
Flo dan Florian pergi menemui Damian untuk meminta tolong agar bisa masuk ke kawasan gunung AA agar bisa menumbuhkan bunga yang mereka perlukan dan ternyata Damian langsung setuju. Setelah mendapatkan tempat yang cocok giliran Florian yang akan menemui ratu peri Petunia untuk meminta izin menumbuhkan salah satu bunga yang akan menjadi bahan utama untuk ramuan mereka.
"Kau akan pergi sekarang?" tanya Flo dan Florian mengangguk.
"Kenapa aku merasa kau sangat special di mata Petunia? Siapa kau sebenarnya?" Tanya Flo lagi yang entah sudah berapa kalinya selama ini tapi Florian masih enggan menjawabnya.
"Nanti tiba waktunya kau akan tau." Jawab Florian seperti yang lalu-lalu sambil mengelus puncak kepala Flo. Kali ini Flo juga hanya bisa mematung dengan perlakuan Florian padanya.
.
.
Di tempat lain, Celine masih fokus dengan pekerjaannya karena Mario sedang sakit, penyakit cinta yang sangat sulit untuk di sembuhkan. Apalagi Mario dalam keadaan mental yang down dan masih menyalahkan dirinya sendiri. Celine juga masih meminta Suja untuk lanjutkan penyelidikan tentang Robin setelah memberikan beberapa informasi yang dia dapatkan dari Lion melalui Flo beserta beberapa bukti yang ditempatkan Robin pada tempat tersembunyi dirumahnya.
Suja juga meminta beberapa juniornya di kepolisian untuk memantau gerak-gerik Robin yang masih mendekati wanita bernama Marcella yang ternyata sudah kembali pada suaminya. Tapi Robin masih tetap mendekat tanpa tau siapa sebenarnya suami dari Marcella.
"Om Suja, pokoknya Robin harus dihukum. Dia sudah merugikan banyak pihak. Aku akan mendatangi satu per satu wanita itu untuk bekerjasama dengan kita." Ucap Celine melalui teleponnya.
Setelah berbincang dengan Suja, Celine bergegas menemui wanita bernama Susmita, seorang pemilik butik mantannya Robin.
"Halo mba Susmita. Saya Celine yang menghubungi mba kemarin." Sapa Celine begitu Susmita menghmapirinya yang telah tau do meja nomor berapa Celine duduk. Celine sedikit tercengang melihat wanita yang baru duduk di depannya sangat cantik, sedikit berbeda dari foto yang dia dapatkan.
"Hai juga, panggil Mita saja. Jadi apa yang ingin dibicarakan mengenai Robin?" Tanya Mita tanpa basa-basi. Celine pun menceritakan inti dari pertemuan mereka dan benar saja, Mita merupakan korban dari pria brengsek itu.
"Ya, dia memang pria brengsek. Aku hanya 2 bulan bersamanya dan telah mengeluarkan uang 1,2 milyar dengan sia-sia. Mulut manisnya sangat beracun." Ucap Mita dengan geram.
"Tapi kenapa anda bisa mengeluarkan uang sebesar itu dengan mudahnya?" Tanya Celine tak percaya kenapa para wanita ini begitu saja dengan mudahnya mengeluarkan uang yang sangat banyak.
__ADS_1
"Dia sangat pandai berkata-kata dan aku hanya terlena karena memang aku hanya seorang wanita dewasa yang kesepian dan saat itu sedang patah hati. Jadi dia mendekatiku sampai akhirnya kita berteman. Setelah dekat, dia memintaku untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan di bidang fashion dan tentu saja aku mau tapi setelah itu tidak ada kabarnya." Jawab Mita menjelaskan.
"Apa mba Mita punya bukti yang bisa digunakan untuk menuntutnya? Tidak mungkin mengeluarkan uang sebanyak itu tanpa surat-surat kan?" Tanya Celine lagi dan Mita tampak berpikir.
"Sepertinya ada, aku lupa menyimpannya dimana karena waktu itu aku sangat sedih lalu menyimpan semua yang berhubungan dengannya dan tidak mau memperpanjang masalah." Ucap Mita.
"Tapi apakah mba bisa bantu saya? Temen saya juga seperti mba Mita, tapi teman saya akhirnya meninggal karena kecelakaan dan uang yang diambil oleh Robin adalah uang kekasih teman saya juga, yah hubungan yang rumit tapi kami mendapatkan beberapa bukti kalau Robin lah penyebab kecelakaan itu."
