nanti udah bisa cari papa baru buat Arjun."


"Apa sih.. aku baru cerai, jangan ngomong gitu, lagian mana ada yang mau sama janda punya anak gini." Elak Gauri dan Mala mendengus kesal mendengarnya.


"Hei.. kau sadar ga sih? Di sampingmu ada pria single tampan gagah setia perhatian yang sedang menunggu jandamu?"


Gauri mendelik mendengar ucapan Mala dan Thika juga membenarkan itu, mereka ngobrol dan makan sampai lupa waktu hingga sore dan akan kembali pulang karena mungkin Adnan dan Arjun sudah dirumah.


"Beli apa buat ayah dan Arjun makan malam?" Baru saja Gauri begumam pesan dari ayahnya sudah masuk memberitahukan kalau mereka akan makan malam dengan Shanka jadi tidak perlu beli lagi.


"Gak jadi, mereka sudah makan malam, yuk kita jalan-jalan aja." Ajak Gauri dengan riang karena sudah lama dia tidak menikmati waktunya seperti ini.


"Hei mantu kurang ajar.." Bentak Anju yang kebetulan ada di mall itu mendapati Gauri sedang jalan-jalan dengan kedua temannya. Dia sengaja berteriak agar bisa mempermalukan Gauri.


"Dasar ibu-ibu tak tau diri." Gumam Thika sebal melihat Anju dengan tampang songong menatap ke arah mereka. Gauri hanya tersenyum sambil berjalan mendekat ke mantan mertuanya.


"Mantan ibu mertua, saya bukan lagi menantu anda jadi jaga ucapan anda." Tegas Gauri, dia tidak mau lagi jadi wanita bodoh yang menuruti perkataan mertuanya itu, hidupnya kini baik-baik saja dengan status barunya.


"Yuk ah pergi, iihh sial banget ketemu nenek sihir." Mala menggandeng Gauri pergi dari sana dan Anju yang tak bisa membalas perkataan Gauri hanya bisa melihatnya dengan sinis.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Jam makan siang Gauri bertemu Raka di Magical Flower untuk mengambil surat cerai yang sudah Raka selesaikan, tidak begitu sulit karena bukti yang diberikan Thika sangat valid dan mempermudah semuanya.


"Terima kasih Pak Raka." Ucap Gauri lalu melihat surat-surat itu yang 1 setnya sudah dikirimkan Raka ke Aditya tadi pagi, Gauri tampak senang dengan status barunya. Tidak apa-apa janda tapi dia senang dengan hidupnya yang kini sudah terbebas dari mertua dan suami tidak tau diri.

__ADS_1


"Nah.. seneng tuh, sekarang bisa dong balik ke mantan." Goda Mala yang langsung dapat pelototan dari Gauri. Raka pamit duluan karena punya janji dengan client lain lagi.


"Nah tuh mantannya datang.." Ujar Flo dan Gauri sedikit kaget melihat Shanka ada disina juga.


"Mau jemput gebetan nih kayanya." Goda Mala lagi dan Shanka menggelengkan kepalanya, padahal dia tidak tau Gauri ada disini.


"Aku mau pesan buket balon tapi isinya bunga dan luarannya uang bisa?" Tanya Shanka pada Flo yang dengan senang hati menjawabnya.


"Kalo aku sih jawabnya bisa-bisa aja, gak tau deh kalo yang buat.. bisa gak Thika?" Tanya Flo pada Thika yang sednag sibuk menyelesaikan buketnya yang sudah terlambat diantar.


"Bentar lagi sibuk.." Jawabnya sedikit berteriak karena berada agak jauh didalam. Shanka duduk di kursi cafe di meja yang sama dengan Mala dan Gauri.


"Lah ngapain ikut duduk disini?" Tanya Mala dan Shanka melirik ke Gauri yang sejak tadi sibuk dengan hapenya.


"Hoo... mau deketin janda cantik.. boleh boleh, silakaaaannn..." Mala pergi dari meja itu membiarkan Shanka dan Gauri berduaan.


"Permisi, mau ganti bunga dulu..." Flo mengganggu acara Shanka dengan meletakkan Lilem yang sudah dia ketuk 3 kali sebagai tanda mengeluarkan aroma memabukkannya agar mereka lebih jujur lalu mengambil Pansy yang memang ada di meja itu sejak tadi.


