Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)
satu bukti


__ADS_3

Thomas menelan ludahnya. Seringaian Joddy lebih menakutkan ketimbang seringai Chunky tokoh boneka hantu yang menakutkan yang pernah Thomas tonton semasa sekolah.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Siska menatap Joddy dan Thomas bergantian.


Joddy tersenyum miring dan Thomas kelihatan gugup. " Yah, kebetulan dia kerja di tempat sahabatku." Joddy yang menjawab karena sedari tadi Thomas hanya diam dalam kebinggungannya. Antara kaget melihat Joddy yang tahu-tahu ada di depannya atau karena dia takut ketahuan istrinya kalau dia 'pacar' Kana.


"Oh, jadi Kanda sahabat kamu?"tanya Moza dengan mata berbinar. "Astaga, dunia memang sempit ya?" Moza tertawa girang lalu meneruskan ucapannya. "Kanda itu orangnya baik banget lho sering ngasih bonus. Sayangnya, nikahan kemarin aku gak bisa datang habis lahiran yang keci, kasian kalau ditinggal." Moza terlihat menyesal.


Joddy mengangguk setuju. "Iya, baik banget. Apalagi adiknya. Iya, kan Bro?" Joddy sengaja menyindir Thomas.


Thomas melirik Moza yang mengernyit binggung, membuat Thomas was-was. Jangan sampai istrinya ini curiga lalu berpikir yang tidak-tidak.


"Kana? Adiknya Kanda yang suaminya meninggal beberapa tahun lalu itu kan?"sahut Moza, membuat Thomas makin panik.


"Iya, baik banget emang. Walaupun aku belum pernah ketemu sih!" Moza tersenyum lalu menatap suaminya."Iya kan, Bang?"


Thomas tersenyum kikuk. Dia tahu pasti kalau sampai istrinya tahu dia pura-pura jadi pacarnya Kana, bisa tidur di luar dia selamanya. "Iya, eh Bro mumpung di sini, ayo lihat koleksi ikan koi gue!"Thomas mengalihkan topik walaupun terlihat terburu-buru tapi kelihatannya istri dan iparnya tidak curiga. Thomas lalu mengedipkan matanya sebagai kode dia ingin bicara serius lalu mengedikkan dagunya ke samping rumah.


Moza dan Siska memutar bola matanya jengah. Mereka tahu betapa bucinnya Thomas pada ikan-ikan koi peliharaannya yang jumlahnya ratusan itu. Tiap hari ketika sudah di Jakarta, Thomas akan menelepon istrinya untuk memastikan ikan-ikannya diberi makan.


"Jadi lo cuma pacar bohongan?" Joddy memastikan, begitu mereka sudah berada di teras samping.di tepi kolam ikan dan Thomas mengaku jika dia hanya diminta Kana untuk berpura-pura menjadi pacarnya.


"Kana yang minta."


"Dan Moza gak tahu?"


"Kalau tahu bisa habis gue. Walaupun gue bilang ke Kana kalau Moza tahu gue pura-pura jadi pacar dia." Thomas terpaksa berbohong pada Kana, karena merasa tak enak hati.


Joddy melirik Thomas lalu mengalihkan pandangan ke arah ikan koi peliharaan Thomas itu. "Kenapa Kana melakukan itu?"


Thomas mengambil sebungkus makanan ikan lalu menyodorkan pada Joddy untuk diberikan pada ikan-ikannya. "Alasan buat putus dari lo."


Joddy menoleh cepat ke arah Thomas.

__ADS_1


"Dia sakit hati saat nyokap lo ngehina dia." Thomas seakan tahu apa yang Joddy akan tanyakan.


"Nyokap gue? Ngehina Kana?" Joddy tidak salah dengar, kan?


"Iya, tapi gue gak tahu ngehinanya gimana. Yang pasti Kana mutusin buat ngejauh dari lo, demi kebaikan lo. Dia gak mau hubungan yang tanpa restu."


Joddy menghela napas kasar lalu membuang semua makanan ikan ke dalam kolam membuat Thomas nyaris menjerit, gila Si Kampret bisa mati ikan gue kalau airnya keruh gegara kebanyakan pakan ikan yang terbuang!


