Magical Flower

Magical Flower
BAB 62 - Liburan ala Magical Flower 1


__ADS_3

Jam 7 pagi Flora turun ke lantai 1 untuk menyiapkan bunga untuk langganannya Koh Awi yang akan datang 10 menit lagi sesuai pesanan tiap bulannya.


Koh Awi baru saja pergi masuklah Imel yang terlihat tergesa-gesa dan di susul Fano bersama J dan Fio tentu dengan 2 maid di belakang mereka.


Mereka tampak sedikit sibuk pagi itu dan Flo heran menatap keluarga kecil nan bahagia itu.


"Kenapa kalian pagi-pagi kemari?" Tanya Flo dengan wajah herannya.


"Flo bantu aku bikin buket lily dan anggrek yang bagus dan ini.." Imel memberikan sebuah kalung mutiara pada Flo.


"Tolong bungkus bersama bunga itu aku akan bikin snack buket sendiri. Kami lupa hari ini mau berangkat ke rumah bunda, bunda dan Julian ulang tahun hari ini." Ucap Imel dan dia bergegas masuk ke area belakang untuk memulai mengerjakan buket snacknya.


Flo membereskan catatan yang sejak tadi malam dia buat dan Fano melihat sekilas.


"Kau buat apa Flo?" Tanya Fano yang melirik dan membaca coretan asal dan angka disana.


"Mau anggaran untuk biaya liburan, aku masih bingung mau kemana mengajak semuanya berlibur. Pengennya sih tutup 2 hari dan liburan bersama." Jelas Flo sambil melakukan tugasnya.


"Rencana mau kemana, kapan dan berapa hari?" Tanya Fano dan Flo menggeleng lalu menghembuskan napasnya karena sudah bingung mencari lokasi wisata.


"Aku bingung, kalau Bogor 2 hari mau ngapain? Bandung 2 hari ga cukup, yang ada capek di jalan. Kalau jauh lagi pusing juga tutup berapa hari?" Ujar Flo dan kini buket bunganyanya selesai tinggal membungkus kotak kalung mutiara saja.


"Anak-anak lebih suka kemana dan liburan yang bagaimana?" Tanya Imel yang kini sudah mulai menyusun uang yang sudah dia beli tusukan lidi ke dalam pot.


"Anak-anak maunya liburan yang capek di hari pertama dan hari ke-2 santai aja." Jawab Flo karena dia sudah menanyakan semua karyawannya dan mereka sepakat begitu agar tetap fresh saat kembali bekerja.


"Hm.. kalau ke daerah rumah bunda ada apa aja Imel?" Tanya Fano dan Imel baru ingat sesuatu dan dia langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Flo.


"Ah aku ingat, di belakang villa ada sungai kan.. nah di hulu sungai itu ada air terjun yang cantik, trus anak-anak di desa sering tubing disana." Ucap Imel dan Flo tertarik.


"Kalau gitu nanti kita sekalian tinjau lokasi saja gimana sayang?" Tanya Fano pada Imel yang sudah kembali menyelesaikan buketnya.


"Boleh.. nanti kita foto dan videoin tempatnya, gak jauh dari villa dan kau bisa hemat kalau tinggal di villa, atau sebagian bisa tinggal di rumah bunda."

__ADS_1


"Benar, selesai main air nanti BBQ di taman belakang villa dan disana ada kebun teh dan kebun bunga juga Flo."


Flo langsung mengangguk dengan mata berbinar, "Boleh kalian atur deh, mayan penginapan gratis hehehe..."


"Nah selesai..." Ucap Imel sambil mengangkat pot berisikan balon dan uang juga ada beberapa snack untuk Julian adiknya yang berulang tahun di hari yang sama dengan bundanya.


"Sip ayo kita berangkat." Lalu Fano memerintahkan supirnya dan 2 maid yang mereka bawa untuk membawa bunga dan buket dan menjaganya dalam perjalanan.


Tinggal lah Flo yang sudah membuka tokonya hari ini setelah Thika datang, mereka pun membicarakan saran Imel dan Fano tadi untuk liburan di desanya Imel.


"Boleh tuh Flo, jadi kita bisa hemat penginapan dan bagusnya kita kasih bonus tapi ke yang beruntung aja. Saranku kita beli apa gitu jadiin hadiah."


Perkataan Thika membuat Flo berpikir, lalu dia menghitung jumlah karyawannya dan jumlah dana yang tersisa.


"Wah bener Thika, memding kita beli kebutuhan rumah tangga ya, rice cooker, kipas angin, voucher belanja, kompor, dll." Ucap Flo dan Thika mengangguk.


