
"Jadi kau paham Flo seberapa fatal perbuatanmu itu?" Tanya Petunia pada Flo yang sudah memucat. Dengan bibir bergetar dan tubuh yang semakin lemas dan dingin dia mengangguk, tidak bisa berkata apapun.
"Maafkan aku.. aku tidak tau kalau membantu sepasang manusia yang saling mencintai bisa berakibat seburuk itu." Ucap Flo dengan nada pelan dan terdengar lirih.
"Kesalahanmu bukan cuma itu, peri di larang mendekati manusia sebab peri punya kekuatan yang bisa saja di salahgunakan dan kau sudah mendekati 3 orang manusia saat bertugas." Lanjut Petunia lagi.
"Ti tiga? Tidak ratu, cuma 2 putri El dan Berry." Jawabnya.
"Pangeran ke tiga, Florian. Seorang remaja yang tidak tau apa-apa tapi kau berteman dengannya Flo." Balas Petunia menunjuk ke arah Florian yang tengah bersama mereka.
"Pangeran ketiga? Remaja?" Flo berpikir, teman remaja, itu sudah sangat lama. Iya, dia akhirnya tau siapa Florian setelah Petunia bercerita tadi tapi remaja.
"AH.. iya anak lelaki lemah itu." Akhirnya Flo mengingatnya. Florian hanya menggeleng pasrah dengan Flo yang ah.. sudah lah, Florian tidak mau membahasnya.
"Kenapa kau mengabaikan peraturan? Kau tau, akibatnya bisa saja fatal kalau Florian bercerita ke semua orang kan?"
"Tapi.. itu kan tidak terjadi dan Florian juga menjaga rahasia kita dengan baik. Iya kan?"
Flo menatap Florian yang mengangguk, tentu saja dia menjaga rahasia dengan baik sampai River yang memberitahu Petunia dulu. Florian sangat suka dengan Flo yang cerewet, selalu ingin tau dan hiperaktif.
"Jadi apa yang harus aku lakukan Ratu Petunia?" Tanya Flo dengan perasaan sangat menyesal, juga karena waktu kembali ke hutan peri, dia melihat lembah kegelapan yang semakin gersang bahkan tumbuhan yang hidup disana bisa di hitung dengan jari dan itu juga para peri selalu bergantian menjaganya agar tetap hidup.
"Menikah dengan Florian dan lahirkan keturunan ke-8 untuk memutuskan kutukan itu. Anakmu akan menjadi peri penjaga hutan selanjutnya." Ucap Petunia dengan tegas.
__ADS_1
"Tapi tapi.. manusia dan peri tidak boleh bersama kan? Lagi pula, peri saja tidak boleh berciuman. Bagaimana bisa lahirkan anak kalau bersentuhan secara berlebihan dengan manusia bisa kena hukum peri." Protes Flo pada Petunia.
"Tenang Flo.." Ujar Florian.
"Jangan bilang kalau yang di katakan Lilac itu aku dan Florian?" Tanya Flo dan di balas anggukan oleh Petunia.
"Tapi Florian juga sudah bukan manusia kan? Mana ada manusia yang bisa hidup ratusan tahun tanpa menua!" Lanjut Flo dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Flo.. kamulah yang ditunjuk, Lilac tidak mungkin salah. Dia pernah bilang peri itu tidak salah.. yang salah adalah dirinya dan peri yang membuat kesalahan waktu itu hanya ada dirimu. Dan kamu itu peri yang tidak biasa Flo, kamu dilahirkan dengan kekuatan yang bisa menggantikan diriku di masa depan."
FLo tercengang mendengar penuturan Petunia tentang dirinya.
"Lilac bisa melihat masa depan, dia bisa mengubahnya tapi hanya dengan kekuatan dari orang tersebut. Seperti saat ini, dia sudah memikirkan matang-matang tetapi Rosseta menghancurkan semuanya." Petunia menghela dan melepaskan pandangannya dari Flo ke Florian.
