
Siang ini Fany dengan semangat masuk kerja di Magic Flower, dia sudah tidak sabar untuk ikut merangkai bunga bersama Flo tapi kenyataannya dia malah disuruh membantu Thika. Bukan kecewa tapi dia hanya ingin sekali saja mencoba merangkai bunga asli untuk menyenangkan dirinya sendiri.
"Fany.. bantu aku ikatkan pita ya.. begini caranya." Flo mengajarinya mengikat pita mungil pada buket bunga kecil yang akan di antarkan sore ini dan mereka terlihat sibuk karena pesanannya ada 60 buket. Fany mengerjakannya dengan hati riang terlihat dari wajah polosnya yang selalu terseyum sambil membantu Flo.
Setelah jam kerjanya di Magic FLower selesai dia kembali ke kontrakan dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan pekerjaannya di club sore nanti.
"Fay.. siap-siaplah 2 hari lagi mungkin kau akan melayani tamu, aku sudah mulai kemarin malam. Yah ternyata tips-nya lumayan gede juga." Ucap Leah pada Fany yang masih tiduran di kamarnya. Fany langsung syok mendengar apa yang diucapkan Leah karena benar saja 2 hari lagi sudah seminggu waktu yang diberikan Mami Joey untuk mempersiapkan diri.
.
.
Malam ini Fany dipanggil lagi untuk bersiap melayani seseorang besok dan dia harus melepaskan keperawanannya pada pria tua yang pantas menjadi kakeknya itu.
"Tuan Soe membayar mahal untuk perawanmu Fay jadi kau harus bangga di hargai tinggi olehnya, lihat dia inginkan gadis perawan dan langsung akan kasih cash 150juta." Ucap Mami Joey sambil tertawa senang, "Nah 100jutanya akan memotong hutangmu dan setelah ini kau cicil deh dengan menjual tubuhmu seperti yang lain, gampang bukan?" Sambung Mami Joey dan Fany gemetar ketakutan lalu dia keluar dari kantor Mami Joey dan berjalan gontai menuju ruang tunggu pada wanita malam di dalam club itu.
"Fay.. dari pada kau layani Mr Soe si tua bangka itu lebih baik kau bersama Mr. Edward saja, setidaknya dia masih muda dan tampan, juga dia terlihat baik dan sangat menginginkanmu, kalau dia jahat kau sudah diambil paksa tau." Saran salah satu wanita disana yang melihat kesedihan Fany.
"Benar.. kalau Mr. Edward bisa membayar lebih mahal atau bahkan melunasi hutangku maka aku bisa bebas dan biarlah aku relakan kesucianku untuknya saja." Batin Fany dan dia segera mencari Tuan Edward yang biasanya sudah datang di jam segini.
"Halo Fay.. " Sapa Edward saat melihat Fay masuk ke ruangannya, ruang VIP khusus yang dia sewa. "Kapan kau mau melayaniku Fay?" Tanya Edward sambil mengelus wajah Fany yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Fany memang tidak secantik wanita malam yang lainnya apalagi setelah di menggunakan make up tebal tapi bagi Edward seorang Fay adalah wanita tercantik yang dia temui di negara ini.
"Aku wanita malam kan, nah aku akan melayanimu tetapi dengan harga yang tidak murah Mr. Ed, kau mampu?" Tanya Fany dengan mantap meskipun hatinya sangat ragu dan dia saat ini sangat ketakutan.
"Kau minta berapa? Aku sanggup membayarmu berapapun asalkan kau hanya akan melayaniku setelah ini." Jawab Edward mantap lalu ingin mencium Fany tapi gadis itu mengelak.
__ADS_1
"Jika anda setuju aku ingin 500juta cash sekarang juga dan tunggu aku sampai sift kerjaku selesai." ucap Fany tegas, meskipun dia sedikit bergetar tapi dia menguatkan dirinya.
"Hahahaha 500juta.. kau menilai terlalu tinggi dirimu sayang... kau hanya wanita malam tapi tarifmu sangat mahal, baiklah aku akan memberikanmu karena aku penasaran akan pelayanan yang akan kau berikan hingga memasang tarif begitu tinggi." Tawa Edward menggelegar dan dia segera menyuruh salah satu pengawal untuk membawakan sebuah koper dan setelah dibuka Fany terkejut dengan uang cash dalam bentuk USD.
