Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)
Mantan


__ADS_3

IM SORRY GUYS! Tapi please yang belum cukup umur jangan baca ini!


*****


Joddy memperhatikan Kana yang sejak tadi sibuk memilih barang belanjaan di rak. Lalu diam - diam memfotonya danmemposting di akun instagramnya sendiri. Setelah 4 hari mendekam di kamar, lebih tepatnya Joddy 'menyekap' Kana di kamar. Mereka memutuskan untuk keluar dan menghirup udara segar.


Kana yang merengek minta keluar karena jenuh juga lama-lama di apartemen. Sepanjang hari mereka hanya bercinta - istirahat - bercinta - istirahat begitu terus. Joddy benar-benar memanfaatkan waktu cutinya dengan baik.


"Kak, makan yuk!"


Joddy memasukkan ponselnya ke saku celana saat mendengar suara lembut Kana menegur, ditatapnya penuh cinta wanita cantik itu.


"Belanjanya udah?" Joddy menatap ke arah troli di samping Kana. Rupanya sudah penuh dengan berbagai barang yang kelihatan asing di mata Joddy. Maklum selama ini dia hanya belanja kebutuhan dirinya sendiri.


"Udah." Senyum Kana merekah. "Kita jadikan besok ke Bandung sama, Ken?" Kana memastikan rencana mereka yang akan honeymoon ke Bandung. Sebenarnya Joddy mengusulkan mereka ke luar negeri. Tapi Kana menolak dengan alasan tidak tega meninggalkan Ken dan kalaupun diajak Kana takut anak gempal itu tidak bisa beradaptasi dengan cuaca di sana.


"Jadi, tapi besok ya kita jemput Ken. Nanti malam kita-"


"Iya, ya!" potong Kana cepat. Lalu mendorong lengan Joddy menuju Kasir. Kana tahu arah pembicaraan suaminya itu kemana. Kalau dibiarkan bisa sampai ke mana-mana


Setelah membayar belanjaan, Kana dan Joddy memilih makan di restoran sea food kesukaan mereka saat pacaran dulu. Pacaran? Padahal Kana tidak tahu apakah kedekatan mereka kemarin bisa dikatakan pacaran atau bukan. Mereka bukan ABG lagi. Terlalu naik kalau dibilang pacaran di umur yang sudah matang.


Sambil menunggu Kana menulis pesanan, Joddy mengambil ponselnya, karena dari tadi terdengar notif dari aplikasi instagram dan benar saja begitu membuka akunnya sudah banyak komentar yang mengomentari foto yang beberapa menit lalu dia posting.



Joddy Jadi gini rasanya nganter istri belanja?Gemes, pengen cepat pulang. Bsa cepetan gak sih, Dek? 😘😘😘


Lihat semua 235 komentar


.


Claracla aq cmburuuu


Elisa Lha udh merid? 😣😣😣


Violita istrinya jelek. Kurus!


Zalinahot aslinya cakep kok


Hasanhrd Bang, 3hari lgi ngantor. Ojo lali!


GIORDANO iya, iya pengantin bru bawaannya ngamar mulu!


Riogenerio hajar bang! Jgn ksh kendor


Diptadip65 Kana, kurusan ya? Jangan diforsir lah bang! πŸ˜‚


Kevinanda13 Maklumin aja @Diptadip65 prjaka tua br merasakan indahnya dunia🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Diptadip65 Ah, iy pluhn tahun tersegel🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Joddy bacot! @Diptadip65 @Kevinanda13


KandaGufron85 adek gw napa jd kurus bgt ya?!🀨🀨


Joddy ampun bang jago!! πŸ™πŸ™πŸ™


Dasar para netizen! Joddy ingin tertawa sekaligus kesal saat membaca komentar orang -orang tentang foto yang dia unggah.


"Aku pesan ikan bakar, cumi, udang sama cah kangkung. Gak apa-apa kan?" tanya Kana setelah beberapa menit yang lalu menyerahkan catatan pesanannya pada pelayan.


"Ya, gak papa. Emang kenapa?" Joddy menatap Kana heran lalu meletakkan ponselnya di meja.


