Magical Flower

Magical Flower
BAB 58 - Bunga Terakhir (Part 2)


__ADS_3

Keseharian Wina tetap lah sama dalam 6 bulan ini, kerja, pulang kerja langsung bantu mamanya buat kue atau cemilan yang biasanya Wina jual ke kantor. Lumayan yang pesan banyak juga karena memang di kantor ini kerjaannya sangat padat tapi jenis kerjaan yang super membosankan, dengan membaca dan membalas email dari pelanggan. Bosan bukan? Nah untuk itulah Wina menjual cemilan dari kerupuk sampai kulit pangsit kering agar temen-temennya bisa sambil ngunyah dan kerja, supaya mata tetap melek, hehehe...


"Na.. pesen kripik pangsit 2 yang pedeeeessss...." Teriak Santo dari uung meja kerjanya.


"Ah aku mau juga Wina, yang rasa jagung bakar, 1 balado 1." Seru Noni, si gempal yang lucu itu.


"Aku mau bolu dong Na, mama Wati jual kue juga kan? Tapi aku mau special order." Ujar Cici yang memang pintar masak tapi mager.


"Boleh.. mau gimana?" Tanya Wina yang sudah siap mengetik ke WA mama Wati.


"Bolu kampung, pake blu*band-nya tambah 50gram, gula kurangi setengah, dah gitu aja." Cici terlihat berpikir sebentar.


"Bolu tape ada juga ya?"


"Ada Ci.. mau juga?"


"Boleh deh 1 yang ori aja."


"Bolu tadi gak pake keju atau coklat gitu?"


"Gak usah, aku suka yang rasa dan aroma blu*band Na, maknyus hehehe.."


"Siap Cici gemez.."


Selesai mencatat semua pesenan Wina sambung bekerja dan memang di kantor itu sangat bebas dan rasa kekeluargaannya juga sangat tinggi. Wina masih duduk dan santai bekerja, masih ada 2 jam sebelum dia selesai dengan sift-nya. Karena terlalu fokus dia tidak tau kalau ada Dafi yang duduk si sebelahnya. Meja yang hanya di sekat setinggi 50cm itu memang bebas diduduki siapapun dan Dafi telah duduk disana selama seminggu tanpa ada yang menyadari.


"EH... kok kalian seminggu ini duduk bersama terus?" Tanya Cici yang menghampiri Wina lagi tapi dari arah meja depan yang kosong.


"Hah? Oh Dafi sejak kapan datang?" Tanya Wina yang baru sadar adanya Dafi di sebelahnya.


"Dari tadi lah... lo aja yang terlalu fokus kerja, ada cowo ganteng disini ga liat." Jawab Dafi yang membuat Cici dan Wina tertawa kecil disana.


"Cici mau pesen lagi?" Tanya Wina dan Cici baru ingat dia mau bayar bolu.

__ADS_1


"Mau bayar bolu tadi, berapa Na?" Tanyanya.


"Belum tau Ci, besok aja kalau udah jadi ya.."


"Hoo baeq lah.."


Tanpa banyak yang menyadari kalau Wina dan Dafi memang dekat sudah sebulan ini, Dafi yang ternyata gerak cepat bisa langsung mengambil hati Wina dalam waktu 2 bulan sejak dia masuk di kantor ini padahal masih terhitung anak baru.


**


**


**


"Wah Dafi gercep ternyata, langsung dapet si Wina tuh, nempel terooosss...." Goda Randy yang tau hubungan mereka.


"Gils, Dafi cepat amat lu.. baru 2 bulan udah dapat gandengan." Ujar salah satu team leader disana. Yang di bicarakan hanya menunduk dan senyum-senyum saja. Mereka akhirnya jadi bulan-bulanan 1 tim itu sebagai pasangan baru.


"Ya ampun Winaaaa, bisa-bisanya pacaran sama Dafi cowo slenge-an kaya gitu, tapi emang dia baik sih." Kata Asmi begitu dia tau kalau Wina berpacaran dengan Dafi yang nota bene adalah anak baru.


"Bagus deh dan moga awet yee... kaya aku sama Mas Raja yang terbaik." Ucap Asmi yang selalu membanggakan Mas Rajanya yang telah berpacaran hampir 2 tahun.


