Magical Flower

Magical Flower
BAB 36 - Pergi Untuk Kembali (Part 4)


__ADS_3

"Arjun, Shanka?"


Gauri dan Thika kembali dan mereka melihat Arjun dan Shanka duduk bersama dengan mulut Arjun sedang mengunyah dan tangannya memegang donat, Gauri sedikit terkejut dengan adanya Shanka disana. 'Jadi Shanka kembali tinggal disini?' Batin Gauri melihatnya disana.


"Waahhh donatnya tante dimakan Arjun." Ujar Thika mendekati dan Arjun langsung mengambil lagi donat yang ada di dalam box untuk diberikan ke Thika.


"Makan aja, tante rela kok semuanya untuk Arjun." Sambung Thika lagi dengan mengelus kepala bocah itu.


"Arjun, bilang terima kasih dan ayo kita masuk dan makan nasi." Ujar Gauri dan Arjun menurut.


"Makacih om tante.. Ajun mau macuk ama mami.." Arjun berlari menghampiri Gauri yang masih menunggunya di depan pintu, Gauri menundukkan kepalanya sembari tersenyum melihat Shanka dan Thika lalu masuk kedalam.


Thika mendengus lemah tapi panjang menatap Gauri, dia tidak rela melihat Gauri temanya yang cantik dan cerdas bernasib seperti ini. Shanka juga tidak bisa berbuat apapun selain hanya memantaunya, dia telah tau semua yang terjadi pada Gauri dari Thika. Sahabat itu masih duduk disana, ditengah antara 2 rumah dan terdiam dalam pikiran masing-masing.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Thika.. kenapa kau akhir-akhir ini suka melamun sih? Liat itu snack bentuknya jadi aneh." Tergur Flo dan Thika baru sadar dan melihat buket snack bikinannya jadi tak karuan bentuknya, dia mendesah pelan.


"Flo, masih ingat Gauri?" Tanya Thika, dia mendekat dan duduk disamping Flo yang sedang menghitung pengeluaran biaya untuk membeli beberapa jenis bunga baru.


"Iya, ingat. Temanmu yang mirip artis bollywood itu, kenapa emangnya?" Tanya Flo tapi Thika langsung berdiri dan terkejut melihat ada yang masuk ke toko.


"Selamat siang.." Sapa Flo begitu melihat ada yang datang. Thika sudah mengepal tangannya kuat dan emosi melihatnya.


"Siang, saya mau pesan bunga ini ada gak ya?" Tanya wanita cantik memperlihatkan foto bunga di ponselnya dan dia datang bersama seorang pria yang dikenal Thika.


"Ohh bunga Daffodil, tidak ada mba karena sulit dapat disini." Jawab Flo sedikit tidak enak karena wanita itu terlihat kecewa.


"Hm.. kalau bunga lain yang punya arti sama ada gak ya?"


"Bagaimana kalau lily kuning saja mba? Maknanya keceriaan dan kebahagiaan."


"ah boleh deh.. bikinkan buket yang bagus dan besar yah untuk hadiah ulang tahun temanku."


"Baik, silakan duduk dulu."

__ADS_1


2 orang itu memilih untuk duduk di cafe sambil menikmati teh terenak disini yaitu teh mawar. Flo langsung mengerjakan buket itu dan untungnya lily kuning masih ada 10 tangkai dan dia segera merangkainya.


"Kenapa sih Thika?" Tanya Flo begitu lihat Thika bertingkah aneh.


"Itu, mereka mesra banget.. pria itu suami Gauri." Ujar Thika dan Flo sangat terkejut mendengarnya.


"Serius?" Thika mengangguk dan dia sangat penasaran hubungan keduanya. Flo mengerti kekhawatiran Thika dan mengetuk pot Lion 2 kali lalu 2 kali lagi untuk mengikuti kedua orang itu. Setelah mereka pergi membawa buket bunga Thika mulai bercerita tentang Gauri.