"Apa yang lo tahu tentang Kana selain yang lo kasih tahu ke gue ini?"


Thomas mengangkat bahunya. " Cuma itu. Gue kan jadi pacar pura-puranya cuma di depan lo doang habis itu udah selesai tugas gue." dan gara-gara itu muka gue babak belur dua kali. Thomas meneruskan dalam hati.


Joddy jadi teringat sesuatu. " Oh, iya kalau gitu Kana gak deket sama cowok manapun?"


Thomas mengangguk."Kayaknya sih begitu. Kana itu wanita baik-baik. Selama gue kenal dia, dia gak pernah tuh aneh-aneh. Nanggepin gombalan gue aja gak pernah. Bener-bener wanita idaman pria itu bocah, coba gue masih single. " Thomas tersenyum - senyum sendiri di kalimat terakhirnya. Pikirannya melayang pada wanita cantik adik bosnya itu.


"Apa perlu gue rekam omongan lo ini terus gue kasih ke bini lo?" sindir Joddy dia tidak suka saja ada pria yang mengagumi Kana-nya.


"Idih, baperan banget lo!" Thomas menatap Joddy kesal, main ngancem aja kerjaannya.


"Maksud lo dengan -anak di perut Kana- apaan?" Thomas menatap Joddy yang langsung gelagapan karena keceplosan.


"Jangan bilang lo udah-"


"Lo salah denger!" potong Joddy cepat, semoga Thomas tidak sadar dengan apa yang barusan dia katakan.


"Lo gak hamilin Kana kan?"


Sial! Kenapa musuhnya Jerry ini tajem banget sih telinganya!


Joddy tak menjawab dia lebih baik diam saja.


"Anj**g lo!! Kalau sampai Pak Bos tahu habis lo dimutilasi!" maki Thomas. "Kana lo hamilin tapi lo malah nikah sama wanita lain! Benar-benar gila lo ya!"

__ADS_1


"Diem lo!" Joddy melihat kanan-kiri takut ada yang mendengar omongan Thomas.


"Makanya gue lagi nyari bukti kalau Kana emang hamil anak gue, jadi gue bisa batalin nikahan gue!"


Thomas menatap Joddy tak percaya. "Hebat lo! Gak nyangka gue anak sebaik Kana lo rusak!"


"Gue nggak ngerusak Kana, oke? Waktu itu gue- Ah, sudahlah! Ceritanya panjang!" Joddy terlalu malas kalau harus menceritakan kisahnya dari awal.


"Awas, aja lo kalau berani nyakitin Kana!" ancam Thomas dengan wajah garang.


"Emang mau lo apain gue?" tantang Joddy dengan wajah tak kalah garang, dia tidak takut dengan ancaman Thomas, kalaupun semua orang tahu tentang kehamilan Kana itu malah bagus. Jadi dia bisa langsung menikahinya.


"Mau gue- ajak ngopi di cafe terus gue bantuin cari jalan keluarnya," sahut Thomas dengan cengiran andalannya. Joddy mendecih. Kirain lo mau ngajak berantem.


"Jadi rencana lo apaan?" tanya Thomas penasaran.


"Nyari bukti kalau Kana hamil anak gue. Gue udah punya satu bukti, kalau lo cuma pacaran pura-pura dan anak itu bukan anak lo."


"Emang Kana bilang kalau itu anak gue?"


Joddy menatap Thomas garang. Kenapa orang ini seperti berharap kalau Kana hamil anaknya? Dia saja sudah punya tiga anak.


"Kenapa emang?"


"Yah, harusnya gue mendalami peran dari awal sebagai pacar Kana yang menghamilinya."


"Apa ini juga harus gue rekam terus gue kasih ke Moza?"


Thomas cengengesan." Becanda gue, dasar baperan lo!"


"Tapi kalau lo batalin nikahan lo, apa kabar sama nyokap lo?"tanya Thomas , tepat saat ponsel Joddy bergetar dan ada nama ibunya di sana.


Joddy hanya menatap ponselnya tanpa berniat mengangkat panggilan dari ibunya itu. Dia harus segera pulang ke Jakarta dan menemui Kana, ibu dari anaknya. Joddy harus bertemu Kana segera.

__ADS_1


*******


__ADS_2