"Ya itu kan makanan berkolesterol gak baik buat yang sudah berumur." Kana menahan tawa di akhir kalimatnya dia sengaja menggoda Joddy. Lihat saja wajah suami bucinnya itu terlihat kesal.


"Maksudnya aku ini sudah berumur?" Joddy merengut tak suka. Dia bukan pria tua. Umur 36 tahun itu masih muda untuk ukuran pria. Usia di mana seorang pria sedang matang-matangnya.


"Aku tidak bilang begitu," elak Kana.


"Tapi pernyataan kamu mengarah ke situ!"

__ADS_1


"Perasaan kamu aja, Kak." Kana terkikik geli.


Joddy tersenyum miring. "Lihat aja ya, Na. Aku buat kamu hamil dalam waktu satu bulan!" Sekalian biar tahu, kalau dia adalah pria tua yang berkualitas. Kemarin saja sekali coblos langsung gol.


Kana berubah tegang saat mendengar kata-kata Joddy itu.


What? Satu bulan?


"Enak aja! Kakak pikir aku kucing yang bisa cepat hamil, kasih jeda dong! Bulan madu dulu!"protes Kana. Bukannya dia tidak ingin hamil. Tapi tidak secepat ini, dia baru saja kehilangan butuh istirahat.


" Oh, jadi masih mau menikmati bulan madu bersama pria tua ini?" Joddy menaik turunkan alisnya. Kana mendecih lalu meminum lemon tea yang tadi dia pesan. Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


Joddy terkekeh lalu menopang dagu dengan sebelah tangannya, tangan yang lain usil menoel-noel dagu Kana yang menatapnya kesal.


"Joddy?!"


Joddy dan Kana sontak menoleh ke arah suara yang baru saja memanggil Joddy. Seorang wanita cantik dengan dandanan menor tersenyum manis lalu mendekati meja mereka.


"Hai, lama ga ketemu!" Tanpa basa-basi wanita itu lalu mengecup pipi Joddy yang tak sempat menghindar.


"Ha-hai," balas Joddy gugup lalu memundurkan tubuhnya saat dada wanita itu nyaris menyentuh lengannya. Diliriknya sang istri yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Lama banget gak ketemu kita ya? Terakhir waktu kamu jalan sama Dona. Ihh, aku cemburu tau!" Nada bicara wanita itu terdengar manja entah dibuat-buat atau memang natural, yang jelas dua-duanya terdengar menyebalkan di telinga Kana.


Wanita ini siapa? Apa dia tidak lihat Joddy bersama Kana? Dia rabun apa pura-pura rabun?


" Kamu sama siapa?"


Akhirnya, wanita itu sadar jika ada hati yang harus dijaga oleh Joddy yang sejak tadi hanya diam.


"Oh, kenalin ini Kana. Istriku," jawab Joddy membuat wanita yang mirip dengan artis Nia Ramadhani itu terkesiap lalu menatap Kana lebih teliti.


"Na, ini Helena dia-"


"Wanita di masa lalu Joddy. Mantannya waktu kuliah," sela wanita itu memotong kata-kata Joddy. Pandangannya lurus menatap Kana yang menatapnya tak kalah sengit.


" Oh, mantan." Kana melirik tajam ke arah Joddy.


"Joddy gak pernah cerita?" Helena duduk di kursi kosong di depan Joddy mengerling manja pada pria itu. Sepertinya Helena memang sengaja memancing di air keruh.


Sadis !


Joddy tersenyum melihat reaksi Kana. Wanitanya sepertinya terbakar cemburu. Lihat saja tatapan yang tajam pada Helena ini. Biarin sajalah, Joddy penasaran sejauh apa Kana cemburu padanya.


" Oh, ya? Wah, padahal Joddy ini pacarnya banyak banget lho waktu kuliah." Helena sengaja memanas-manasi Kana. Tapi jangan panggil Kana jika tidak bisa membalas semua kata-kata Helena.


"Ya, wajarlah! Suami aku kan ganteng, pintar, baik dan mapan lagi. Cewek beg* aja yang gak tertarik sama dia. Beruntungnya aku!" Kana memeluk lengan Joddy mengelusnya perlahan., membuat Helena kesal dan tak suka melihatnya.