Edward mengeluarkan 4 gepok dan menaruhnya di meja, "Ini ambillah, 40rb dollar lebih dari 500jt dan aku akan menunggumu di parkiran dan jangan melarikan diri."
"Tenang Mr. Ed aku tidak akan kabur, kau bisa memantauku dengan pengawalmu itu. Tapi bisakah kau janji 1 hal padaku?" Tanya Fany lalu Edward melihatnya dan mengangguk.
"Tolong rahasiakan ini, jangan beritahu siapapun karena transaksi kita ini diluar dari pekerjaanku di club ini dan aku tidak ingin mendapatkan masalah." Edward mengangguk lagi lalu mencium bibir Fany yang telah menggodanya beberapa waktu ini.
"Bibir yang manis.. tapi kau sangat kaku sayang, nanti kau harus keluarkan semua keahlianmu padaku." Ucap Edward setelah melepaskan pagutannya. Fany sangat kewalahan mengimbangi cara berciuman Edward karena dia sama sekali belum pernah melakukannya.
Fany pergi membawa 4 gepok uang itu dan mengambil tasnya dan menyimpan 1 gepok.
"Mami Joey." Panggil Fany saat telah masuk ke ruangan kantor wanita itu.
"Aku mau tanya.. berapakah total sisa hutangku mami?" Tanya Fany tanpa basa basi, lalu Mami Joey tertawa sinis mendengar pertanyaan itu.
"Kenapa? Kau punya uang untuk membayarnya? Kalau kau bisa mengeluarkan uang itu cash sekarang juga aku akan kepaskan kamu." Tantang Mami Joey dan Fany dengan mantap mengatakan akan membayarnya.
"Akan aku usahakan mami.." Jawabnya lalu Mami Joey mengambil sebuah map dan memberikan pada Fany untuk dilihatnya sendiri.
"Baiklah, tunggu sampai sift kerjaku selesai dan aku bisa mendapatkan surat pembebasan ini kan kalau melunasi semuanya?" Tanya Fany lagi dan tentu Mami Joey bingung mendengarnya tapi dia akan menunggu, apa yang akan dilakukan gadis kecil ini.
"Benar, jika kau bisa melunasinya sekarang aku akan langsung memberikan surat pembebasanmu ini." Mami Joey mengangkat sebuah surat pembebasan yang menyatakan atas nama Fany disana.
__ADS_1
"Aku akan kembali mami, tunggulah sebentar." Fany lalu keluar dan Mami Joey terlihat curiga.
"Tino, cari tau dia akan dapat uang dari mana." Titahnya dan Tino segera mencari tau dan saat itu pas dia bertemu salah seorang pengawal Mr. Edward yang membawa koper dan itu sedikit mencurigakan dan dia segera ke ruangan Edward untuk bertanya dan untunglah Edward menepati janjinya untuk merahasiakan transaksinya dengan Fany.
2 jam berlalu dan Fany telah menyelesaikan sift kerjanya untuk hari ini dan kembali keruangan Mami Joey.
Sedangkan Edward yang menunggu di mobilnya tampak gelisah karena takut Fany ketahuan sebab Tino tadi menanyakan tentangnya.
"Mr apakah anda percaya pada wanita itu?" Tanya pengawal pribadinya.
"Ya kita tunggu saja." Jawabnya singkat.
"Saya lihat anda begitu tertarik dengannya Tuan?"
"Benar, sayangnya dia hanya wanita malam kalau tidak aku pasti sudah menjadikannya pendaming."
"Tapi saya lihat dia seperti wanita baik-baik."
"Tidak ada wanita baik-baik bekerja di club malam dan buktinya dia mematok harga tinggi dan itu membuktikan dia hanya suka uang."
Mereka akhirnya diam dan tetap menunggu Fany yang masih ada didalam club tanpa mengetahui yang sebenarnya.
Didalam ruangan Mami Joey, Fany telah mengeluarkan uang sebesar 25ribu dollar dan terlihat Mami Joey dan Tino terkejut melihatnya.
"Silakan hitung mami, aku yakin itu cukup dan berikan surat pembebasanku." Ucap Fany tegas lalu Tino menghitung uang tersebut dan memeriksanya.
__ADS_1
"Ini benar 25ribu dan asli." Ucapnya dan Mami Joey dengan terpaksa memberikan map itu dan setelah diperiksa oleh Fany dia segera pamit dan tidak akan kembali lagi ke club ini.
TBC~