
Seminggu berlalu, kini Florian sedang sibuk untuk mengadakan pesta pernikahan yang megah untuk Flo. Jika dulu Flo yang memdekor pernikahan mewah untuk orang-orang penting dan kaya kini Florian langsung mendatangkan peri penjaga hutan untuk mendekornya yaitu putrinya sendiri Iris.
Dengan bantuan River juga yang rela jauh-jauh datang untuk membuat air mancur ajaib yang bisa menari sendiri tentu saja semua adalah keajaiban tapi orang-orang akan mengira itu adalah teknologi.
Imel bertugas memilihkan baju pengantin untuknya, mereka sedang ada di butik paling terkenal dan memilih beberpa gaun yang indah untuk Flo.
"Flo coba ini.." Imel membawa 1 gaun biru muda yang cantik dansedikit terbuka di bagian punggung. Flo langsung menyobanya dan hasilnya sangat cantik.
"Ini juga." Imel membawakan 2 buah gaun lagi, putih dengan bawahan megah dan abu-abu silver dengan bawahan mermaid 2 tingkat, sangat unik.
"Mau berapa gaun sih? Kan pestanya cuma 1 hari 1 gaun cukup." Protes Flo yang sudah lelah berganti-ganti gaun untuk dicobanya.
"Yang untuk pesta nanti dulu, ini untuk foto prewedding, pesan FLorian siapkan 3 gaun pengantin dan 3 gaun malam, 3 minidress. Ucap Imel agar Flo tidak protes lagi, tapi malah dia menghela nafas panjang.
"Berarti aku harus berganti-ganti baju 9 kali..." Lirihnya membayangkan betapa lelahnya dia nanti.
"Ya begitulah.." balas Imel yang masih sibuk dengan urusan mencari gaun.
.
.
__ADS_1
.
Sampai pada saat foto prewedding yang di lakukan di dalam gedung, lalu lanjut di pantai dan hutan. Semua selesai dalam waktu beberapa hari, bisa dibayangkan betapa lelahnya Flo saat ini. Belum lagi acara pernikahan yang dilangsungkan di hotel Florian yang cukup besar dengan undangan yang sangat banyak. Semua orang penasaran siapa istri dari Florian, pebisnis yang terkenal misterius.
Hari H pesta pernikahan, di aula hotel itu telah banyak berkumpul teman, kolega bisnis bahkan dari pesaing bisnis juga hadir. Tidak ada seorang pun yang tidak kagum melihat dekorasi pernikahan yang mengingatkan pada pernikahan terdahulu dari keluarga Hastanta, hutan peri. Tapi kali ini hutan peri terlihat dan terasa nyata.
"Wah gila Flo... ini mewah dan indah." Ucap Mala yang sejak tadi berisik mengagumi keindahan aula hotel yang telah di sulap menjadi hutan peri.
Flo tersenyum, dia sungguh tidak bisa berkata apapun karena ini benar-benar melampaui batasnya.
"Flo ayo.." Ajak Florian yang baru saja masuk ke dalam ruang tunggu pengantin wanita. Tidak ada prosesi apapun lagi selain pesta pernikahan yang megah ini.
.
.
.
"Sangat indah."
"Sempurna, kedua mempelai sangat serasi bahkan nama mereka mirip."
__ADS_1
"Anak mereka juga sangat cantik mirip pengantin wanita."
"Ini akan jadi konsep pernikahan impian."
Florian dan Flora kini berada di atas pelaminan yang juga sangat cantik dengan bunga-bunga indah. Senyum mereka tak pernah pudar sampai akhirnya Flo menitikkan air mata haru, akhirnya dia merasakan juga menikah seperti manusia pada umumnya.
"Jangan nangis Flo.. kau harus terus tersenyum baru cocok untukmu." Ucap Florian sedikit berbisik. Flo tetap tersenyum meskipun air matanya turun melewati pipinya. Iris menghampiri Flo lalu mengusap air mata itu.
Pernikahan berlangsung meriah, bahkan Imel juga ikut merasakan bahagia yang luar biasa melihat Flo bisa menikah ala manusia.
"Flo, akhirnya kita bisa menjadi tua bersama, bukan hanya aku, kau juga..." Bisik Imel ketika pesta hampir selesai.
"Iya Mel, awalnya aku sedikit cemas tapi setelah di jalani ini tidak buruk malah sangat menyenangkan." Ujar Flo membenarkan.
"Aku senang, setidaknya sudah bisa praktek adegan romantis di drama korea yang kita tonton, hahahah."
"Dasar, kau jadi mesum setelah menikah."
"Yah ternyata enak.. haduh."
Flora dan Imel terus mengobrol dan tertawa membuat semua orang sangat iri melihat mereka yang cantik bagai peri.
__ADS_1
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian semua." Ucap Iris lalu dia kembali lagi untuk menuju tempatnya di hutan peri.
Magical Flower (Flora - Florian) - END