Magical Flower

Magical Flower
BAB 24 - Kisah Cinta Sahabat (Part 2)


__ADS_3

Flo sedang merangkai banyak bunga segar untuk acara ulang tahun perusahaan H&S Group dan dia lumayan kewalahan dan Thika juga membantunya. Biasanya akan ada Imel tetapi Imel juga punya pekerjaan sendiri sejak magang.


"Flo, ini sudah yang terakhir kan? Aku uda ga kuat." Ucap Thika dan hari itu sudah jam 11 malam mereka baru menyelesaikan semuanya.


"Iya Thika, aku juga lelah banget. Besok libur aja deh.. pesanan ini juga setara pesanan selama seminggu loh.. jadi besok fokus pengantaran, abis tuh pulang saja.. aku juga mau ke pesta bareng Imel." Ucap Flo sembari menyusun sisa tangkai bunga tak terpakai.


Thika juga sedang membersihkan tempatnya, lalu menyusun kumpulan bunga itu agar besok pagi dapat segera diantar. Flo juga harus segera istirahat untuk melanjutkan pekerjaannya besok pagi untuk mendekor bunga di acara pesta yang akan diadakan malam harinya.


"Lion, kamu sambil bicara deh aku denger yah..." Ujar Flo karena belum sempat mendengar lebih lanjut masalah Dayana dan Jason yang kemarin datang memesan bunga.


"Siap, jadi gini... si Jason itu suka marah-marah dan menghina Yana karena Yana sudah pernah tidur dengan mantannya dan di doktrin tidak akan ada yang mau nikah dengan dia kecuali Jason. Makanya Yana yang memang cinta mati sama Jason selalu nurut dan terima saja di perlakukan seperti itu, dia menghina, marah dan membuat Yana bergantung padanya. Tapi untung saja Jason tidak pernah memukulnya atau main fisik." Jelas Lion dan Flo mendengarkan sambil memasak makan malamnya yang sangat terlambat.


"Wah, kurang ajar juga si Jason itu. Trus apakah mereka tinggal bersama?" Tanya Flo lagi yang kini sedang menikmati makanannya.


"Gak sih, Jason tinggal di apartemen kecil sendirian cuma kadang dia sering gak pulang. Aku gak bisa ikutin dia karena kelopakku sudah masuk mesin cuci Flo, kalau bisa aku juga penasaran dia kemana saja 2 hari gak pulang." Lanjut Lion lagi.


"Mudah-mudahan mereka datang lagi deh." Ucap Flo lalu segera menghabiskan makan malamnya dan lanjut membuat rangkaian bunga 1 lagi yang di pesan oleh salah satu temannya untuk buket bunga pernikahannya besok.


+//+


Pagi ini, Flo meminta bantuan Gio juga untuk mengantar semua buket bunga ke gedung aula hotel dimana acara pesta ulang tahun perusahaan itu digelar. Gio yang sudah lama tidak part time disana sangat senang dapat membantu Flo, dia dan Reyhan bolak-balik beberapa kali untuk pengantaran semua karangan bunga itu.


Sementara Flo sedang mendekor bunga-bunganya untuk menghiasi dan mempercantik aula itu. Flo yang diundang juga ada disana saat pesta menemani Imel dan bertemu juga dengan Florian. Tapi yang paling membuat Flo penasaran adalah Jason dan Yana disana, tapi sayangnya dia tidak membawa Lion. Terlihat Jason sangat perhatian pada Dayana membuat Flo kesal melihatnya, diketahui bahwa mereka adalah sahabat dari abangnya Fano yaitu Damian.


"Aku harus memberitahukan ke Fano tentang Yana." Batin Flo yang merasa kasihan dengan nasib Yana jika mereka menikah nantinya.


.


.


.

__ADS_1


2 bulan berlalu dan Flo sama sekali tidak bertemu Jason dan Yana tapi akhirnya yang ditunggu pun tiba. Yana datang sendiri ke Magical Flower dan memesan banyak bunga untuk restorannya yang akan buka minggu depan.


"Hai mba Flo, aku mau pesan bunga nih.." Kata Yana begitu masuk dan melihat Flo sedang berdiri menyambutnya.


"Hai juga mba Yana.. boleh, mau pesan yang gimana?" Tanya Flo yang telah menunjukan beberapa contoh di tabletnya. Yana melihat-lihat dan berkomentar beberapa bagian bunga yang dia mau dan sedikit berbeda dengan yang di contoh dan Flo mengerti maksudnya.


"Jadi rangkaiannya sama aja ya mba dan aku pesan 2 yang gede, dan yang kecil itu cuma 2 tangkai bunga karena mau di masukkan ke vas kecil bening gitu untuk setiap meja." Jelas Yana.


"Oh bisa mba Yana, berarti 2 tangkai bunga setiap seminggu sekali diantar ya 12 set, dan bebas bunga apa saja. Bunga yang besarnya 2 minggu sekali diantar." Ucap Flo mengulang pesanannya.


"Iya mba, untuk pembayaran setiap 1 bulan sekali sesuai perjanjian, terima kasih mba Flo."


"Sama-sama mba Yana."


Flo mengetuk 2 kali pot Lion untuk segera mengikuti Yana saat dia mulai berbalik pergi, kali ini Lion tidak boleh gagal untuk mengikuti Jason melalui Yana.


