Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)
Punya gue!


__ADS_3

Nea tertawa saat Kana menceritakan kejadian di apartemen Joddy yang baru tadi pagi dia alami. Mereka baru saja selesai melakukan sesi foto di Pantai Pangandaran untuk pre-wedding, lebih tepatnya Nea dan Kanda yang melakukannya mereka akan menikah sebulan lagi. Kana dan Ken hanya ikut-ikutan saja. Apalagi fotografernya dari studio Kanda sendiri.


"Terus Ibunya Joddy cuma diam aja?"


Kana mengangguk. " Dia cuma nanya aku siapa. Begitu tahu aku adiknya Kanda beliau langsung pergi katanya ada janji sama kolega gitu, padahal aku yakin cuma alasan aja." Kana mendesah sambil memandangi Ken yang asik bermain bersama Kanda di tepi pantai.


"Wajarlah, mungkin Ibunya Kak Joddy shock lihat anaknya berduaan sama cewek, mana janda pula." Nea menyesap teh botolnya.


"Inilah yang aku takutkan Nea. Tidak mudah menerima status aku yang sepaket. Aku jadi kepikiran apa hubungan aku sama Kak Joddy bisa bertahan ya?"


"Kok kamu jadi pesimis begitu sih Na? Ya, kali saja ibunya Kak Joddy cuma shock aja. Aku kalau punya anak cowok terus lihat dia pagi-pagi lagi make out sama cewek di dapur juga bakalan ngamuk. Reaksi spontan orangtua, wajarlah." Nea mencoba menenangkan sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi iparnya itu.


Kana mendesah lelah lalu menopang dagunya menikmati semilir angin yang menerpa wajah cantiknya.


"Tapi serius Na kamu gak sampai sejauh itu sama Joddy?"


Kana mengangguk. " Aku lagi datang bulan." Kana tidak menceritakan kalau mereka hampir saja melakukannya.


"Berarti kalau gak datang bulan kalian melakukannya?"


"Mungkin. Aku ngerasa murahan kalau sama Kak Joddy, gampang banget nyerahin diri. Untunglah semesta selalu tidak mengizinkan." Kana mengangkat kedua bahunya.


"Kamu nikah ajalah sama dia Na. Biar gak nambah dosa." Nea menarik turunkan alisnya.


"Ibunya aja gak suka sama aku," keluh Kana lesu, masih ingat tatapan mata ibu Joddy padanya. Terkesan tidak suka dan mengintimidasi.


"Itukan baru asumsi kamu saja Na. Mana tahu sebenarnya dia bahagia karena anak sulungnya yang sudah 'dewasa' ,akhirnya punya pacar."


Kana tersenyum tipis lalu tersentak kaget saat ponsel di sakunya berdering ." Panjang umur." Kana menunjukan layar ponselnya.


"Hallo, kenapa Kak?"


"Mana Kanda?"


"Lagi main sama Ken, kenapa?"


"Suruh angkat telponku atau aku patahin kaki dia!"


Kana mengernyit sambil menatap layar ponselnya , memastikan kalau yang sedang menelepon dia adalah Joddy. Tidak biasanya Joddy marah-marah saat meneleponnya.


"Pada ngapain?"


Perhatian Kana teralih saat Kanda datang dengan napas ngos-ngosan dengan Ken berada di gendongannya.


Kana menempelkan ponsel ke telinganya. "Kak, ini Bang Kanda."


"Kasih teleponnya ke dia Na!" perintahnya dengan gusar. Kana menyodorkan ponselnya pada Kanda yang mengernyit binggung.


"Kak Joddy."


Kanda tersenyum jahil lalu menerima ponsel Kana tersebut. Tidak lupa me-loudspeaker ponsel Kana agar kedua wanita tersayang di depannya ini mendengar.


" Piye Bos?"


"Kampret! Lo cari mati sama gue emang!" sembur Joddy. Kanda tertawa tanpa suara membuat Kanda dan Nea saling berpandangan keheranan, karena Joddy kedengarannya sedang kesal.

__ADS_1


"Apa sih lo? Tiba-tiba marah?" balas Kanda dengan menahan tawa.


