
Wina telah sadar, dia kini masih terbaring dan di temani Wati yang selalu menjaganya. Sementara Bayu yang menangani toko karena Wati sudah mempercayakan seorang karyawannya untuk membuat kue dengan resepnya dan semuanya baik-baik saja.
"Ma.. kapan Wina bisa pulang?" Tanya Wina yang mulai terlihat segar.
"Kata dokter seminggu ini harus di RS dulu, karena takut ada komplikasi. Kalau seminggu ini semuanya baik maka bisa pulang dan hanya rawat jalan saja." Jelas Wati dan Wina tersenyum. Dia mengedarkan pandangannya dan tampak ada 2 bunga segar baru yang belum pernah dia lihat.
"Itu bunga dari siapa ma?" Tanya Wina, melirik ke bunga putih yang sangat cantik itu.
"Oh ada teman kamu namanya Dafi tadi malam datang berkunjung bersama Asmi dan Rima." Jawab Wati.
"Loh.. Dafi kenapa bisa kesini?" Tanya Wina sedikit terkejut.
"Lah mama gak tau, coba tanya ke Asmi atau Rima deh.. tadi malam mama tinggal soalnya ada pesenan khusus." Wina mengerutakan keningnya.
"Dafi.." Gumam Wina pelan hampir tanpa suara.
.
.
.
"Siang mba Flo.." Sapa Dafi yang untuk kali kedua dia datang, tapi kali ini dia mersama Rima dan Asmi.
__ADS_1
"Siang.. mau pesen bunga lagi buat Wina?" Tanya Flo menebak.
"Yes, mba Flo.. kali ini bunga terakhir." Seru Asmi dan Flo mengerti, karena Wina akan pulang hari ini setelah total 7 hari di observasi setelah operasi.
"Baiklah, aku bikinkan yang paling bagus untuk bunga terakhir di rumah sakit. Tapi setelah ini harus pesen bunga lainnya untuk moment bahagia ya..."
"Sip mba!" Sahut Rima dengan senangnya.
Flo merangkaikan bunga yang cukup besar untuk Wina, 3 tangkai bunga matahari besar dan dikelilingi oleh gerbera daisy berwarna magenta. Buket bunga yang terlihat sangat cerah dan menyambut kesembuhan Wina.
"Wah.. bagusnya." Pekik Asmi yang mengambil buket itu dan berfoto untuk mengabadikan bunga yang sangat cantik sebelum diberikan ke Wina.
Asmi dan Rima berjalan berdampingan menuju ruangan Wina yang saat ini sedang merapikan barangnya di bantu oleh mama Wati dan kak Bayu.
"Selamat siang!" Ucap Asmi dan Rima bersama dan terlihat riang.
"Siang..." Suara yang dikenal Wina menyapa dan Wina terkejut melihat Dafi yang ada di depannya.
"Ini untuk kamu, bunga terakhir di rumah sakit. Kedepannya aku akan memberikan bunga dengan datang ke rumahmu." Ucap Dafi dan Wina tersenyum malu seraya mengambil bunga itu yang begitu cantik dan terlihat cerah ceria.
"Terima kasih." Ucap Wina tertunduk.
"Cieeee.... clbk nih..." Celetuk Asmi menggoda mereka dan Bayu yang melihat mereka juga tertawa bersama sambil menggeleng pelan.
__ADS_1
Bahagianya Wina bisa sembuh dan kembali ke rumah. Bulan depan dia akan bekerja lagi, beruntung atasan tempatnya bekerja saat ini memberikannya cuti panjang meskipun tanpa dibayar, Wina masih bisa datang bekerja kapanpun setelah dia sembuh.
.
.
3 bulan berlalu, Wina yang semakin sehat telah masuk bekerja kembali dan kabar baiknya adalah dia kembali menjalin hubungan dengan Dafi yang mulai serius. Dafi kembali ke Jakarta karena dia telah di angkat jadi team leader di tempatnya bekerja dan sudah menjadi karyawan tetap.
Kehidupan mama Wati dan Bayu juga semakin membaik, Wati masih mengambil bunga dari Magical Flower untuk dijual kembali dan tentu Flo senang melihat keluarga itu yang semakin baik.
Berbeda dengan kehidupan Bagas yang makin menurun karena kesehatan Bagas sedang tidak bagus maka dia terpaksa berhenti kerja dan ini membuat Wulan uring-uringan karena uang masuk juga berkurang.
Wulan memang mencintai Bagas tapi dia mengambil yang bukan hak nya dengan cara yang tidak benar, sehingga miliknya juga akan diambil dengan mudah oleh Sang pencipta.
Selain Bagas, Wulan juga sedang berusaha memperbaiki keadaannya. Karena mengurus suami dia kadang lupa melakukan ritual mistiknya jadi selain kondisi keuangan yang makin buruk, dirinya juga semakin mengerikan dengan wajah kusam tak terawat dan semua yang melihatya menjadi tidak suka dan sebal saja.
"Flo.. sepertinya pelet yang dipakai Wulan mulai runtuh deh, trus ternyata dia pakai susuk." Ujar Lion pada Flo.
"Oh iya kah..? Gawat kalau gitu. Biar saja deh, mereka yang cari masalah dan konsekuensinya ya begitu." Balas Flo yang tidak mau tau tentang urusan mistik karena itu sangat bertentangan dengan dunia peri.
"Yang penting Bu Wati dan keluarganya baik-baik saja. Itu sudah cukup lah.. selebihnya itu urusan mereka dan keluarga besarnya." Lanjut Flo dan Lion setuju.
Tugas Flo selesai untuk hari ini dan dia kembali ke kamarnya untuk istirahat, besok dia akan menunggu cerita menarik dari kaum manusia dengan kisah cinta mereka.
__ADS_1
~Bunga Terakhir - Wina - End
TBC~