Magical Flower

Magical Flower
BAB 78 - Ramuan Pelupa Cinta (Part 13)


__ADS_3

Celine sedang berada di salah satu ruangan kecil di gedung kepolisian menunggu Robin yang sedang di panggil. Besok adalah hari persidangan dan Celine akan serahkan semuanya ke pihak berwajib untuk hukuman apa yang pantas pria ini dapatkan. Tapi Celine juga ingin tau motif sesungguhnya dari Robin yang telah melenyapkan Jade.


"Siapa kamu?" Tanya Robin yang baru saja di dudukkan oleh petugas di depan Celine yang menatapnya dengan tajam.


"Tak perlu tau, aku hanya ingin memastikan apa hubungan sebenarnya dirimu dan Jade dan apa motifmu membunuh Jade?" Tanya Celine to the point.


"Hahahah kenapa kau tanyakan itu? Aku sudah mengatakan semuanya pada polisi kau tinggal tunggu saja lagi pula aku sudah pasrah dengan semua bukti yang memberatkanku." Jawab Robin tanpa rasa bersalah.


"Kau sangat kejam, bahkan membunuh anakmu sendiri." Ucap Celine, mereka sengaja menyembunyikan fakta bahwa Jade juga sedang mengandng saat itu.


"Apa maksudmu? Aku tidak punya anak." Sahut Robin dengan cuek.


"Kau tidak tau kalau Jade sedang mengandung dan bisa aku pastikan kalau itu anakmu karena Mario tidak pernah menyentuhnya." Balas Celine seketika wajah Robin berubah pucat.


"kau pasti bohong, Jade tidak memberitahu apapun dan aku hanya meyingkirkan wanita bodoh itu, aku tidak ernah mencintainya sama sekali dan dialah yang tergila-gila padaku seperti Mario itu, tergila-gila pada Jade dan menjadi pecundang."


Celine mengepalkan tangannya kuat menahan emosi karena mendengar ucapan Robin.


"Baiklah.. ini buktinya dan kau! Aku pastikan kau akan membusuk di penjara." Ucap Celine dengan tegas sambil melempar sebuah kertas di meja untuk di lihat ileh Robin.


Celine berjalan keluar, dia tidak mau tau lagi yang penting Robin dipastikan akan membusuk di penjara. Sedangkan Robin menatap nanar pada kertas yang ada di meja yang menyatakan bahwa Jade meninggal dalam keadaan hamil 2 bulan.


.


.


.

__ADS_1


1 minggu berlalu,


Flo dan Florian masih menunggu bunga itu tumbuh dan pagi ini mereka tersenyum senang melihat kuncup bunga itu telah tumbuh dan dengan kekuatan perinya Flo membuat bunga itu mekar dengan indah. Bunga putih kecil yang bercahaya.


"Sudah.. benih dari Petunia memang luar biasa, kita telah tumbuhkan 2 bunga ini dan sudah cukup untuk membuat ramuan pelupa cinta. Sisanya akan aku musnahkan karena di dunia manusia bunga ini telah punah." Ucap Flo lalu mencabut tunas bunga yang telah tumbuh untuk di musnahkan sesuai dengan perintah dari ratu peri.


"Sekarang kita bisa pulang?" Tanya FLorian dan Flo mengangguk.


"Tapi kita olah dulu ini, karena butuh mata air juga." Jawab Flo dan Florian mengerti. Dia lalu berjalan ke arah sungai dan mengambil air dari salah satu mata air disana. Sedangkan Flo menyiapkan guci keramik untuk merendam bahan-bahan untuk di olah.


"Kita bisa pulang besok pagi, untuk memastikan ramuan ini berhasil, karena harus menunggu 1 malam untuk meleburkan semuanya." Ujar Flo yang masih bekerja dengan serius.


Florian hanya melihat dan sesekali membantu bila di butuhkan, dia tidak menyangka bahwa kurang dari 2 minggu ramuan ini selesai.


"Hem.. Flo, setelah ini selesai aku akan membawamu ke Petunia. Ada hal penting yang akan kita bahas tentang masa hukumanmu." Ucap Florian tiba-tiba.


