
Malam harinya Florian dan Flo kembali duduk 1 meja di sudut restoran mewah itu dengan dandelion di samping Flo yang siap menerbangkan dirinya ke Robin yang juga sudah duduk dengan Lola istrinya.
"Lion, ingat kalau bisa kau nempel terus pada mereka dan biarkan beberapa kelopakmu bertebaran di rumahnya nanti." bisik Flo dan Lion segera menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Mario semakin lama semakin menggila setelah mendapatkan informasi lebih lanjut dari Suja siang tadi. Kantornya sudah kembali berantakan dan dia tidak bisa mengontrol emosinya. Bahkan Celine juga sudah lelah dan kesakitan, sebab keningnya juga berdarah akibat jatuh karena di dorong oleh Mario secara tidak sadar.
"Tolong panggilkan dokter dan berikan obat penenang degan dosis tinggi." Ucap Celine menelepon seseorang. 15 menit seorang dokter datang dan di dampingi beberapa pengawal untuk menahan Mario yang sudah seperti orang gila dengan kekuatan yang entah datang dari mana dia berusaha memberontak. Beruntung dokter bisa menyuntikkan penenang dan dalam waktu singkat Mario pun lemas dan tak sadarkan diri.
.
.
Mario masih tertidur dengan tenang dan Celine duduk di sofa dekat jendela kamar Mario sambil menjaganya membaca berulang-ulang informasi yang didapat oleh Suja.
Jade saat itu memang mencintai Mario tapi karena Robin kembali mendekatinya maka Jade kembali mengingat rasa cintanya pada Robin sejak masih kecil tapi dia tetap teguh dan berada di sisi Mario dan berusaha melupakan Robin. Tapi tidak dengan Robin yang selalu mendekatinya.
Sampai suatu hari Robin tau kalau Jade menjalin hubungan dengan Mario, direktur utama dan pemilik salah satu perusahaan besar dengan aset yang luar biasa banyaknya. Robin melakukan rencananya karena dia tau Jade masih menempatkannya di dalam hati dan itu berhasil dengan cara licik.
Malam saat Jade ulang tahun, Mario telah berpesan kalau dia akan sedikit terlambat dan menyuruh Jade menunggunya direstoran tempat mereka janjian, karena Mario sedang ada pertemuan penting dengan salah satu pimpinan perusahaan. Hingga Mario mabuk karena rekan bisnisnya itu terus-terusan mencekokinya dengan minuman beralkohol.
Jade yang sendirian terus saja menghubungi Mario tapi akhirnya sekretarisnya yang mengangkat telepon itu, Jade merasa kecewa dan akan pulang tapi Robin menghampirinya. Disanalah terjadi sesuatu pada mereka berdua, Robin membawa Jade pulang ke apartemennya setelah membuatnya mabuk dan mengambil kehormatan Jade.
Jade yang sudah merasa tidak pantas dnegan Mario pun mulai terpuruk karena dia sudah tidak bisa bersanding dengan Mario. Robin kembali membesarkan hati Jade sampai dia luluh kembali.
"Ck.. Robin brengsek!" Gumam Celine ketika sampai di informasi tentang kelakuan Robin pada Jade. "Mereka mempunyai hubungan toxic, pantas Jade mau saja mengambil uang Mario untuk diberikan ke Robin, ternyata otaknya sudah di cuci, Jade sangat polos.. aduuuhhh bagaimana ini?" Celine memijat kepalanya yang sangat pusing memikirkan hubungan Jade dan Robin dengan Mario.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Seminggu berlalu, Mario masih sama. Merasa bersalah dan marah pada diri sendiri dan juga dendam makin dalam terhadap Robin yang mengambil kesempatan sewaktu dia tidak ada di sisi Jade malam itu.
Terpuruk? itu lah kata yang cocok untuk Mario saat ini, dia hidup bagai orang yang tidak mempunyai tujuan hidup selain membalas dendam pada Robin dan menyesali perbuatannya sendiri.
Celine yang sudah tidak tahan dengan keadaan Mario langsung pergi menemui Florian, dokter, spikiater bahkan Lia sudah mendatangkan pendeta juga tidak membuahkan hasil.
"Ada apa? Kenapa kau menangis begini?" Tanya Florian begitu Celine masuk ke kantornya di salah satu restoran milik Florian. Celine sudah beberapa kali bertemu dengannya di kantor itu.
__ADS_1
"Aku tidak tahan lagi, melihat Mario yang semakin terpuruk. Apakah ramuan pelupa itu bisa kau ciptakan?" Tanya Celine masih terisak.
"Hentikan tangisanmu dan tenangkan dirimu, setelah itu ikut aku menemui seseorang." Ujar Florian lalu memberikan setotak tisu untuk Celine. Tak lama Celine sudah tenang dan mereka berdiap menemui Flora di suatu tempat.
Di sebuah taman yang indah di pinggiran kota, Flo sedang duduk di tengah taman itu menunggu Florian dan Celine. Toko sudah dia titipkan pada Thika dan juga sudah ada orang baru yang telah masuk beberapa hari ini untuk membantu Thika.
Baru sepuluh menit Flo duduk dia Florian sudah ada di depannya.
"Loh ini kan mba Flo yang di Magical Flower, untuk apa bertemu dengannya disini om?" Tanya Celine.
"Dia yang akan menjelaskan tentang ramuan itu, dan dia mirip denganku cuma lebih spesifik." ucap Florian dan Celine lagsung menatap Flo.
"Pantas saja mba Flo sangat cantik seperti peri-peri yang aku lihat waktu itu." Pekik Celine tertahan karena dia tidak lupa untuk merahasiakan semua hal tentang peri yang pernah dia lihat.
