Magical Flower

Magical Flower
BAB 17 - Janda Kembang (Part 10 END)


__ADS_3

Calla sedang duduk dan di sidang oleh audit internal dan audit eksternal yaitu Lidia dan timnya, disana juga ada Edo dan Anita sebagai staff keuangan yang biasa mengeluarkan biaya untuk Calla, ada juga Mina yang masuk kerja 1 hari lebih cepat.


Calla tak mengetahui apapun dan dia sudah menangis dituduh korupsi dengan markup harga nota yang dia berikan pada Anita untuk pembelian bahan kebutuhan kantor. Edo sebenarnya tidak tega dan dia pasti akan di marahi habis-habisan oleh Alister tapi apa boleh buat agar rencana ini berhasil.


"Ini ada segala buktinya Pak Edo kalau Calla sudah menaikkan harga barang di nota ini." Anita menyodorkan bukti buatannya sendiri dan Edo melihatnya. Lidia sudah tersenyum menang saat Calla menggeleng dan tidak mengakuinya.


"Nona Calla, tolong kerjasamanya agar meeting ini selesai dengan baik." Kata Audit internal yang juga tidak tau rencana Edo dan Mina.


"Tenanglah, aku akan selesaikan ini karena aku atasan langsung Calla, dan aku yang akan membantah semua bukti ini." Tegas Mina dan memang dia adalah wanita yang sangat tegas membuat Anita sedikit gentar tapi tidak dengan Lidia yang makin menyudutkan Calla.


"Jangan meremehkan cara kerjaku Nona Lidia, aku orang lama dan cara kerjaku masih cara lama dan Calla selama 4 bulan bekerja denganku dan berarti telah bekerja 5 bulan di perusahaan ini, dia bekerja dengan sangat baik dan jujur. Mungkin kalian bisa mengedit semua nota di komputer tapi tidak dengan ini. Aku selalu menyuruh Calla untuk scan semua nota asli yang masuk dan merekapnya sebelum di masukkan ke laporan keuangan milik Anita, silakan anda periksa." Mina menyodorkan dan benar saja semua nota selama 5 bulan telah direkap dan Mina juga memberikan map tebal penuh dengan nota asli. Hal itu menjadi bukti bahwa Calla tidak melakukan kesalahan.


"Jadi aku minta dengan resmi Pak Edo, periksa keaslian bukti dari Anita dan juga Nona Lidia untuk di periksa ulang oleh audit internal kita." Tegas Mina lagi membuat Anita lemas dan menyesal mengikuti Lidia.


"Silakan pak, sekarang adalah tugas anda." Timpal Edo yang menoleh ke arah audit internal perusahaanya. Malang bagi Anita yang hanya ikutan menjadikannya tenggelam dalam kesalahan fatal dan ancaman kali ini adalah pemecatan.


Lidia sudah ikut dengan audit internal dan juga atasannya dari audit ekternal sudah ada disana membuat Lidia memucat dan dia takut hal ini diketahui oleh atasannya yang terkenal jujur.


"Kau membuatku kecewa Lidia, aku tunggu surat mengunduran dirimu dalam 1x24 jam atau kau dipecat secara tidak hormat." Tegas atasannya, Lidia langsung oleng dan memegang meja di dekatnya agar tidak jatuh. Dia masih menatap sinis pada Calla yang sejak tadi berterima kasih pada Mina.


"Permisi, kami dari kepolisian. Nona Lidia anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan pada Tuan Teguh Budiono dan Rahmat Arifin, lalu tuduhan percobaan pembunuhan pada Tuan Tan Abie." Ucap salah seorang polisi disana dengan membawa surat penangkapan, Lidia mundur beberapa langkah.


"Tidak, kalian pasti salah orang Pak, saya akan telepon mama saya dulu." Ujar Lidia dan semua orang yang ada disana sudah berbisik tak menyangka kalau Lidia seorang wanita cantik akan di tangkap dengan kasus pembunuhan.


"Tidak perlu Nona, karena ibu anda juga telah ditanggkap atas tuduhan yang sama." Ujar Polisi itu lagi dan kemudian ada 2 orang polisi lagi yang datang.


"Nona Lidia anda dituntut melakukan kejahatan penyekapan dan penganiayaan 6 tahun lalu dan juga pencemaran nama baik terhadap Nyonya Calla Gotama." Ujar Polisi yang baru datang itu membuat, semua yang ada disana begitu tak percaya dengan kekejaman Lidia.


"Pantas saja dia begitu kejam pada Calla sejak disini ternyata dari dulu sudah mencelakai Calla." Ucap salah satu staff yang menyakssikan. Calla juga terkejut karena dia tidak menuntut apapun.


"Aku yang melakukannya Calla.." Ujar Alister dan Calla terkejut melihatnya, begitu juga Lidia yang telah di sergap oleh 2 orang polisi wanita.


"Alister.. kenapa kau, kau..." Lidia tidak bisa meanjutkan kata-katanya, lidahnya kelu.