Tak berapa lama pelayan datang lalu meletakkan makanan yang Kana pesan di meja.


" Maaf pesanan kami sudah datang, dan porsinya cuma cukup dua orang. Tapi tidak apa-apa sih kalau kamu mau ngeliatin kita makan." Jelas-jelas pesanan mereka lebih dari cukup untuk tiga orang.


Joddy mengangkat sebelah alisnya. Suara Kana terdengar tenang saat mengatakannya tapi itu jelas sebuah kalimat dengan tujuan mengusir, itupun kalau Helena peka.


" Aku tak keberatan cuma lihat kalian makan. Aku juga sedang diet,"balas Helena dengan senyum percaya diri sama sekali tidak terintimidasi dengan sikap Kana yang jelas - jelas tak menyukainya.


" Tapi aku yang keberatan." Suara Kana sedikit naik, membuat Joddy harus segera turun tangan kalau tidak jatahnya malam ini akan terancam.


"Sori ya Helen. Terimakasih sudah menyapa. Tapi aku sedang membutuhkan waktu berdua sama istri." Joddy menepuk tangan Kana yang melingkari lengannya.


Kana tersenyum penuh kemenangan ke arah Helena yang menatapnya tajam. "Ya, sudah. Kamu masih simpan nomor aku kan? Keep touch ya!" Helena berdiri, tubuhnya dicondong ke depan bersiap mencium pipinya tapi dengan cepat Kana menarik lengan pria berkacamata itu mendekat ke arahnya sehingga ciuman Helena meleset.


Kana menatap Helena dengan tatapan mencabik-cabik.


" Aku pergi, dulu ya! " pamit Helena mengedip manja ke arah Joddy lalu pergi begitu saja.


"Kenapa matanya? Cacingan?" Kana menatap kepergian Helena dengan kesal.


"Ciee, cemburu!" goda Joddy. Kana yang sadar tangannya masih memeluk Joddy itu buru-buru melepasnya.


"Cie, yang seneng ketemu mantan!" balas Kana ketus lalu menyuapkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


Joddy terkekeh geli melihat sang istri yang cemburu.


"Aku gak nyangka kamu punya mantan begitu bentukannya!" Kana terlihat kesal bahkan dia sampai mengigit udangnya keras - keras.


"Gak boleh body shaming, Sayang."


"Oh, kamu belain dia? Kamu masih cinta sama dia?!"


Joddy menggaruk tengkuknya bingung. Ini kenapa dia jadi makin ngambek gitu ya?


"Bukan begitu-"


"Alah, bilang aja kamu masih cinta sama dia. Buktinya tadi diam aja gak ngebelain aku?!"


"Sayang aku cum-"


"Udah! Aku mau makan! Kamu diam dulu!"


Joddy langsung menutup mulutnya, memilih mengalah. Padahal tadi dia diam hanya untuk melihat reaksi Kana. Toh, Joddy dan Helena tidak pacaran hanya sebatas dekat. Mana Joddy tahu kalau ternyata Helena menganggap kedekatan mereka lebih.


Kemarahan Kana pun berlanjut sampai mereka pulang ke apartemen. Kana masih mendiamkannya bahkan sepanjang perjalanan Kana tak banyak bicara. Joddy tidak menyangka Kana akan semarah ini padanya.


"Dek-"


Kana mengabaikan panggilan Joddy dia masih saja tak acuh. Saat berganti pakaian pun Kana sengaja melakukannya di depan Joddy. Bermaksud menghukum lelaki yang libidonya sedang tinggi-tingginya itu. Kana sengaja memakai lingerie yang tadi dia beli dan itupun yang memilih suaminya. Biarkan saja, biar pria tua itu blingsatan melihatnya. Malam ini dia tidak akan memberi Joddy jatah.


"Dek."


Kana masih abai, dia memilih tidur memunggungi Joddy yang sejak tadi sudah gelisah. Kana menarik selimut sampai ke atas menutupi seluruh tubuhnya lalu pura-pura tidur yang akhirnya benar-benar ketiduran.