Yana telah sampai ke restorannya yang saat ini sedang dalam pembersihan sisa cat dan debu, dia puas melihat seluruh hasil kerja kerasnya dan bangga pada diri sendiri karena restoran ini hasil dari tabungannya selama bekerja di perusahaan ayahnya dan tidak ada campur tangan ayahnya sama sekali. Tak lama muncul seorang pria paruh baya, "Ayah..." Panggil Yana pada pria itu, Darma.


"Jason kan gak jadi kasih modal Yana yah.. dia ada pengeluaran mendadak katanya." Ucap Yana dan Darma tidak percaya begitu saja, dia memang tidak suka pada Jason sejak awal mereka bertemu meskipun Damian dan Jason bersahabat.


"Kenapa sih kamu tuh harus pacarannya sama Jason? Ayah kira akan sama Damian." Ujar Darma dan Yana malah tertawa mendengarnya.


"Dami dan Yana hanya sahabat ayah... dan Dami sepertinya sudah ada seseorang yang memenuhi hatinya, gak mungkin Yana bisa masuk. Ucap Yana.


"Dan gak mungkin Yana bisa bersama Dami.. hanya Jason yang mau bersama Yana saat ini, Yana menyesal kenapa harus mabuk saat itu." Batin Yana sedih mengingat saat dia mabuk dulu dan kesuciannya di renggut oleh mantan pacarnya saat pesta ulang tahun temannya di salah satu club malam saat awal kuliah dulu.


Yana dan Darma makan siang bersama di salah satu meja restoran yang belum buka itu, mereka sedang test rasa dari menu yang telah Yana dan chef disana tentukan, ada 4 menu yang sudah ada di meja mereka dan Darma sangat suka dengan rasanya.


"Semua enak Yana, tapi ayah paling suka ini." Tujuk Darma dengan mulutnya yang masih sibuk mengunyah sambil berbicara.


"Tentu saja enak, semua ini menu pilihan dan sudah Yana pastikan kelezatannya." Ucap Yana bangga.

__ADS_1


Sedangkan Jason sedang bersama dengan Riana dan menikmati makan siang yang telah Riana dan Bi Inah masak. Jason sangat senang karena masakan ini adalah kesukaannya dan ayahnya dulu, Bi Inah masih sangat telaten dalam hal di dapur.


"Aku yang masak ini diajari sama Bi Inah kak." Tukas Riana dan Jason tampak terkejut.


"Yang benar? Ini sama loh rasanya saat akau makan waktu kecil dulu." Ucap Jason tak percaya.


"Heheh enak kan.. dan ini adalah resepku sendiri." Yana menyendokkan daging goreng tepung buatannya dan menyuapi Jason.


"Wah ini enak, dagingnya empuk meskipun di goreng." Puji Jason membuat Riana tersenyum senang.


Jason dan Riana terlihat bahagia dengan kebersamaan mereka, Jason memang sangat mencintai Riana saat gadis itu melamar kerja di kantornya di kota B, Riana baru saja lulus sekolahnya dan langsung ingin bekerja.


Riana yang masih 18 tahun kala itu terlihat cantik dan dewasa membuat Jason terpukau dan langsung menyukainya.


Kini sudah 1 tahun 5 bulan mereka menjalin hubungan dan Riana tau rahasia Jason, dan kenapa dia berpacaran dengan Yana.


Jason mengelus perut Riana yang sudah mulai besar di bulan ke 4 kehamilannya. Jason begitu menanti anaknya ini lahir dan segera membuat Yana dan ayahnya membayar semua kesalahan mereka.


"Riana, kamu bersabar dulu ya.. setelah aku hancurkan keluarga mereka aku akan menceraikan Yana dan menikah denganmu. Dendamku harus terbalaskan." Ucap Jason saat mereka akan tidur malam itu, diranjang sederhana, dia memeluk dan mengelus perut Riana.


"Apakah dendam itu tidak bisa kau iklaskan kak Jason? Bukan salah Dayana juga kan kak." Ucap Riana tapi Jason menggeleng.


"Memang bukan salahnya tapi dengan dialah rencanaku ini akan berhasil." Ujar Jason dan Riana sangat sedih mendengarnya, Dayana adalah wanita baik dan Jason hanya menggunakannya sebagai alat untuk balas dendam.


"Sudah ya, sekarang tidur dan besok kita mau ke dokter kan.. mau liat anak kita ini." Jason memeluk Riana untuk segera tidur, Riana yang tidak bisa tidur terus memikirkan cara untuk menghentikan Jason untuk balas dendam.


Pagi harinya Jason dan Riana sudah ada di salah satu RS di kota J dan memeriksa kandungan, "Wah selamat, kalian akan memiliki bayi kembar." Ucap sang dokter. Jason dan Riana terkejut karena berita membahagiakan itu.


"Kembar, kita akan punya 2 anak sekaligus Ri.."Ujar Jason dan Riana mengangguk dengan senyum lebarnya. Jason memeluknya dengan rasa syukur dan terima kasih telah dipercayakan untuk memiliki 2 anak sekaligus. Setelah dari RS, Jason mengajak Riana untuk membeli kasur baru karena kasur yang ada di rumah sudah tidak nyaman untuk ibu hamil kembar ini.


"Pantas saja perutmu sudah besar sekali, ternyata ada 2." Ujar Jason yang sejak tadi selalu membahas anak kembarnya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2