"Sialan lo emang, hapus foto Kana kalau gak habis otong lo gue tebas. Gak bisa bobol gawang Nea lo!"


.


Merasa disebut namanya Kana dan Nea lagi-lagi saling berpandangan. Nea bahkan menganga tak percaya. Foto Kana yang di maksud Joddy foto apa? Kenapa sampai-sampai Joddy semarah itu?


"Yaelah, bucin amat lo Jod! Gue cuma mau nunjukin ke lo, kalau adek gue itu banyak peminatnya! Kalau pun gak sama lo, masih banyak yang ngantri." Kanda tertawa terpingkal-pingkal sampai memengang perutnya sendiri.


"Bacot! Kana punya gue, Kampret! Buruan lo hapus!"


Kana menunduk malu saat Joddy mengatakan bahwa dia adalah milik Joddy, melihat wajah adiknya yang merona Kanda mencibir.


"Ogah! Udah ah, gue mau lanjut foto dulu. Bye!" Secara sepihak Kanda memutus teleponnya lalu menyerahkan kembali pada Kana. Kanda yakin Joddy sekarang pasti sedang menyumpah serapah dirinya.


" Foto apaan sih, Bang?" Kana penasaran. Kanda tertawa lalu mencium pipi Ken yang sejak tadi asik memegang bola kecilnya.


"Liat aja sendiri!" Kanda lalu menarik tangan Nea dan mengajaknya pergi bersama Ken.


Kana bergegas membuka aplikasi instagramnya dan mencari akun milik Kanda.



1002 suka


KandaGufron85 my little sister yang gak little lagi. Blm sold out guys😇😇😇


Lihat semua 244 komentar


Leonelque ini Kana? ckep!


Johan Kana nma gue Jo..Jodohmuuuu😘


Thomas43 Kana bsok kita yang pre-wedding ya😍


Rianrain aq jga syg sama Ken lho Kana


Kamal asiiik gue main ke rmh lo ya bang


Dimdim maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan


Adityaa12 Astaga it kulit apa porselen mulus amat


Joddy 😠😠😠😠😠😠


Finavee hyooo lho ada cowknya


Kana menganga membaca setiap komentar pada postingan Kanda. Foto itu diambil tadi pagi sebelum sesi prewed Kanda dan Nea dimulai, Thomas Sang Fotografer meminta Kana menjadi model uji cobanya. Kana tidak tahu kalau ternyata Sang Kakak mengunggah foto itu di akun sosmed pribadinya.


Dan pantas saja Joddy terlihat kesal karena memang yang mengomentari kebanyakan cowok komentarnya lucu-lucu pula. Ah, biarkan sajalah. Sekali-kali dia memang perlu dibuat cemburu.


Tapi siapa sangka ternyata gara-gara cemburu Joddy nekat bolos dari acara outing kantornya dan sekarang sudah berada di tengah-tengah keluarga Kana yang sedang makan malam di vila yang sengaja di sewa Kanda untuk prewed sekaligus liburan akhir pekan mereka.


"Kamu sengaja ke sini atau kebetulan saja Jod?" tanya Papa asik memakan jagung bakarnya, mereka sedang pesta barbeque di taman belakang vila yang di sewa Kanda.

__ADS_1


"Sengaja lah Pa. Bucin kan dia!" Kanda menyambar pertanyaan papa dengan senyum mengejek ke arah Joddy yang sejak tadi sudah menahan kekesalannya. Ingin sekali Joddy menerjang Kanda, sayangnya bocah tengil itu sejak tadi duduk di samping papanya, calon mertua Joddy. Joddy jelas tidak maulah bertindak ceroboh di depan calon mertua. Bisa dapat nilai minus dia nanti.


"Bucin itu apa?" tanya Papa bingung.


"Budak cinta Pa. Papa gak gaul sih!"sahut Mama yang asik mengaduk salad buah menuangkan saos yoghurt yang sudah di racik dengan entah apa yang jelas salad buah ataupun sayur bikinan Mama selalu endes.


"Gak ngerti." Papa mengeleng pelan.


"Maksudnya itu bujang lapuk cinta mati sama anak perempuan anda, Bapak Gufron." Jangan panggil dia Kanda kalau hobinya tidak bikin emosi orang. Joddy mencibir, kayak dia gak bujang lapuk aja kayak dia gak bucin juga aja. Buktinya dia juga baru menikah di usia 30 lebih.


