Magical Flower

Magical Flower
BAB 49 - Flora - 24 Jam Bersama Flora


__ADS_3

6:00 AM


Flora bangun dari tidur nyenyaknya dan menggeliat berguling ke kanan ke kiri lalu duduk dan mengucek matanya perlahan, dia naik dan ke kamar mandi untuk mengguyur wajahnya dengan air dingin untuk menghilangkan kantuknya lalu melakukan ritual paginya di toilet. Setelah selesai dia berjalan ke dapur mungilnya dan meminum segelas air putih lanjut naik ke lantai tiga untuk segedar menggerakkan badannya agar tidak kaku. Dengan bersenandung ringan Flo menyiram semua tanaman di lantai 3 itu dan memetik beberapa buah dan sayur yang sudah siap panen.


6:30 AM


Flo turun dan membersihkan sayuran dan buah lalu dia tiriskan, lalu membersihkan kamarnya dengan menyapul dan mengepel. Dilanjutkan dengan mandi. Selesai mandi dia langsung masak sarapan, biasanya hanya segelas susu dan sandwich buatannya dengan banyak sayur didalamnya alih-alih daging atau sejenisnya.


7:00 AM


Dia turun ke bawah, mulai mmbersihkan meja dan lantai, memilih bunga yang masih layak jual atau tidak, mengganti air yang ada di pot bunga dari kecil hingga yang besar, memeriksa stock dan jenis bunga, kalau snack dan bahan-bahannya adalah tugas Thika. Lalu lanjut ke memeriksa hape dan kotak surat, biasanya akan ada beberapa surat lamaran kerja atau tagihan, dia masih mencari manajer pengganti untuk cafenya, sepertinya Flo akan mengangkat Mala saja jadi manajer cafe dan mencari kasir baru jadi lebih mudah.


8:00 AM


Flo membuka sedikit pintu toko sambil menunggu Thika atau siapa saja yang betugas masuk pagi di hari ini dan menunggu beberapa pelanggan tetapnya untuk mengambil bunga, seperti Koh Awi yang selalu datang 2 kali sebulan dan sekarang sudah bertambah langganan seperti Koh Awi itu termasuk Calla dan Alister.


Flo mencari mencatat beberapa nama bunga yang akan dia pesan untuk diantar malam ini atau besok, setelah jam 8 lewat dia menelepon untuk memesan bunga dalam jumlah banyak karena lusa mereka akan mengantar 300 buket bunga mini ke sekolah untuk perayaan hari guru di sekolah dekat sana.


8:30 AM


Flo tidak sendiri, kini dia sedang dibantu Thika untuk menghitung jumlah stock bunga palsu juga karena selain 300 buket bunga segar mereka juga kebanjiran buket snack dan balon pesanan dari murid-murid dari kelas 3 sampai 12 untuk guru mereka jadi hari ini dan besok sudah pasti sangat sibuk.


"Belanja online aja deh kayanya kalo untuk snacknya Flo, di aplikasi J**D lagi banyak promo tuh nanti kita checkout aja berkali-kali." Saran Thika,"Wah bener juga tuh ya udah pesan sekarang deh." Ujar FLo dan mereka berdua seperti sedang berlomba checkout keranjang aplikasi merah putih itu.


9:30 AM


Karyawan cafe mulai berdatangan termasuk Mala dan para koki yang membawa begitu banyak bahan, Flo menyerahkan semuanya ke mereka dan membebaskan mereka mengurus sendiri cafe itu.


Flo duduk dan tengah menggunting kertas wrapping sesuai ukuran dan berbagai warna agar nanti lebih mudah dalam pengerjaan buket bunga mini. Sambil sesekali menunggu pelanggan yang datang atau menelepon memesan bunga.


Seperti sekarang ini, "Pagi mba, bisa bikin buket mawar 88 kuntum tapi tengahnya pakai coklat ini?" Tanya pelanggan yang baru datang didepannya, Flo langsung berdiri dan menjawabnya segera.


"Bisa mas, mau mawar merah atau pink atau putih?"


"Merah aja deh.." Flo mengambil coklat bundar berwarna emas itu dan segera membuatkan pesanan itu, butuh waktu hampir 1 jam untuk meyelesaikannya tapi pelanggan itu tetap bersabar menunggunya.


11:00 AM


Selesai dengan mawar besar dan coklat itu datang lagi 2 orang wanita yang memesan bunga matahari tanpa dibungkus, dibelakang mereka ada 1 kakek yang datang membeli bunga Gerbera Daisy berbagai warna untuk alharhum istrinya yang telah meninggal beberapa tahun lalu. Di belakang si kakek ada seorang pria muda memesan bunga lily putih dan ingin dihias cantik untuk ibunya yang ulang tahun hari ini. Pria itu pelanggan bunga segar terakhir siang itu dan akhirnya Flo bisa istirahat sejenak sambil duduk kembali untuk menggunting  kertas wrapping.