"Masa hukumanku? Ada apa? Apakah serius?" Tanya Flo karena biasanya Petunia akan memberikan sinyal jika dia akan membicarakan hal oenting tentang hukumannya.


"Jangan khawatir, bukan hal yang membahayakan hanya saja mungkin kau harus meninggalkan dunia manusia untuk sementara." Sambungnya lagi.


"Ah.. " Flo hanya mendesah pelan, wajahnya jadi murung dan dia diam tidak berkomentar apapun. Akhirnya Florian dan Flo hanya diam di malam yang gelap dan sunyi itu, tapi Florian tau apa yang dipikirkan oleh Flo.


.


.


Pagi harinya, Flo dan Florian bersiap untuk kembali dan guci ramuan itu telah jadi. Flo tidak melepaskannya sama sekali karena takut terguncang dan jatuh. Setelah menempuh perjalanan darat 1 setengah jam mereka sudah berada di pesawat untuk kembali dan Celine yang telah di hubungi juga sangat cemas.

__ADS_1


Mario yang masih belum sadar telah di pindahkan ke salah satu villa milik Lia karena dia mungkin masih akan tertidur lama setelah meminum ramuan itu. Segala sesuatunya sudah Celine dan Lia siapkan, alasan kenapa Mario tidur lama juga sudah di persiapkan sampai dokter dan lainnya agar ketika Mario bangun dia tidak terlalu bingung dengan situasinya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Akhirnya kalian kembali." Ucap Celine lalu memeluk Flo.


"Dimana Mario?" Tanya Florian dan Celine mengantarkan mereka ke kamar Mario. Tubuh lemah itu tak berdaya, jarum infus masih terpasang dan kamar itu seperti ruang ICU meskipun belum pernah memasang alat apapun di tubuhnya.


"Kenapa bisa samai seperti ini? Apa ada cedera atau lainnya?" Tanya Flo begitu melihat kondisi Mario yang menyedihkan.


"Ehm.. sebenarnya iya, kami memang menyembunyikan hal ini. Mario mencoba bunuh diri tapi berhasil di gagalkan pelayan yang kebetulan masuk dan beginilah jadinya. Secara fisik sudah sembuh hanya saja dia tidak mau bangun." Jelas Celine.


"Bagaimana ini? Ramuan ini harus dia minum dan dengan keadaannya begini cara minumnya?" Tanya Flo yang bingung dengan keadaan Mario.


"Bisa pakai selang, ada dokter disini, yang penting air itu masuk kan ke dalam tubuhnya?"


"Iya sih.. ya sudah kalau begitu aku serahkan ke kamu dan ini tidak ada hal lainnya lagi hanya minum 1 gelas kecil saja. Sisanya akan kami musnahkan."


"Baiklah."


Flo menuang ramuan itu yang seperti air biasa, tanpa warna atau pun bau meskipun di dalam guci terlihat ada sedikit cahaya yang keluar.


Celine meminta mereka menunggu di ruangan lain agar tidak kelihatan oleh dokter yang bertugas hari itu.


"Sudah.. tapi ibunya Mario dalam perjalanan kemari. Kalian mau langsung pergi? Apakah ada hal lainnya yang harus kami lakukan untuk Mario?" Tanya Celine. Dari wajahnya sangat terlihat guratan kesedihan tetapi dia tetap berusaha tegar.


"Tidak ada lagi, nanti kalau dia bangun dia hanya akan seperti Mario yang biasanya tetapi dia tidak akan kenal dengan siapapun yang dia cintai, dalam arti kekasih atau wanita yang bukan keluarganya. Sebenarnya dia hanya akan tertidur paling lama 3 hari tetapi jika kondisinya begini aku tidak bisa pastikan." Flo menjelaskan dan Celine menganggu tanda mengerti.

__ADS_1


"Baiklah, besok aku juga akan kembali ke Autralia dan mungkin akan kembali bekerja disana. Mau kah kalian menemaniku hari ini, kita makan malam dan aku yang traktir." Ucap Celine sambil mengulas senyum terpaksanya dan tentu mereka akan menemani Celine yang sedang sedih.


TBC~


__ADS_2