"Ehm.. begitulah jadi, apa rencana kalian?" Tanya Flo yang sebenarnya sudah tau apa permintaan Florian.
"Aku membantunya karena ingin balas budi, dia telah menyelamatkanku waktu itu dan kali ini aku yang ingin menyelamatkannya." Ujar Florian kemudian Flo mengangguk paham tapi dia masih tidak yakin apakah dia bisa membuat ramuan itu.
"Tapi ini sulit dan butuh waktu, bunga yang diperlukan bukan seperti magic flower waktu itu yang bisa aku tumbuhkan meskipun harus menunggu 2 tahun. Ini bunga yang cepat tumbuh tapi mencari temat yang cocok untuk tumbuh itu yang sulit dan harus meminta izin pada ratu Petunia." Jelas Flo.
"Kalau Petunia, aku yang akan meminta izin, tempat? Tempat yang bagaimana? Apakah villa ku tidak cukup nyaman untuk bunga itu tumbuh?" Tanya Florian.
"Kawasan gunung dan perbukitan AA adalah tempat yang cocok, sejak 10 tahun lalu tempat itu sudah dijaga dan tidak boleh dimasuki oleh siapapun karena akan di bangun resort, hanya saja belum terlaksana karena masih belum menemukan arsitek yang cocok. Tapi kita tidak bisa sembarangan masuk karena itu kawasan milik Arche Group." Ucap Celine tiba-tiba dengan penjelasan panjangnya.
"Perfect! Kalau begitu disana saja, aku akan bicara pada Fano." Seru Flo dengan wajah sumringah.
"Jangan Fano, aku akan temui Damian saja, Tuan Archer lebih cocok dengan Damian, kalau Fano mereka sering berselisih paham." ujar Florian.
"Kalian kenal dengan mereka?" Tanya Celine tidak percaya.
"Iya.. istri Fano teman baikku dan Fano dulu pegawaiku di Magical Flower hahahah..." Tawa Flo pecah mengingat Fano dan Imel.
"Wah.. benarkah? kalau om?"
"Damian temanku dan begitulah..."
__ADS_1
"Gila, kalian luar biasa. Apa 2 keluarga itu menggunakan kekuatan kalian untuk tetap diatas?"
"Hei bocah! Kau kira aku ini jin yang bisa mengabulkan segala hal?"
"Heheheh manatau kan..."
"Sudah.. sekarang aku mau cerita tentang Robin." Sergah Flo yang melihat mereka berdua sudah cukup bermain.
"Ada apa lagi dengan dia? Aku lelah hanya dengan mendengar namanya saja." Celine menghela nafasnya panjang tapi dia tetap memasang telinga dan fokus pada Flo.
"Lion sudah megikutinya seminggu penuh dan ini daftar kegiatan dia, dengan siapa dia bertemu,kekasihnya, bahkan penjahat yang dia sewa untuk menjebak para wanita." Flo memberikan 2 lembar kertas yang terltulis secara acak-acakan dan sepertinya hanya dia yang mengerti tulisan itu.
"Maaf karena aku mendengar semua cerita Lion sambil bekerja hehe.." Sambungnya lagi saat melihat Celine dan Florian mengkerutkan kening mereka.
"Tapi siapa Lion?" Tanya Celine.
"Tidak perlu tau, selagi kami membuat ramuan kau sebaiknya cepat jebloskan pria brengsek ini ke penjara. Ramuan itu akan lama.. berapa lama Flo?" Tanya Florian.
"Mungkin 2 minggu paling cepat dan 2 bulan paling lama." Sahut Flo cepat.
"Baiklah.. tapi bisakah bacakan ini untukku?" Celine melihat kembali tulisan Flo yang mungkin setara dengan tulisan resep dokter.
"Baiklah jadi begini..."
Robin selalu mencari mangsa di club milik temannya, di club itu dia biasanya memantau seorang wanita selama 2 sampai 3 hari lalu eksekusinya di lakukan oleh penjahat kecil jalanan untuk sekedar menakuti wanita itu di tengah jalan dan dia akan menolongnya. Dengan wajah tampan dan ramah, senyum yang manis dan hangat membuat wanita yang sedang terpuruk terpesona. barulah Robin mencari tau siapa wanita yang tengah dia dekati. Jika wanita itu kaya raya akan dia pergunakan, jika biasa saja maka hanya berlalu begitu saja.
Saat ini Robin sedang mendekati seorang wanita cantik yang sangat kaya raya tetapi sudah mempunyai suami dan 2 orang anak, dengan jarak usia 8 tahun lebih tua dari Robin tapi tidak masalah karena wanita itu cantik, sexy dan kaya.
"Aku dengar wanita itu istri dari seorang pengusaha batu bara di kota K, nah wanita itu sangat kesepian saat suaminya tidak ada dan sering berada di club. Aku juga suruh Lion mengikutinya dan sebenarnya wanita itu dan suaminya saling cinta, dia hanya ke club untuk melepaskan penat tapi di dekati oleh Robin." Flo berhenti karena dia lelah berbicara terus dari tadi.
"Siapa namanya?" Tanya Florian.
"Marcella dan suaminya Arthur, cuma itu yang Lion tau." Jawab Flo.
"Ah aku tau dan Tuan Arthur itu sangat menyayangi istrinya dan sangat posesif. Jika Robin ketahuan mendekati istrinya bisa aku jamin dia akan babak belur. Tapi apakah mau kita bocorkan? atau tetap pada jalur untuk memasukkan Robin ke penjara?" Taya Florian menatap ke arah Celine.
__ADS_1
"Aku mau dia membayar semua kejahatanya pada Jade, jadi sebaiknya dia hancur melalui jalur hukum." Tegas Celine dan Florian tersenyum, merasa bangga dengan gadis kecil itu yang telah dewasa.
TBC~