"Hehehe ah Lidia, kau kira aku tertarik padamu, mimpi lah.. aku tidak akan membiarkanmu begitu saja membuat nama baik calon istriku menjadi jelek dimata umum." Ejek Alister membuat Lidia berang dan berteriak histeris.


"Wanita sialan kau Calla!!! Kau janda sial, anak sial, aku akan hancurkan wajahmu itu dasar ******!!!" Teriak Lidia membuat Calla begitu terkejut dan menggenggam lengan Alister.


"Bawa dia." Ujar Tama yang baru muncul disana.


"Kau juga Tama, ini pasti kau kan?!" Teriak Lidia begitu melihat Tama disana.

__ADS_1


"Hai.. sudah lama tidak bertemu, bagaimana rasanya di khianati pria yang kau cintai? Sakit kan? Inilah yang dirasakan Calla dulu.. selamat menikmati." Ujar Tama mengejek.


Tama juga sangat kesal karena Lidia dia kehilangan Calla meskipun hanya masa lalu tapi dia sempat dirutuk oleh Calla selama beberapa tahun ini. Lidia yang masih berontak akhirnya diseret pasak dan disaksikan oleh banyak orang dan tidak sedikit yang merekam kejadian itu dan menjadi viral.


"Minggu depan kita menikah." Ucap Alister dan Calla langsung melotot, "Tak ada penolakan!" Tegas Alister dan Calla hanya pasrah.


"Tapi kita kan..." Calla bingung bagaimana mereka bisa menikah begitu saja.


"Masalah ini?" Alister mengambil KTP-nya yang baru dia buat minggu lalu.


"Kita sudah sama, selama ini aku atheis jadi mulai sekarang ajari aku nyona Alister Cole." Bisik Alister, Calla tertawa bahagia, belum pernah orang-orang melihat Calla tertawa dan mereka lega akhirnya Calla bisa tertawa lepas seperti itu.


Besoknya Calla dan Alister ke Magic Flower dan bertemu Flo dengan membawa undangan pernikahan yang sudah dari minggu lalu di cetak oleh Andy atas permintaan Alister.


"Flo ini undangan untukmu, dan aku pesan bunga yang banyak atau apa kau bisa dekor acara pernikahan ku?" Alister menyodorkan undangannya dan Flo dengan senang hati menerimanya.


"Bisa, dengan senang hati dan selamat ya calon pengantin." Flo tersenyum lebar melihat pasangan bahagia itu.


"Pernikahan kami tidak terlalu mewah karena Calla tidak mau, ck! sebenarnya aku mau buat semewah mungkin." Keluh Alister.


"Ini pernikahan ke 3 ku jadi aku tidak mau yang ramai." Jawab Calla, Flo yang mengerti langsung memberi saran.


"Tapi tetap saja pasti banyak wartawan kan.. apa tidak masalah?" Tanya Flo lagi dan Alister mengangkat bahunya tanda tidak tau.


"Si nenek tua itu yang akan urus wartawan." Jawab Alister enteng.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Hari yang sibuk bagi Flo karena 1 hari sebelum hari H dia terpaksa menitipkan toko dari sore sampai malam ke Thika karena dia pergi mendekor acara nikahan Alister dan Calla, karena dia akan mendekor dengan kekuatan perinya maka dia minta, untuk dia dan Imel saja yang ada di dalam ruangan setelah para pekerja membawa masuk semua alat dan bahan yang dia butuhkan lalu pintu itu ditutup rapat olehnya.


Dia mulai bekerja dari 1 kuntum mawar dia buat menumbuh dan panjang dengan sendirinya bekerja melilit segar di tiang, begitupun dengan bunga lainnya, lalu dia dan Imel malah minum boba dan duduk lesehan menikmati makan malam. Flo dan Imel terkejut saat ada orang yang masuk tanpa permisi dan Flo langsung menghentikan sihir perinya.


"kau tak berubah peri bunga meyebalkan." Ucap nenek tua yang masuk dengan berjalan pelan, tongkatnya sudah mengetuk lantai membantunya berjalan.


"Hahahaha nenek tua, kau semakin tua saja." Ejek Flo lalu menutup pintu dan kembali menjalankan sihirnya.


"Dia siapa?" Tanya Imel yang bingung Flo terlihat santai.


"Dia Miranda Cole, neneknya Alister dan sahabat lamaku yang aku ceritakan dulu selain kau ada 1 orang lagi yang tau aku peri." Jelas Flo dan Miranda mendekat lalu memeluknya.


"Aku rindu padamu Miranda"

__ADS_1


"Aku juga Flo.."


Mereka berpelukan lama, membuat Imel tersenyum melihat persahabatan indah itu, dia juga akan seperti itu nantinya, dia akan tua dan Flo tetap muda dan cantik. Selagi mendekor mereka berbicang dan saling mengenal satu sama lain dengan Imel dan mengenang masa lalu.