12:00 PM


"Flo.. kami datang..." Ucap Imel yang membuka pintu dan dibelakangnya ada Fano yang menggendong Jarred di lengannya.


"Wah.. aku lupa kalo hari ini minggu, pantas saja cafe juga sudah ramai." Ujar Flo yang tidak seperti biasa akan mengambil Jarred dari Fano dia malah tetap mengerjakan pekerjaannya yang sangat banyak hari ini. Imel membantunya sambil mengobrol dan sesekali Flo makan karena Imel datang tidak dengan tangan kosong. Rantang 4 susun sudah berisi menu masakan special dari koki keluarga Hastanta dan semua orang bisa mencicipinya.


1:00 PM


Flo mulai merangkai bunga mini dengan berbagai macam jenis bunga, 1 buket ada 2 macam bunga dan 1 macam daun hias, wrapping juga sesuai dengan seleranya saja, karena tidak ada permintaan khusus. Sambil sesekali Flo menerima pesan atau telepon dan mencatat pesanan.


"Ray, bisa antarkan buket ini ke restorannya Florian?" Tanya Flo setelah selesai menerima telepon dari Florian yang meminta dikirimkan 1 buket bunga special untuk acara lamaran mendadak salah satu pelanggannya yang diadakan di retorannya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan buket itu dia berikan nota dan Ray siap untuk mengantarkannya.


2:00 PM


"Thika, aku dah capek nih.. duh mayan juga ya 300, ini baru 60 loh." Keluh Flo yang sudah pegal.


"Istirahat aja dulu Flo, masih banyak waktu, belum 1 jam udah 60 berati sampai malam ini selesai lah.." Ujar Thika yang juga masih menyelesaikan buket snacknya yang baru yang ke 5 dari 8 pesanan.


Flo melanjutkan lagi pekerjaannya, tapi baru buket ke 4 dia di panggil lagi oleh pelanggan yang baru masuk untuk membeli bunga.


"Mba bisa bikin hand bouquet wedding?" Tanya seorang wanita dengan tergesa-gesa.


"Bisa mba, mau dari bunga apa dan bagaimana?" Jawab Flo dan si wanita memperlihatkan foto bunga pengantin yang sederhana hanya saja bunganya yang sedikit membuat Flo bingung.


"Ini bunga Lily of the valey, saya tidak jual hanya ada ini koleksi pribadi." Ujar Flo dengan menyesal karena si Lilem itu langka dan susah menjualnya karna mahal.


"Duh.. sebentar ya mba saya tanyakan dulu." Wanita itu berbalik dan berbicara dari telepon untuk konfirmasi mengganti buket bunga wedding, akhirnya dia mendekat lagi ke Flora dan menunjukkan foto yang berbeda.


"Oh kalau ini ada, mau dibuat sekarang?" Tanya Flo.


"Iya mba mau dipake jam 5 sore ini."


"Ok tunggu sebentar."  FLo berbalik dan membuka lemari pendingin untuk bunganya dan membawa 1 tangkai lily putih dan beberpa tangkai mawar putih dengan sedikit baby breath dan dirangkai menjadi sebuah hand bouquet cantik dengan lilitan pita di tanggkainya.


"Tidak perlu pakai air mba bisa tahan kok sampai besok sore." Ujar Flo sambil menyerahkan bunga itu. Setelah melakukan pembayaran wanita itu berlari kecil dengan terburu-buru.


3.00 PM


"Kenapa mba Flo?"


"Mau minta masakin mie jawa tapi yang pedes."


"Hoo Kula uda jago, mau dimasakin?"


"Oh bole deh sekalian telor dadar ya, makasih Kula."


Sambil menunggu Flo kembali mengerjakan buketnya, hanya 15 menit Kula sudah selesai membuatkan pesanannya, Flo makan dengan lahap di dalam dekat dengan tempat kerja Thika sambil mengobrol.  Setelah itu dia lanjut lagi mengerjakan buketnya. Setelah cukup banyak, dibantu Rayhan mereka memindahkan kotak penuh bunga itu ke ruang penyimpanan.


4:00 PM


"Balik dulu mba Flo.." Sapa beberpa karyawan cafe yang menyelesaikan siftnya dan digantikan dengan yang baru datang untuk bekerja sampai jam 10 malam. Begitu setiap harinya, berbeda dengannya dan Thika yang masih mencari karyawan tambahan di toko bunga ini, sudah 2 bulan mereka mencari tapi tidak ada yang bisa merangkai  ataupun sabar dalam membuat snack sekedar membantu Thika.


"Gimana kalau cari anak kuliahan yang baru semester awal, biasanya mereka lebih rajin dan masih penasaran pada dunia kerja." Saran Thika dan Flo setuju. Mereka akan menempel lagi dan membuat pengumuman di IG untuk hiring pekerja part time lagi.