"Saya kebetulan pengen liburan juga Om." Joddy menyahut dengan sopan tapi Kanda mencibir tak percaya.


"Engga kebetulan juga gak apa-apa." Papa tersenyum penuh arti.


"Kana beruntung banget punya pacar kayak Nak Joddy. Coba saja Mama lahirnya barengan kamu." Mama terkikik membuat Sang Suami menatapnya garang.


"Ada niatan nikahin putri saya?" tanya Papa tiba-tiba membuat Joddy terkejut


"Ada Om. " Tapi anak Om masih ngelak terus.


"Sudah dikenalin ke orangtua kamu?"


Joddy menatap ke arah Kana yang sedang asik membakar daging bersama Ken dan Nea. Tawa dan senyum Kana benar-benar membuat hati Joddy menghangat.


"Ibu saya sudah kenal Om," jawab Joddy, dia tidak bohong Ibunya memang sudah kenal Kana maksudnya sudah tahu Kana adalah adik Kanda bahkan ketika Adrian meninggal ibunya itu ikut melayat.


"Kalau begitu sudah tahu status Kana?"


Joddy mengangguk. "Sudah Om."


"Apa tanggapannya?"


Joddy terdiam, Tadi pagi ibunya langsung pulang saat melihatnya dan Kana di dapur. Ekspresinya bisanya cenderung datar. Jadi, Joddy belum tahu apa tanggapan ibunya.


"Berhenti," seru Papa tiba-tiba membuat Joddy dan yang lain sontak menatapnya.


"Maksud Om?"Joddy mengernyit tak mengerti.


"Berhenti memgejar anak saya jika kedua orangtua kamu tidak menyukai Kana. Sebelum semakin jauh, berhenti." Papa menatap Joddy serius, membuat suasana menegang. Joddy menatap Gufron tak percaya, kenapa bisa dia berpikiran ibunya tidak akan menyukai Kana?


"Anak itu sudah banyak mengalami kesedihan, saya tidak mau dia mengalaminya lagi, sudah cukup. Dia putri kesayangan saya sekali kamu atau siapapun menyakiti dia saya akan membawanya pergi jauh dari sini. " Papa mengatakannya dengan tenang namun tegas. Tatapannya tajam menatap Joddy yang hanya diam karena terlalu terkejut dengan apa yang papa Kana katakan.


Kanda yang sejak tadi usil pun memilih diam dan menatap sahabatnya itu prihatin, sedangkan Mama memberi isyarat pada suaminya untuk tidak terlalu keras sayangnya Sang Kepala rumah tangga mengabaikannya.


"Saya tidak akan berhenti Om, seandainya kedua orangtua saya tidak merestui pun saya akan berjuang. Saya tidak akan berhenti dan melepaskan Kana karena Kana dunia saya begitupun dengan Ken." Joddy mencoba percaya diri saat mengatakannya. Dia tidak boleh terlihat gugup apalagi takut dengan intimidasi Papa Kana ini.


Papa menatap Joddy sekptis. "Kam-" Papa urung melanjutkan kata-katanya saat melihat Kana datang dengan piring berisi daging dan jagung.


"Lagi pada ngomongin apaan sih? Serius amat?" Kana meletakkan piring di meja lalu duduk di samping Joddy, tersenyum manis pada kekasihnya itu.


Tak ada yang menjawab saat Kana menatap mereka satu persatu.


"Ini cerita buaya sama kadal yang lagi diskusi tentang cicak." Kanda yang akhirnya menyahut dengan jawaban yang sedikit nyeleneh membuat Joddy dan Papa menatap Kanda kesal. Apa-apaan itu?


"Hah? Bahasan macam apa itu?" Kana hampir tertawa membayangkan mereka membahas tentang binatang reptil itu.

__ADS_1


"Makan yuk, habis itu tidur besok pagi-pagi kita harus pulang." Kana tersenyum lalu asik menyuapkan sepotong daging tanpa dia sadari 4 pasang mata menatapnya dengan berbagai macam arti.


*********


__ADS_2