Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)
At my worst


__ADS_3

"*Saya terima nikah dan kawinnya Kana Fadella Gufron binti Gufron dengan mas kawin tersebut, tunai!"


"Sah??"


"Sah!!"


"Alhamdulillah*!!!"


*


Joddy tersenyum bahagia. Matanya tak lepas dari wanita cantik yang berdiri di sampingnya, sedang asik memeluk tamu yang menyalami dan mengucapkan selamat padanya.


Sampai detik ini Joddy masih belum percaya jika dia bisa menikah dengan wanita yang belasan tahun dia idamkan, bahkan suara dia saat mengucapkan ijab qobul terus menggema di telinganya. Padahal baru kemarin dia seperti melihat gadis kecil dengan pipi merah karena terkena panas matahari di depannya. Tapi lihatlah gadis kecil itu menjelma jadi bidadari cantik.


"Kak!" Kaki Joddy terasa sakit bersama dengan suara yang memanggilnya. Joddy tergeragap, saat Kana menginjak kakinya menatapnya dengan bingung lalu memberi kode ke arah depan. Dilihatnya Kevin dan istrinya sedang menunggu untuk mengucapkan selamat.


"Astaga, si Bos. Mentang - mentang membujang 36 tahun udah gak sabaran aja!" ledek Kevin terkikik geli. Joddy mendengus kesal.


"Begini nih, bawahan yang setia. Ngucapin selamat pas udah mau selesai!" sindir Joddy lalu menyambut uluran tangan Kevin lalu membalas pelukannya.


"Yang penting amplop gue buat lu tebel, Bang!" Kevin terkekeh lalu menatap Kana yang sudah selesai bersalaman dengan istrinya .


"Na, kalau performa dia kurang kamu kasih tahu aku ya, biar aku didik lebih keras!" bisik Kevin yang langsung mendapat hadiah cubitan di pinggangnya dari sang istri dan pelototan cantik dari Joddy. Kana hanya tersenyum mendengar ledek anda Kevin itu.


Kevin tertawa lalu bergegas turun karena antrian di belakang masih panjang.


" My Bro, Happy wedding! Akhirnya, predikat perjaka tua sudah terhempas dari lo!"


Satu lagi orang yang akan membuat Joddy blingsatan karena ledekannya.


"Ini lagi, ngakunya sepupu tapi datengnya telat!" cibir Joddy membalas pelukan pria tampan itu.


"Udah dari semalam gue di sini jagain dekorasi lo! Hari ini gantian dong gue jadi tamu ama ehem gue." Dipta menyenggol bahu Rania, kekasihnya yang terlihat cantik dengan kebaya Bali yang motifnya sama dengan Dipta. Gadis cantik itu hanya menunduk malu-malu.


" Terimakasih, Pak. Semoga kalian cepat nyusul. "Kana menepuk punggung tangan Rania yang masih berada di genggamannya.


" Masih lama, Mbak! "sahut Rania cepat membuat Dipta menoleh ke arahnya tak setuju.


" Kayaknya predikat perjaka tua gue ada yang ngambil alih nih! "sindir Joddy cekikikan. Dipta melotot lalu memilih menyeret Rania turun dari pelaminan.


" Capek," keluh Kana saat akhirnya dia bisa duduk untuk melepas lelah barang sejenak.


"Sabar, habis ini nanti aku pijitin," bisik Joddy seduktif di telinga Kana.


"Yakin pijit aja?" Kana membalas godaan Joddy.


"Ya, pijit plus - plus lah. Udah sah, harusnya boleh dong 'masuk' iya, kan?" Joddy menaikturunkan alisnya.


"Yakin banget bisa masuk, padahal belum tentu aku udah bisa."

__ADS_1


Raut wajah Joddy yang semula sumringah berubah tegang. "Emang, belum bisa?"


Pertanyaan spontan dari Joddy hanya Kana tanggapi dengan tawa. Dia lalu memilih mengalihkan pandangannya ke arah mini panggung mengabaikan Joddy yang mencolek pundaknya menanti jawaban. Kana masih terpaku pada mini panggung di depan, di mana sedari tadi ditampilkan live musik dari band lokal. Joddy bilang dia tidak sanggup mengundang artis sebagai pengisi acara. Lebih baik uangnya untuk pergi honey moon ke luar negeri.


Banyak tamu, terutama teman-teman kuliah Joddy yang menyumbang lagu. Kanda saja bahkan tanpa malu menyanyi lagu 'belah duren' . Membuat Gufron melotot tatkala mendengar lirik lagunya. Gufron sedikit risih dengan lirik lagu yang penyanyi aslinya sudah meninggal itu, apalagi ada Ken yang malah bertepuk tangan dengan antusias saat Kanda bernyanyi dengan sedikit menggoyangkan pinggulnya. Nea memilih menyingkir malu mempunyai suami gesrek seperti Kanda.


"Kakak kamu urat malunya benar-benar udah putus!" Joddy menggeleng prihatin.


"Begitu - begitu juga udah jadi kakak ipar kamu," balas Kana menahan senyum.


"Itulah sialnya aku," desah Joddy, membuat Kana melotot ke arahnya sebal.


Joddy nyengir tanpa dosa lalu buru-buru meralat kalimatnya.