"Jadi Gauri itu dulu pacarannya sama Shanka, sejak SMP dan kami bertiga adalah tetangga. Aku dan Shanka sudah berteman sejak aku belum lahir malah.. karna orang tua kami sahabatan, nah Gauri baru pindah ke sebelah kami saat dia SMP itu. Tapi karna orangtua Gauri yang mata duitan dan yah.. kami bukan dari keluarga kaya, Gauri akhirnya di nikahkan setelah selesaikan kuliahnya. Hubungan mereka gak direstui dan agar Gauri dan Shanka gak berhubungan lagi. Sekarang Gauri hidup menderita, dia baru bulan lalu menggadaikan rumahnya untuk meminjam 100juta, katanya sih suaminya mau usaha dan itu suami laknat udah 5 bulan gak kerja, eh sekarang udah kerja malah gandengan sama wanita lain, bikin kesal saja..." Jelas Thika dan Flo akhirnya mengerti.


"Aku heran yah.. Gauri begitu cantik dan lemah lembut, wanita tadi memang sih cantik juga tapi perbedaannya sangat jauh." Ujar Flo dan Thika membenarkan.


"Mungin karna kaya. Tapi dia juga udah seminggu gak pulang karna Gauri kembali ke rumah lamanya, rumah ibu mertuanya disita karena ga bayar pinjaman bank dah gitu mertuanya sangat menyebalkan, kenapa sih si tua bau tanah itu masih hidup aja." Kesal Thika.


"Eh jangan gitu nanti idupnya makin lama loh.." Tawa Flo menggelegar dan Thika makin kesal mengingat kelakuan Anju.


"Dulu Shanka miskin dan Gauri nikah sama orang.. gak kaya sih tapi berkecukupan, sekarang malah terbalik. Shanka kerja keras 6 tahun di kapal dan kesepian, udah banyak uang tapi cintanya gak bisa kembali." Keluh Thika, dia sudah 2 bulan ini selalu memikirkan hidup sahabatnya kenapa gak jauh beda dengannya, ada apa dengan mereka dalam hubungan percintaan?


"Jangan gitu, ambil sisi positifnya.. kalau Gauri gak nikah dengan orang lain, Shanka gak mungkin pergi dan punya banyak uang. Jadi tinggal usaha Shanka saja untuk dapatkan Gauri kembali. Shanka itu memang jodohnya Gauri deh.. lihat, Shanka balik, Gauri makin banyak masalah dan suaminya selingkuh. Jadi mungkin takdir Shanka adalah pergi untuk kembali lagi ke sisi Gauri." jelas Flo panjang lebar, Thika membelalakkan matanya, dia setuju dengan penjelasan Flo.


"Benar Flo, tumben kamu jadi bijak gini.." Thika mengangkat 2 jempolnya untuk Flo.


+//+


Sudah hampir 1 bulan Gauri bekerja dan akhirnya dia mendapatkan gaji pertamanya meskipun belum full 1 bulan gaji tapi dia bersyukur melihat nominal yang dia dapatkan, lumayan untuk menyambung hidup 1 bulan kedepan. Aditya juga sudah mengirimkan uang bulanan, meskipun cuma sedikit tapi Gauri bersyukur setidaknya dia masih ingat kewajibannya meskipun sudah 1 bulan ini dia tinggal di luar. Gauri juga tidak mau ribut karena Aditya mungkin merasa harga dirinya terinjak jika harus tinggal di rumah mertuanya, sedangkan ibunya malah senang saja bersama Gauri yang masih melayaninya dengan baik.


"Ibu.. orang tuaku akan kesini selama seminggu, jadi mereka pasti akan menempati kamar ini. Ibu bisa pindah sementara ke kamarku ya.." Pinta Gauri sopan, orang tuanya memang sudah lama kembali ke kampung halaman karena pensiun dan lega karena Gauri sudah menikah dengan pria mapan.


"Ngapain sih orang tua mu datang kesini lagi? Mereka bukannya sudah enak tinggal di kapung pakai uang mahar dan tanah yang aku berikan? Menyebalkan!" Ujar Anju kesal, dia tetap tidak mau pindah kamar.