"Iya deh iya.. Raja yang terbaik, Raju mah kalah..." Ejek Rima yang sudah bosan mendengar Asmi yang selalu memuji Raja pacarnya.


"Trus sebenarnya sejak kapan kalian mulai jadian?" Tanya Asmi kemudian Wina tersenyum dan memberikan tanda 1 dengan tangannya.


"1 hari?" Tanya Asmi.


"1 minggu?" Tanya Rima.


"1 bulan!" Pekik Wina lalu mereka tertawa karena sengaja menggoda Wina yang memang pemalu tapi kali ini dia terlihat senang dan mulai pamer cerita kemesraannya dengan Dafi.


"Gak nyangka yah.. si pendiam dan anggun Wina bisa-bisanya pacaran sama Dafi yang mirip pereman pasar begitu, hahahah" Tawa Asmi pecah lagi karena mengingat beberapa kejadian lucu di kantor karena ulah Dafi yang memang sedikit absurd.

__ADS_1


"Tapi dia baik kok.. jangan gitu dong." Bela Wina yang mulai bucin.


"Cieeee yang udah bucin." Goda Rima dan Asmi bersamaan yang akhirnya Wina memilih pergi membeli minuman lagi karena meraka sedang nongkrong di mekdi dekat rumah Asmi.


.


.


Tak terasa sudah hampir 1 tahun Wina kerja diperusahaan itu, Dafi juga sudah resign karena ingin mencari yang lebih baik, begitu juga Rima yang sudah bekerja di tempat lain karena tidak tahan dengan sift pagi yang terlalu pagi menurutnya.


Hubungan Wina dan Dafi semakin renggang karena akhirnya mereka LDR, Dafi bekerja jauh di pulau seberang dan Wina yang tidak tahan memilih untuk putus, demi kebaikan keduanya. Tapi dia tidak sedih karena hidup masih harus berjalan.


"Na... Rima ajak karaoke nih, ikut ya...?" Tanya dan bujuk Asmi tapi Wina yang memang tidak bisa langsung menolaknya.


"Gak bisa Mi..mau bantu mama karna banyak pesenan kue kering buat diantar besok siang." Tolak Wina dan Asmi pasrah saja kalau sudah menyangkut mamanya Wina.


"Baiklah.. lain kali aja kita barengnya. Babay Na..." Asmi pulang duluan hari itu karena dia memang sift nya 1 jam lebih awal dari Wina.


Wina menggerakkan tubuhnya memutar mereganggkan ototnya yang terasa kaku, akhir-akhir ini dia sering lelah meskipun tidak banyak aktivitas berat. Apalagi kulitnya mudah kering dan gatal, Wina juga sering sakit di bagian pinggul dan air seninya menguning dan sangat mengkhawatirkan.


"Mungkin aku harus cek deh, lumayan ada asuransi dari kantor." Gumam Wina yang duduk sendiri karena banyak yang sudah pulang.


Wina sampai di rumah jam 11 malam dan dia tampak begitu kelelahan, bahkan wajahnya begitu pucat sampai dia tiba di ruang tamu yang disana ada mama dan kakak lelakinya dia terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Wina!" Teriak mama Wati dan kakaknya langsung membopong Wina ke kamar.


"Bayu, panggil taxi nak, kita ke RS." Bayu segera memesan taxi online dan membawa Wina ke RS terdekat yang diketahui Wati kalau itu RS rekanan dari perusahaan Wina sehingga dia tidak mengeluarkan biaya nantinya.


Sampai di RS Wina langsung di periksa di IGD tapi dokter masih belum bisa memastikan apa yang terjadi dengan Wina dan meminta bermalam dulu sampai besok pagi di periksa lebih lanjut.


Pagi harinya Wina telah bangun dan Wati menceritakan semuanya dan Wina sangat terkejut mendapati dirinya bisa lelah sampai pingsan.


Wina yang berpikir dia hanya kelelahan tapi tidak dengan dokter yang datang melihat dan memeriksa keadaan Wina. Dengan kulit kering dan kaki bengkak dokter meminta untuk melakukan pemeriksaan keseluruhan.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Wati dan Wina tampak sangat pucat dan cemas.


TBC~


__ADS_2