Mita tampak tercengang tak percaya, meskipun Robin brengek tapi selama ini dia tidak menggunakan kekerasan sama sekali, bahkan marah juga tidak pernah.
"Apa kau serius? Robin?" Tanya Mita dan Celine hanya mengangguk.
"Baiklah akan aku cari dan aku siap membantumu kapan saja." Ujar Mita membuat Celine tersenyum.
"Terima kasih mba Mita dan saya akan menunggu sembari mencari korban Robin yang lain juga. Aku pastikan dia akan mendekam di penjara."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Dua hari kemudian, Celine sudah mendapatkan 3 orang wanita mantan Robin yang bersedia menuntutnya dan hasil penyelidikan Suja juga telah mendapatkan hasil.
Benar bahwa kecelakaan Jade itu adalah ulah Robin, Suja sudah mengantongi rekaman video dan surat pernyataan supir truk yang menabrak Jade dan dia hanya orang suruhan Robin yang mengancamnya akan mencelakai istri dan anaknya jika tidak patuh pada Robin, dengan uang dua puluh juta dan ancaman akhirnya supir truk itu mau melakukannya.
Supir truk itu juga adalah mantan supirnya Robin yang telah resign karena tidak tahan dengan kelakuan Robin yang selalu berbuat seenaknya pada banyak wanita bahkan tidak jarang memperkosa sambil merekam untuk mengancam mereka yang merupakan anak remaja atau gadis muda dengan orang tua yang cukup kaya.
Setelah mengantongi beberapa nama korban dari Robin mereka siap melaporkan segala kejahatannya.
Sedangkan Florian dan Flo ingin sekali lagi bertemu dengan Celine untuk menanyakan tentang ramuan itu. Akhirnya Celine datang ke Magical Flower hampir tengah malam setelah semua karyawan FLo pulang.
__ADS_1
"Celine, aku ingin memberitahumu sesuatu." Ucap FLo dengan wajah seriusnya. Karena dia juga baru tau hal penting lainnya dan akan konfirmasi lagi pada Celine.
"Ada apa? Sepertinya serius?" Tanya Celine yang melihat Flo dan Flo di depannya.
"Ini.. tentang ramuan itu, aku juga baru tau dari ratu peri dan ramuan itu namanya ramuan pelupa cinta jadi, siapa saja yang meminumnya akan melupakan cinta mereka, orang yang di cintainya, pernah dicintai dan yang saat ini dia cintai. Semua hal tentang orang tersebut akan dilupakan. Jadi apakah kau masih ingin Mario menggunakan ramuan itu?" Tanya Florian dengan serius. Dia melihat raut wajah Celine yang juga jadi berubah, ada kesedihan disana.
"Iya, Mario harus melupakan semuanya agar dia bisa melanjutkan hidupnya." Ucap Celine dengan nada lirih dan hampir menangis.
"kemungkinan dia akan melupakanmu juga, apa kau bersedia?" Tanya Flo sambil menggenggam tangan Celine yang terasa dingin.
"Tidak, dia tidak mungkin lupa padaku. Kami hanya teman." Jawabnya dan air matanya sudah jatuh.
"Kemungkinan itu ada, selama ini kau selalu di sampingnya dan merawatnya. Jika ada sedikit saja rasa cintanya padamu bukan sebagai teman atau sahabat, dia juga akan melupakanmu." Sambung Florian.
"Jika dia melupakanku, itu bagus, berarti aku ada di hatinya. Jika dia lupa padaku aku akan menemuinya lagi sebagai orang baru dan tidak akan melepaskannya lagi." Balas Celine tampak tegar tapi tak bisa membendung tangisnya.
"Jadi.. kau tetap akan menggunakan ramuan itu?" tanya Flo sekali lagi dan Celine mengangguk dengan pasti.
"Kalau begitu, kau harus mencari alasan jika nanti Mario benar-benar akan lupa padamu dan semua hal tentangmu dan Jade singkirkan dari Mario dan keluarganya?"
"Dia hanya punya seorang ibu dan aku akan menjelaskannya tetap dengan merahasiakan kalian. jangan cemaskan itu."
"Baiklah, kami percaya padamu Celine."
Flo akhirnya memeluk Celine yang terus menangis. Hampir satu jam dia meluapkan kesedihannya dan akhirnya dia pulang ke apartemennya untuk beristirahat.
Malam itu juga Florian dan Flo berangkat ke gunung AA yang akan menempuk jalur darat 7 jam tetapi Florian lebih memilih menggunakan pesawat saja untuk mempercepat.
__ADS_1
TBC~