"Ibu, ini memang kamar orang tuaku bu, ibu pindah ke kamarku saja, aku akan ke kamar belakang." Ucap Gauri lagi dengan nada lembut agar mertuanya itu tidak marah dan akhirnya Anju pindah ke kamar Gauri.


.


.

__ADS_1


Sore harinya ayah dan ibu Gauri tiba di rumah mereka dan heran kenapa dan besannya yang tinggal disini dan mereka juga belum tau alasan Gauri pindah kerumah mereka lagi. Lebih herannya lagi, mereka kaget melihat rumah disebelah yang telah lama kosong dan hampir roboh kini berubah menjadi rumah yang bagus dengan 3 lantai, rumah yang di bangun ala minimalis itu membuat mereka senang melihatnya, berarti Shanka telah menjual rumah itu, begitu pikir mereka.


"Ayah ibu.." Sapa Gauri yang keluar menyambut orang tuanya, Adnan dan Mahi.


"Gauri, kenapa kalian jadi tinggal disini?"


"Iya nak, apa ada masalah?"


"Iya ibu ayah, nanti Gauri ceritakan."


Gauri membantu ibu dan ayahnya membawa masuk koper mereka dan meletakkan di kamar, Gauri sore itu hanya berdua dengan Arjun karena mertuanya pergi arisan lagi.


"Jadi Aditya selama 5 bulan ga kerja? Trus sekarang rumah juga ga punya!" Pekik Mahi dan Gauri mengangguk, dia telah menceritakan semuanya pada orangtuanya. Mahi dan Adnan hanya bisa pasrah jika keadaannya sudah begini.


"Ibu, besok bantu jaga Arjun aja, Gauri balik kerja di hotel jadi asisten manajer dan gajinya lumayan." Ucap Gauri dan Mahi sangat kesal dengan Aditya yang tidak bertanggung jawab.


"kenapa bisa begini sih? Pokoknya ibu ga mau tau, minta balik 100juta itu dan tebus rumah ini!" Tegas Mahi dan Adnan setuju dengannya.


Gauri hanya diam, bagaimana minta 100juta, sedangkan uang bulanan saja suaminya cuma kasih 1juta. Akhirnya Gauri hanya mengirimkan pesan ke suaminya untuk segera mencari uang itu karena orang tuanya sudah kembali.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Sial, istri tak tau diuntung!" Bentak Aditya sambil membuang hapenya kesamping tempat tidur. Sebulan ini dia tinggal bersama Madhu dan menikmati kemewahan yang di sediakan oleh Madhu untuknya yang penting Aditya dapat menemaninya dan Madhu dapat menyalurkan hasrat seksualnya.


"Kenapa Adit? Istrimu minta uang?" Tanya Madhu yang baru selesai dengan ritual mandinya.


"Iya.. dulu aku pernah gadaikan rumah orang tuanya dan sekarang mereka minta aku kembalikan. Aku baru kerja mana mungkin ada uang sebanyak itu." Keluh Aditya.


"Emangnya berapa?" Tanya Madhu dan Aditya lalu memeluknya dan menciumnya merasakan kehangatan dari tubuh indah wanita ini.


"100juta dan aku gak tau lagi berapa yang dipinjam ibuku di bank, yang pasti rumah kami sudah di sita bank. Aku juga kesal dengan ibuku yang memaksaku menikah dengan istriku yang bodoh itu."


"Loh.. aku kira kamu menikah itu karna memang pacarmu, kamu ini ganteng dan gagah kenapa mau saja di jodohkan?"


"Aku gak tau juga apa yang dilihat ibuku dari Gauri itu, dia istri yang terlalu penurut dan ga enak di ranjang, gak seperti kamu.."

__ADS_1


Mereka bergumul lagi di tempat tidur dan memang Gauri tidak handal seperti Madhu, Aditya yang memang cepat bosan sangat tidak tertarik berbubungan badan dengan istrinya sendiri yang monoton, dia sama sekali tidak bergairah meskipun Gauri sangat cantik.


TBC~


__ADS_2