Jam 12 malam Kana terbangun dan mendapati sang suami tidak ada di sampingnya. Kana terdiam sejenak, dia tiba-tiba merasa bersalah karena bertingkah seperti anak kecil. Sebenarnya Joddy tidak salah, dia yang terlalu cemburu buta. Padahal jika dibandingkan dengan masa lalunya, masa lalu Joddy tidak berarti apa-apa.


Astaga, Kana bodoh!


Kana akhirnya beranjak dari tidurnya untuk mencari Joddy. Dia melihat sang suami sedang berada di depan TV tengah menonton siaran bola dan sibuk di depan laptop. Dia sedang bekerja rupanya. Kana berinisiatif membuatkan kopi untuk Joddy sebagai permintaan maaf.


"Kak," panggil Kana lirih, membuat Joddy tersentak kaget lalu menatap Kana takjub.


"Kamu kebangun?"


"Iya, kamu gak ada sih, aku gak bisa tidur nyenyak. Nih kopi." Kana meletakkan kopinya di depan Joddy lalu duduk di sampingnya. Joddy menatap Kana bingung. Istrinya sudah tidak marah?


"Kamu ngerjain apa?" tanya Kana.


"Ini, cuma cek email aja." Joddy terlihat gugup saat Kana beranjak dari duduknya dia tiba-tiba saja mengambil laptop di pangkuan Joddy lalu meletakkannya di meja. Dengan gerakan yang seduktif dia duduk di pangkuan Joddy yang terpaku tak percaya melihat istrinya bisa seperti ini.


"Kamu pasti capek." Kana tersenyum lalu melepas kacamata Joddy menatapnya dengan tatapan merayu.


"Kamu udah gak marah?" tanya Joddy berusaha keras untuk tidak terlihat menginginkan Kana.


"Aku minta maaf, udah seperti anak kecil." Kana memainkan kerah baju Joddy. "Aku sadar, sampai kapanpun kita tidak bisa mengubah masalalu seseorang." Kana menatap Joddy terlihat sangat menyesal.


"Hmmm, kalau aku tidak mau memaafkan gimana?" Ah, tarik ulur dulu. Joddy penasaran dengan apa yang akan Kana lakukan jika dia marah.


"Aku akan membuat kamu menyesal tidak memaafkan aku", "bisik Kana memeluk leher Joddy, menatapnya dengan tatapan sayu. Membuat bagian tubuh Joddy bereaksi keras, dan Kana merasakan itu.


" Kalau begitu lakukan,"bisik Joddy, suaranya berubah serak. Tangannya mengelus paha Kana merasakan betapa lembutnya kulit Kana.


Sial. Hanya melihat Kana seperti ini saja Joddy sudah tidak tahan. Bagaimana tidak? Kana duduk di pangkuannya dengan rambut berantakan dan satu tali lingerie nya melorot ke bawah makin memperlihatkan tubuh Kana yang putih dan mulus.


Kana tersenyum lalu menangkup kedua sisi wajah Joddy. Menatap kedua mata itu dengan penuh gairah.


Entah siapa yang mulai lebih dulu hingga bibir keduanya akhirnya bertemu. Saling meraup, menyecap tanpa jeda. Hingga Joddy mengerang tertahan saat bibir Kana menelusuri garis rahangnya yang tegas.


Tangannya menelusuri dada bidang Joddy menarik ujung polo shirt yang Joddy kenakan dan menariknya ke atas melewati kepala Joddy dan melemparnya entah ke mana.


"Dek-" Joddy tak mampu berkata-kata saat Kana turun dari pangkuannya lalu berlutut di bawahnya dengan menarik ke bawah celana boxer yang Joddy kenakan.


Joddy mengumpat dalam hati saat kepala Kana menengadah menatapnya dengan tatapan sayu, bibir setengah terbuka dan pipinya yang merona.


Joddy hampir gila begitu Kana berbisik, "My favorite lolipop."

__ADS_1


Kemudian Joddy hanya mampu memejamkan matanya begitu Kana menunduk.


*******


__ADS_2