"Kalian, kita, seluruh wilayah ini sudah di perhitungkan oleh Lilac, Florian, kamu bisa kan melihat masa depan meskipun samar? Kekuatan Lilac ada padamu juga agar nanti bisa kau teruskan ke keturunanmu."
"Flo.. ritual pernikahan peri dan manusia itu ada. Itulah sosok peri penjaga hutan. Mereka harus lahir diantara peri dan manusia hingga dia punya hati dan rasa cinta, peri pejaga bukan hanya menjaga hutan tapi seluruh isinya, para peri, alam, hewan bahkan manusia yang tinggal di dalamnya. Kamu mengerti?"
"Memang, peri penjaga itu sepertinya abadi tapi sebenarnya tidak, hanya ada 1 dan boleh 1. Itulah kesalahan Lilac dan Rosseta, jika ada 2 maka salah satunya harus pergi dan hidup sebagai manusia, setelah pemilihan siapa yang akan menjadi peri penjaga."
Petunia lalu diam, dia tau kalau FLo pasti sangat bingung tapi ini lah yang harus terjadi, takdir peri yang menikah dengan manusia sangat langka dan jarang terjadi karena peri dilarang bertemu dengan manusia, selain manusia itu serakah, peri berhati baik akan terlena dengan manusia yang memiliki banyak akal sehingga peri akan di pergunakan saja oleh kaum manusia.
"Tidak bisa menunggu lebih lama lagi Ratu, hanya tinggal 8 tanaman yang hidup di lembah kegelapan. Kita hanya bisa bertahan paling lama 2 tahun. Jika semua tanaman mati sebelum peri penjaga lahir kembali maka Rosseta akan kembali dan menghancurkan seluruh kaum peri." Ujar Bud yang sudah tidak sabar dengan Flora.
__ADS_1
"Flo, kembali ke rumah pohonmu dan berpikirlah secara bijak. Masa depan kaum peri ada di tanganmu. Dan.. jika keturunan kalian telah lahir kalian akan menjadi manusia normal." Ujar Petunia lagi dan terlihat Flo juga sedikit terkejut tapi tidak dengan Florian yang sudah tau.
"Kembalilah dan pikirkan baik-baik, kami bukan memaksamu tapi ini juga tanggung jawabmu Flo." Lanjut Florian dan Flo mengangguk lalu berjalan dan perlahan terbang menjauh untuk kembali ke rumahnya.
"Aku akan bicara padanya dan aku yakin Flo akan menerimanya Petunia. Aku bisa melihat masa depan indah tapi tidak tau bagaimana cara itu bekerja. Aku bisa melihat seorang anak perempuan kecil yang mirip dengan Flo berlarian dengan gembira di padang rumput hijau dengan tawa bahagianya." Tutur Florian dan terlihat Petunia merasa lega.
.
.
.
Sementara di tempat lain di waktu yang sama, Imel sedang ada di Magical Flower untuk memberitahukan kalau Flo telah kembali ke negaranya karena ada urusan penting.
"Jadi kapan Flo kembali?" Tanya Thika saat mereka melakukan meeting mendadak.
"Tidak tau, Flo bilang mungkin tidak akan kembali ataupun, seandainya dia kembali mungkin butuh bertahun-tahun." Jawab Imel yang menahan air mata sejak tadi.
Semua merasa sedih karena Flo selama ini menemani, bukan sebagai bos, tetapi teman dan sahabat, mereka saling menolong satu sama lain.
"Aku akan menunggu Flo dan Magical Flower tetap akan ada. Jadi sampai Flo kembali dia tetap akan menemukan tempat ini." Ujar Imel kini sudah menangis karena tidak bisa menahannya lagi.
Thika dan Mala memeluknya, mereka menangis bersama apalagi mereka tau kalau Imel dan Flo bersama membuat tempat ini.
__ADS_1
Fano juga sudah mengizinkan Imel untuk kembali ke Magical Flower, demi Flo dan demi pelanggan setia. Bedanya, kini mereka akan merekrut beberapa orang lagi yang memang pandai merangkai bunga seperti Flo bahkan akan mengajari mereka seni merangkai bunga.
TBC~