Magical Flower

Magical Flower
BAB 81 - Flashback Hukuman Flora 2


__ADS_3

Petunia menemui 2 Raja dari 2 kerajaan seperti biasa, bertemu untuk membicarakan cara memperpanjang nyawa peri penjaga hutan yang semakin sekarat. Hutan peri berada di tengah-tengah 2 kerajaan ini yang saling membantu namun, sekitar 600 tahun lalu seorang peri kegelapan yang merupakan adik dari peri penjaga telah berkhianat. Awalnya Rosseta merupakan peri baik hati yang selalu belajar dan belajar untuk menjadi peri penjaga selanjutnya tetapi kakaknya Lilac yang terpilih sehingga dia murka karena iri. Selanjutnya dia pergi dan kembali menjadi peri kegelapan dan ingin memusnahkan hutan peri.


Dengan kekuatan yang dimiliki Lilac dan bantuan dari 2 kerajaan maka Rosseta bisa dikalahkan meskipun Lilac terluka parah, tetapi Rosseta merapalkan kutukan dan menjadikan 2 kerajaan akan menjadi kerajaan kegelapan jika tidak bisa menyatukan 2 keturunan mereka yang ke-7 dan dengan darah keturunan 8 maka dia akan bangkit. Jika tidak maka 2 kerajaan akan hancur.


Rosseta telah mempelajari ilmu yang lebih tinggi dan lebih gelap sehingga dia bisa melihat masa depan 2 kerajaan itu yang akan tetap makmur dan hutan peri tetap terjaga.


Kini, Petunia dan 2 Raja ke 6 sedang berusaha untuk menyatukan 2 keturunan mereka. Hanya saja Raja Calix dari Rosswald sangat setia pada mendiang istrinya sehingga dia tidak menikah lagi ataupun mempunyai selir maka dia hanya punya 1 keturunan yaitu putri Elditia yang sering di sapa EL.


Sedangkan Raja Florent dari Admon mempunyai 3 putra, pangeran pertama Cedar yang seharusnya menjadi calon suami EL malah meninggal karena sakit. Banyak yang mengira kalau sakit Cedar merupakan ulah dari Rosseta yang masih memiliki kekuatan, tapi itu dibantah oleh Petunia. Cedar memang sakit sejak kecil sehingga pangeran kedua Lawrence yang menggantikannya. Lalu ada pangeran ketiga Florian yang masih remaja.


Saat itu Petunia tidak bisa berbuat apapun selain cepat mengadakan pernikahan karena bukan hanya 2 kerajaan itu yang terkena kutukan tapi Lilac peri penjaga hutan juga terkena kutukan yang di rapalkan Rosseta untuknya. Hanya dengan darah anak dari hasil pernikahan 2 kerajaan ini lah Lilac bisa di sembuhkan.


"Kita akan percepat semuanya dan perlu diingat Lilac tidak bisa bertahan lagi lebih dari 100 tahun jika pernikahan ini gagal." Ucap Petunia dan kedua Raja itu begitu risau karena jika tidak ada Lilac maka kerajaan mereka akan musnah seperti kutukan Rosseta.


Di belahan bumi lainnya mungkin sudah tidak ada lagi manusia yang mempercayai peri, 2 kerajaan ini masih bisa hidup berdampingan karena tetap menjaga hal yang ditinggalkan leluhur mereka bahkan negara dan kerjaan lain sudah mulai mengembangkan teknologi, tetapi 2 kerajaan ini masih bertahan agar bumi bisa bertahan lebih lama dengan adanya bantuan dari para peri.


Meskipun begitu, peri tidak boleh mendekat pada manusia. Hanya ratu dan utusannya yang boleh menghadap dan itupun hanya pada raja dan pangeran yang diutus dan dipercaya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Hari H pernikahan, terjadi hal yang sangat diluar dugaan. Pesta besar itu menjadi kacau karena para peri mendadak sangat sibuk diakibatkan salah satu jenis tanaman beracun tiba-tiba muncul dan sangat membahayakan tetapi tidak mematikan.


Disamping tidak boleh memperlihatkan diri pada manusia, peri-peri itu juga sangat sibuk untuk menghentikan efek racun yang membuat semua manusia berhalusinasi.


Setelah selesai, putri menghilang dan tidak dapat ditemukan di mana pun. Bahkan Petunia sudah meminta bantuan peri hewan dan air mencari di segala penjuru dunia tetapi putri tidak di temukan.


Selang 2 tahun kemudian barulah mereka menemukan Putri Elditia bersama seorang pria yang bernama Berry yang merupakan suaminya bahkan mereka sudah memiliki seorang putra yang masih berumur 1 tahun.

__ADS_1


Begitu Murka raja Calix karena Elditia mengkhianati kepercayaannya bahkan mengkhianati kerajaannya sehingga Elditia di usir dan pergi dari kerajaan itu selamanya. Sedangkan raja Calix menyerahkan kerajaan pada raja Florent karena rasa bersalahnya dan 2 kerajaan itu menjadi 1.


Karena kacaunya kerajaan dan hutan peri maka tanaman beracun itu belum bisa di selidiki sampai akhirnya waktu berlalu dengan begitu cepat. Bahkan Lawrence pangeran kedua telah menikah dengan wanita lain pilihan tetua di kerajaan hingga kutukan itu muncul perlahan.


Lahan di kerajaan tidak lagi bisa tumbuh, kekeringan bahkan air sungai semakin rendah. Para peri berusaha menyelamatkan wilayah itu tetapi sulit, mereka hanya bisa mengisi air danau dan beberapa tanaman yang memang bisa hidup di tanah tandus.