"Hmm... Gauri, apa aku boleh jujur?" Tanya Shanka ketika hidungnya mencium aroma harum dan menenangkan dari bunga yang di letakkan Flo tadi.


"Boleh.." Gauri kini mematikan dan menyimpan ponselnya kedalam tas.


"Aku masih sangat mencintaimu Gauri.. bagaimana denganmu?"


"Aku..  gak pernah melupakanmu Shanka."


"Tapi selama ini kau terus saja menghindariku."


"Aku ini istri orang dan tidak pantas menyimpan perasaan itu apalagi menunjukkannya. Sekarang juga aku tidak pantas bersamamu."

__ADS_1


Gauri akhirnya jujur dengan perasaannya dan apa yang dirasakannya selama ini, Shanka menggenggam tangan Gauri, kini wanita cantik ini, mantan pacarnya sudah bukan istri orang lagi, dia bebas jika ingin dekat dengannya.


"Kau selalu pantas buatku, kau yang paling aku inginkan.." Gauri melepaskan tangannya, dia menunduk hampir menangis.


"Tapi aku ini janda dan punya anak, kamu masih single dan pantas mendapatkan wanita yang lebih baik." Gauri menatap Shanka lagi, ingin melihat reaksi pria yang selalu ada didalam hatinya.


"Tidak ada yang pantas selain dirimu. Aku sayang dengan Arjun bahkan sebelum tau kalau dia adalah anakmu dan Arjun juga dekat denganku. Om Adnan juga sepertinya tidak masalah." Shanka kembali menarik tangan Gauri dan mengelusnya lembut.


"Tapi aku gak bisa begitu saja menerimamu lagi Shanka, aku baru resmi bercerai belum 24 jam bahkan Aditya sepertinya juga belum tau tentang ini." Alasan Gauri lagi untuk menolak Shanka.


"Gak masalah Gauri, yang penting beri aku kesempatan dan aku pastikan akan mendapatkan hatimu lagi seperti dulu, kau ingat? Kau itu gadis sombong dulunya dan akhirnya kau yang gak bisa jauh dariku." Gauri tertunduk malu mengingat betapa bucinnya dia dulu.


"Baiklah.. kita lihat nanti ya, aku sebenarnya tidak menutup hatiku hanya saja aku takut tidak bisa melayani suamiku dengan baik seperti yang dikatakan Aditya." Lirih Gauri yang membuat Shanka kesal mengingat perkataan menyakitkan Aditya waktu itu.


"Hei.. aku gak peduli yang penting itu kamu, aku yang akan melayani ratuku." Gauri tersenyum mendengar gombalan Shanka, sama seperti dulu saat mereka remaja.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Heh.. ternyata wanita bodoh itu mempercepat proses cerai, baguslah jadi aku ga perlu repot ngurusin hal gini dan biar aja Arjun dia yang urus." Ujar Aditya, dia baru menerima surat cerainya ketika masuk kerja siang itu.


Semua alamat surat-menyurat memang dia tujukan ke restoran Madhuri agar mempermudah karena dia belum mempunyai rumah tetap saat ini. Sedangkan Anju masih tinggal di sebuah apartemen sendirian yang telah dia sewa selama 3 bulan dengan sisa uang yang dia dapatkan dari penjualan tanah dan rumah di kampung.


"Madhu, aku telah resmi bercerai dengan istriku jadi sekarang aku single sayang.." Aditya memberitahu Madhu begitu masuk ke dalam kantornya, sedangkan Madhu tidak terlalu meresponnya.


"Oh, ok.." Jawabnya singkat.


"Kau tidak senang? Aku bisa menikahimu kapan saja sekarang." Ucap Aditya sambil memeluk dan mencium puncak kepala Madhu yang sedang serius bekerja.


"Aku belum mau menikah Adit, lagian aku suka kebebasan dan kalau nikah aku ga bisa main dengan temanku lagi dong.." Tolak Madhu hingga Aditya mendengus kasar, "Selalu saja nolak, aku harus nikah dengannya kalau mau hidup enak." Batin Aditya yang melancarkan rayuan gombalnya lagi sehingga Madhu terlena dan menuetujui untuk menikah dengan Aditya.

__ADS_1


"Baiklah kita nikah tapi kau tidak boleh mengekangku, aku ini wanita bebas." Tegas Madhu dan Aditya berjanji, "Iya sayang aku janji, kau lakukanlah apa yang kau suka asal jangan selingkuh."


TBC~


__ADS_2