"Sore mba.. mau beli bunga krisan kuning 10 tangkai ya.." Datang seorang wanita paruh baya, dan Flo segera melayaninya membungkus bunga krisan kuning dengan kertas saja. "Terima kasih."


Baru saja wanita itu pergi datang lagi 2 remaja yang minta dibikinkan buket bunga mawar yang murah saja untuk nembak cewe, begitu katanya.


"paling murah berapa kak?" Tanya saah satunya.


"Kalau yang kecil 85 ribu kaya ini." Flo menunjukan foto mawar dengan terbungkus cantik.

__ADS_1


"Iya yang ini aja kak." Ucap remaja itu lagi dan Flo segera mengerjakannya hanya 10 menit buket itu selesai.


Masuk lagi seorang bapak yang cukup tua, "Apa ada jual bunga aster?" Tanya Bapak itu.


"Ada pak tapi hanya ada ungu dan pink. Mau berapa banyak? Per ikatnya 10 tangkai 15ribu." Jawab Flo lengkap karena sepertinya bapak ini akan ziarah.


"Aku mau 5 ikat dan krisan campur warna 5 tangkai ya." Flo mengambil semua pesanan itu dan membungkusnya hanya dengan kertas saja.


"terima kasih pak."


"Iya sama-sama."


"Wah yang beli hari ini lumayan juga.. " Ucap Thika yang sudah selesaikan pesanan buketnya, kini Flo dan Thika duduk bersama mengerjakan buket mini dan sudah ada 140 yang selesai. Masih ada beberapa jam lagi untuk menyelesaikan 300 buket mini itu.


6:00 PM


Flo dan Thika masih mengerjakan buket mini mereka, Rayhan yang tidak banyak pengantaran hari ini pun ikut membantu hanya mengikat bunga, untuk wrappingnya dia tidak bisa, dia hanya bantu seadanya dan itu cukup untuk meringankan pekerjaan Thika dan Thika.


"Ray, istrimu sudah hamil berapa bulan?" Tanya Flo di sela mereka bekerja.


"Udah 4 bulan nih.." Jawabnya dan Flo mengangguk dengan perasaan senang melihat Ray yang sudah menikah dan menunggu anaknya,


"Nah masih kerja ga?" Thika bersuara.


"Masih lah, malah semangat karna bosnya baru diganti dan yang ini baik banget, cewe masih muda." Jawab Ray lagi.


"Kamu ada kenalan ga yang bisa kerja disini? Kita butuh nih lihat kerjaan makin banyak, untung aja Florian baik bunganya di undur 2 hari belum diganti." Tanya Flo yang sudah sedikit lelah mencari pekerja yang bisa membantunya.


"Gak perlu pintar, yang penting mau belajar. Liat Thika dulu sekaku dan sejelek apa buketnya sekarang lebih jago dari aku kan." Sambung Flo lagi.


"Dekat aku ga ada sih, tapi kemarin ibu ku ada cerita kalau ada single mom yang baru pindah ke sebelah rumahnya dan anaknya masih 6 tahun di tinggal suaminya selingkuh dan sekarang lagi cari kerja, cuma masalahnya adalah dia butuh bos yang bisa terima anaknya kalau pulang sekolah bisa bareng gitu." Jelas Ray dan Flo sepertinya paham.


"Suruh datang aja dulu besok sama anaknya juga biar kita lihat dulu, kalau anaknya patuh dan tidak nakal mungkin bisa disini aja." Ujar Flo, dia mencoba memberi kesempatan karena biasanya single mom akan lebih rajin lagi.


"Sip nanti aku beritahu ibu dulu, besok jam berapa aja kan?"


"Iya jam berapapun aku kan disini terus."


8:00 PM


Flo telah dan Thika menyelesaikan buket mini mereka dan Rayhan tengah mengangkat dan menyusunnya di dalam kotak untuk masukkan ke ruang penyimpanan.


Setelah semua beres Ray dan Thika permisi pulang sehabis lembur 2 jam lebih dan Flo bersiap menutup toko bunga, cafe akan buka sampai jam 10 seperti biasanya. Flo meninggalkan tempat kerjanya dan mengunci tangga menuju lantai 2 kamarnya, untuk cafe dia sudah serahkan ke Mala dan Tirta kepala chef di cafe, begitu sebutan Flo ke kokinya biar keren.


Flo mandi dan mulai membuat makan malamnya yaitu salad sayuran dengan parutan keju, segelas susu, kemudian makan sambil nonton drakor sampai dia mengantuk.


11:30PM


Flo akhirnya ngantuk dan memilih tidur.


Begitulah 24 jam yang dilalui Flo setiap harinya dengan pelanggan yang berbeda dan pekerjaan yang sama setiap harinya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2