Begitu juga Flo yang tidak tau menau sama dengan peri lainnya, mereka hanya bekerja dan bekerja tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Hingga suatu hari terkuak bahwa Flora, salah satu peri terpandai lah yang membantu putri Elditia kabur bahkan menumbuhkan tanaman beracun itu.


"Kau membuatku kecewa Flo." Ujar Petunia saat itu sembari melihat kearah Flo yang masih tertunduk karena kesalahannya.


"Tapi ratu, mereka saling mencintai jadi sudah sepantasnya mereka bersama daripada pangeran yang pemarah itu." Ucap Flo pada Petunia dan seluruh petinggi dunia peri sangat marah padanya dan menjatuhkan hukuman kurungan beberapa ratus tahun lamanya. Tetapi hukuman itu belum cukup sampai dia diberikan misi untuk menyatukan atau memisahkan pasangan di dunia manusia.


Petunia sangat kecewa tapi rasa sayangnya juga besar pada Flo yang merupakan peri yang sangat pintar namun dia tetap harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Flo, kau diberi waktu untuk selesaikan pekerjaan wajibmu dalam kurun waktu 3 hari, setelah itu kembali menghadap. Ingat! Jangan membuat masalah lagi." Pesan Petunia padanya dan Flo hanya bisa diam dan tidak menjawab sama sekali sampai Petunia meninggalkannya di sana sendirian.


.


.


.


Sementara Flo menikmati kesendiriannya,  sepuluh tahun berlalu dan kerajaan semakin kacau. Calix telah tiada dan Florent semakin tua dan kini umurnya juga tidak panjang lagi mengingat kelelahan luar biasa yang mereka alami. Hingga beberapa tahun kemudian Florent juga mangkat dan Lawrence lah yang menjadi raja selanjutnya.


Beberapa tahun berlalu, wilayah kerajaan semakin kering dan bahkan matahari terlihat redup. Para peri tidak sanggup lagi mempertahankan wilayah itu, juga Lilac yang sempat tersadar tidak bisa berbuat banyak, dia hanya mampu memberikan saran terbaiknya.


Awalnya semua berjalan dengan baik, dibawah pimpinan Lawrence kerajaan mulai sedikit bangkit karena dia menyuruh para rakyatnya pindah ke kerajaan lain atau negara lain yang jauh dari sana dengan membagikan harta kekayaan kerajaan secara rata ke rakyatnya untuk menyambung hidup. Setengah rakyat kerajaan itu pergi, hampir semua yang tinggal adalah para orang tua yang tidak ingin meninggalkan tempat lahir mereka dan Lawrence tidak memaksa.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Suatu hari di tahun yang baru, ketika anak kedua Lawrence lahir terjadi hal yang sangat mengerikan. Matahari benar-benar tertutup dan gelap di wilayah kerajaan.


Seorang wanita muncul entah dari mana dengan pakaian serba hitam dan terlihat cantik namun menyeramkan, wanita itulah yang membuat kegelapan disana.


Petunia dan para peri kepercayaannya segera pergi kesana dan melihat bahwa Rosseta yang ada disana.


"Kau masih hidup?!" Tukas Petunia dan Rosseta pun tertawa menggelegar melihat Petunia dengan sinar terangnya yang berwarna emas.


"Kau membuat mataku sakit Petunia... hahahahah.." Begitu dia selesai tertawa Petunia langsung mendapat serangan tiba-tiba. Beruntung dia bisa mengelaknya. Memang pada dasarnya para peri bukan di lahirkan sebagai petarung, mereka adalah makhluk kecil lemah lembut dan baik dengan menjaga alam mereka.


Rosseta yang telah berubah seukuran manusia biasa itu bertubi-tubi melakukan serangan pada Petunia untuk sekalian memusnahkan peri dari dunia ini karena dia muak dengan mereka.


"Ratu, bagaimana Roseseta bisa hidup lagi?" Tanya Bud sambil menjaga ratunya itu, beruntung mereka mendapakan tempat persembunyian ketika prajurit Lawrence sedang menghadapi wanita itu.


"Aku tidak tau, kita kembali dan tanyakan ke Lilac mudah-mudahan dia sadar hari ini." Ujarnya lalu dengan cepat terbang kembali ke hutan peri.


Lilac yang memang sudah tau terlihat cemas, meskipun dia sangat lemas karena kekuatannya belum pulih tapi sebenarnya dia masi mempunyai sisa kekuatan yang sengaja dia simpan untuk menghadapi Rosseta untuk terakhir kalinya.


"Aku tau." Ucap Lilac saat Petunia menemuinya. Lilac mengeluarkan 2 buah pil dan 2 bunga ajaib, dia langsung memakan salah 1 pil itu lalu bunga ajaib itu dia lebur dan di balurkan ke atas kepalanya. Sisa pil dan bunga dia simpan ke dalam kotak emas dan di serahkan pada Petunia.


"Jaga ini, akan ada peri hutan yang akan lahir dari manusia dan peri, anak itu yang akan melanjutkan tugasku menjaga tempat ini. Kotak itu tidak boleh dibuka, itu akan tetap menjaga tempat ini meskipun aku telah tidak ada dan tunggulah penggantiku untuk membukanya." Pesan Lilac pada petunia yang membuat mereka tercengang.


"Tapi Lilac.."


"Kita tidak punya waktu lagi. Kalian harus menunggu sampai peri itu siap untuk melahirkan penerusku, masih lama sampai peri itu memiliki rasa tanggung jawab dan cinta di hatinya." Lilac lalu terbang keluar dan merubah wujudnya seperti Rosseta tetapi dalam bentuk lebih cantik dan lembut dengan warna rambut ungu dan penampilan yang sederhana.

__ADS_1


"Terlambat..." Ucap Lilac setelah sampai disana dan Rosseta yang melihat kedatangan kakaknya hanya tertawa menang.


TBC~


__ADS_2