.


.


"Dari pada beli itu mending AC sekalian sayang.." Ucap Fano yang menghampiri kedua wanita cantik disana.


"Loh kok nyusul?" Tanya Imel ketika berbalik dan Fano sudah di belakangnya.


"Takut istrinya di culik tuh.." Celetuk Flo sambil terkekeh dan Fano tersenyum.


"Kalau AC kemahalan Fan.." Tolak Flo karena belum tentu karyawannya mau memasangnya, belum lagi biaya listrik dan sebagainya.


"Hei.. kenapa emangya, aku sponsorin deh sama kulkas gede itu trus sama TV LED tercangih. 3 hadiah teratas. Sisanya kamu Flo." Ujar Fano dan Imel hanya tertawa mendengarnya, biasalah dia tidak ikut campur urusan uang karena yang diberikan Fano sudah berlebih.


"Wooohhh baiklah aku gak akan menyianyiakan kesempatan tuan muda Hastanta memberikan hadiah."


Flo tertawa bahagia, Fano juga senang bisa memberikan hadiah pada teman seperjuanganya dulu di Magical Flower.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Waaaahhh enaknya bisa jalan-jalan." Teriak Mala dengan hebohnya, dia yang sedang menikmati liburannya setelah melahirkan 3 bulan lalu sangat antusias dan berlari kesana kemari untuk membantu teman lainnya menaikkan barang bawaan.


"Hei ibu muda.. bisa bisanya senang ninggalin anak dan suami di rumah." Ejek Thika pada sepupunya.


"Hehehehe aman lah.. anak dan suami sudah ada yang jaga, sekarang giliran ibu dan istri yang senang-senang." Mala nyengir setelah menjawab Thika.


Total ada 15 orang yang ikut dalam liburan yang diadakan Flo untuk pertama kalinya dan ini juga kali kedua toko dan cafenya tutup, tapi liburan kali ini dia menutupnya 3 hari agar karyawannya puas dalam liburan dan bermain.


4 jam di tempuh dengan bus besar mewah yang dipinjamkan Fano pada mereka, dari jam 7 pagi berangkat akhirnya mereka sampai di villa milik Fano yang dia bangun khusus untuk Imel. Villa bergaya modern minimalis di kelilingi oleh perkebunan teh dan halaman yang cukup luas dengan kolam renang air hangat membuat siapapun betah berlama-lama di villa itu.


"Waaahhh.. bagus, mewah, aku sukaaaa!" Teriak Mala heboh lalu dia berlari menghampiri Imel dan Fano yang sudah menunggu mereka yang sejak tadi malam ada di villa.


"Ya ampun.. mimpi apa aku, bisa nginep di villa mewah tuan Hastanta!" Pekik koki yang selama ini menjadi teman Fano di cafe.


"Hahahah biasa ajalah.. kan baru kali ini kalian bisa liburan begini. Nikmatin." Ujar Fano lalu memberikan arahan ke mereka untuk menuju kamar masing-masing.


"Nah berhubung kamarnya cuma ada 6, karena sudah kepotong 1 kamar pelayan, 1 kamar kami, 1 kamar baby kami jadi 6 kamar itu gimana cara nyusunnya?" Tanya Imel dan beberapa orang disana tidak keberatan tidur di sofa.


"Pakai tenda saja, biar mirip camping, nih aku bawa 1." Ujar Bambang salah satu pelayan disana.


"Nah kalau memang mau pakai tenda bisa juga aku sudah suruh Bian bawa beberapa tenda besar." Lanjut Fano dan yang lainnya setuju.


"Kalian jalan-jalan saja ya... sekitar sini, jam 12.30 balik buat makan siang." Teriak Flo agar semuanya dapat mendengar suaranya.


"Siap Flo.. kami mau foto-foto cantik dulu." Ucap salah satunya dan mereka berpisah jam 11 siang itu untuk mencari kesibukan sendiri.


Semua orang sedang bersenang-senang dengan kegiatan masing-masing, begitu juga Flo yang sedang membantu Imel menjaga 2 anak lucunya J dan Fio yang begitu menggemaskan. Flo tidak akan tahan jika tidak bermain atau sekedar mencium 2 bocah tampan dan cantik itu.


"Aku berharap bisa punya anak cantik begini Imel.. tapi yah hanya angan-angan, aku harus jadi manusia dulu jika mau melahirkan." Ujar Flo sambil menggendong Fio di pangkuannya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2