"Jadi gak masalahkan dengan Calla yang janda 2 kali?" Tanya Flo dan Miranda menatapnya kesal.


"Kalau gak pake nama Zinnia ga mungkin aku setuju." Kesal Miranda karena nama Zinnia adalah pemberiannya untuk Flo dulu.


"Tapi dia masih segel loh.. kan sudah tau kisahnya. Cucumu itu mantan playboy dan sudah menghamili wanita lain dulunya dapat janda perawan, apa lagi yang kurang." Ucap Flo lagi.


"Aku bukan gak setuju karena dia janda, tapi aku takut wanita itu tidak sanggup menerima kelakukan cucuku dulu. Dia itu keturunan Cole yang ganas di ranjang. Untung saja selama 7 tahun ini dia bisa menahan dirinya dan sudah berubah." Jelas Miranda membuat Flo tertawa terbahak-bahak dan Imelda menjadi salah tingkah.


"Itu benar Flo, dulu dia meniduri 2 artis sekaligus buat aku jantungan." Lanjut Miranda membuat Imel terbatuk padahal dia sedang menikmati bobanya.


"Siapa? Kok aku jadi kepo?" Tanya Flo dan Miranda menyeburkan 2 nama membuat Flo dan Imel terbelalak tak percaya.


"Mereka kan artis yang terkenal alim sejak muda dulu dan tidak ada gosip apapun." Ujar Flo tak percaya dan Imel mengangguk setuju.


"Dan, aku suka dengan film mereka loh." Sambung Imel karena 2 artis itu sering main di film Kenny yang pastinya Imel sangat kenal artis yang dia pakai.


"Kehidupan artis itu liar, kalian jangan tertipu." Ujar Miranda lagi, nenek tua itu begitu mengikuti zaman dan Imel begitu santai bisa mengobrol dengannya seperti teman sama dengan Flo. Sampai larut malam mereka mengobrol dan hanya tinggal sedikit sentuhan manusia yang akan dikerjakan Imel dan selesai!


Pernikahan Alister Cole dan Calla Gotama begitu hangat diperbicangkan, banyak tamu VIP yang diundang dan pernikahan itu tertutup demi menjaga privasi Calla yang masih takut dengan statusnya sosialnya.


Kedua kakak Calla juga datang setelah meminta maaf pada Calla yang mereka telantarkan dan mereka tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga Calla yang mereka yakin akan bahagia di kali ke 3 nya. Tapi lain dengan para kakak iparnya yang sejak tadi mengekori Calla ingin menjadi dekat, Alister akan menjaga dan mengajari Calla dunia sosial yang kejam agar istrinya yang baik dan polos itu tidak terlalu naif dalam menjalani hidupnya sebagai Nyonya Alister Cole.


"Ahh.. senangnya ini berakhir bahagia." Ujar Flo yang berdiri di sebelah Miranda yang sedang menangis haru melihat cucunya yang paling nakal telah menjadi pria dewasa yang bertanggungjawab.


"Iya.. tapi udah sisa berapa sekarang?" Tanya Miranda dan Flo melihat dalam bayangannya di dalam memory otaknya.


"Masih banyak, baru selesai 1601, hah.. berapa ratus tahun lagi aku disini tapi aku tahan kok. Hidup sebagai manusia tidak buruk dan aku bisa melakukan apapun, ya tentu saja selain itu, yang akan dilakukan cucumu nanti hehehe..." Flo terkekeh geli karena bagi peri pantang untuk berhubungan badan dengan lawan jenis manusia, selain mereka dikutuk, dunia peri juga akan mendapat hukuman, maka populasi peri sangat sedikit sebab 1 peri berbuat seluruh peri ikut mendapatkan hukuman yang bisa menewaskan lebih dari 100 peri dalam 1 kali hukuman, itulah peraturannya. Jika memang mau menikah maka ada ritual khusus untuk mencabut kutukannya dan menjadi manusia saja atau menikah dengan sesama peri.


\~\~\~\~\~ Update hanya untuk Bab Janda Kembang\~\~\~\~\~\~


Pernikahan Alister dan Calla sudah berlangsung 3 tahun dan kini Calla sudah menggendong anak keduanya seorang bayi perempuan cantik yang diberi nama Zinnia, seperti nenek dari Flo, nama ini diberikan Miranda untuk cucu perempuannya yang cantik seperti bunga. Alister sedang menggendong anak pertamanya untuk bermain bersama putrinya yang baru 3 bulan.


"Cium dedek cantiknya dong kakak Ervand." Anak lelaki lucu yang baru berusia 2 tahun itu mengecup pipi Zinnia dengan gemas, dia sudah tau kalau adiknya itu sangat cantik dan selalu menjaganya kala ada orang lain yang mendekat. Pernikahan Calla ini membuatnya sangat bahagia, Alister terus menghujaninya dengan cinta dan membuatnya bahagia.


~Janda Kembang (Calla dan Alister) END~


TBC~

__ADS_1


__ADS_2