"Maksudnya, sialnya aku kenapa gak dari dulu dia jadi kakak iparku." Ah, daripada nanti malam gak dapat jatah, mending sedikit speak-speak lah.


"Ih," dengus Kana lalu menatap ke arah panggung lagi.


"Halloooo pengantin pria, yuhuuu!" MC rupanya sejak tadi mengajak bicara Joddy yang tidak sadar karna asik berbisik dengan Kana.


"Ya, ampun malah bisik bisik, sabar yaa. Mentang-mentang udah sah!"


Joddy menggaruk tengkuknya salah tingkah saat para tamu menyorakinya dengan berbagai kata yang menjurus dan yang paling kencang tentu saja Kanda.


"Katanya pengantin pria akan mempersembahkan lagu untuk Sang Pengantin wanita. Dipersilahkan naik ke atas panggung!"


Joddy terhenyak. Hah? Lagu? Maksudnya nyanyi?


Ogah banget kalo disuruh nyanyi. Cowok menye aja yang nyanyi di depan banyak orang hanya untuk menunjukkan kalau dia itu pria yang romantis. Joddy mau banget nyanyi buat Kana tapi kalau mereka berdua saja.


"Kamu mau nyanyi buat aku, Kak?"


Dan Joddy termasuk pria menye hanya karena melihat binar-binar di mata Kana dan wajah cantik Kana yang terlihat berharap. Joddy melirik ke arah ipar dan sepupunya yang saling berbisik-bisik lalu tertawa cekikikan.


Sialan mereka! Mana gak ada persiapan pula!


"Kak?"


"Hallooo, Mas Joddy silahkan naik ke panggung!"


"Naik dong!"


"Nyanyilah!"


Joddy pusing mendengar suara - suara yang saling bersahutan. Dia menghela napas lalu menatap istrinya dan tersenyum.


"Iya, aku mau ngasih kejutan buat kamu!" Joddy mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan ke arah panggung yang disambut dengan tepuk tangan para tamu.


"Selamat siang semuanya!" Joddy menyapa para tamu sebelum duduk di kursi yang disediakan panitia, dia meminjam gitar pada salah satu personil band. Memetiknya asal untuk memastikan nada yang tepat.

__ADS_1


Kana tersenyum, ini adalah pertamakalinya dia melihat Joddy bermain gitar. Dulu Kana pernah dengar. Sang suami adalah personil band tapi itu dulu dan Kana belum pernah sekalipun melihat suaminya bermain gitar apalagi bernyanyi.


"Sebenarnya saya kurang pandai bernyanyi tapi demi istri saya-" Joddy menatap ke arah pelaminan di mana Kana sedang menatapnya lalu tersenyum lembut membuat Kana tersipu dan menunduk dengan wajah merona.


"Dan juga dua kampret yang di pojok sana!" Joddy memicingkan mata ke arah Dipta dan Kanda yang tertawa terbahak-bahak.


"Saya akan mencoba bernyanyi. Teruntuk wanita paling cantik di dunia setelah Ibu saya tentu saja."


Para tamu tertawa lalu bertepuk tangan mendengar kalimat pembuka Joddy.


"Asal kalian tahu saja, butuh waktu belasan tahun hingga saya bisa berdiri di pelaminan bersama istri saya, wanita yang membuat saya jatuh cinta hanya karena pipi merahnya yang terkena sinar matahari dan rengekan manjanya karena sang kakak tidak menjemput sekolah beberapa tahun lalu."


Tak sedikit para tamu yang kaget mendengar apa yang dikatakan Joddy termasuk Gufron yang tidak mau menunjukan reaksinya. Terlalu gengsi.


" Gadis kecil yang sekarang menjelma menjadi wanita cantik yang bisa membuat saya rela menunggunya bertahun-tahun. Wanita yang berhasil membuat saya jatuh, sejatuh-jatuhnya. " Joddy menatap lurus ke arah Kana yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca, baru kali ini dia diperlakukan seperti ini. Bukan bermaksud membandingkan, tapi Adrian dulu bukanlah pria yang romantis.


" Lagu ini buat kamu-" Joddy tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya pada Kana. Membuat para tamu cewek menjerit.


"Dan juga buat pria kecil yang sedang makan es krim di pojok sana!" Joddy melambaikan tangannya pada Ken yang mengernyit bingung kenapa ayah sambungnya melambaikan tangan ke arahnya.


Joddy mulai memetik gitarnya dan bernyanyi.


*Can I call you baby?


Can you be my friend?


Can you be my lover up until the very end?


Let me show you love, oh, I don't pretend


Stick by my side even when the world is givin' in, yeah*


Kana terpaku di tempatnya saat mendengar suara Joddy yang memang tidak sebagus penyanyi aslinya tapi terdengar mengalun merdu dan mampu membuat kagum para tamu.


*Oh, oh, oh, don't


Don't you worry


I'll be there, whenever you want me


I need somebody who can love me at my worst


No, I'm not perfect, but I hope you see my worth


'Cause it's only you, nobody new, I put you first


And for you, girl, I swear I'll do the worst*


Kana tersenyum air mata berhasil lolos dari sudut matanya, dia tidak menyangka bisa dicintai hingga seperti ini. Diterima apa adanya, tulus tanpa menuntut. Dan pria itu Joddy, yang selalu ada untuknya di saat terburuk sekalipun.

__ADS_1


***


__ADS_2