
Setelah menempelkan handiplast dipergelangan tangannya Aurora mengacak-acak isi lemari laki-laki yang tadi ia stop dijalan. Ya sekarang Aurora sedang berada diapartemen laki-laki itu.
"Lo gila ya? Beresin baju-baju gue! Cepet!"ujar Oriel kesal karena lemari pakaiannya diberantakan oleh orang stres yang ia temukan dijalan tadi.
"Lo bisa diem ga sih? Lo ga liat gue pake baju apa? Gue pinjem baju lo ya"jawab Aurora mengambil salah satu kaos milik Oriel.
"Gue ga peduli mending lo pulang sekarang juga. Jangan pake baju gue!"kata Oriel menekan suaranya.
"Dan gue juga ga peduli"jawab Aurora tak peduli ia bahkan membuka baju rumah sakitnya dihadapan Oriel dan menggantikan baju rumah sakit dengan kaos Oriel.
Oriel membalik badannya karena tindakan Aurora yang spontan membuka baju diadapan Oriel.
"Woi bisa ga lo ganti jangan semOrielngan"ujar Oriel geram
"Engga. Lagian lo juga ga akan nafsu sama gue kan"jawab Aurora santai.
"Btw nama gue Aurora, lo?"ujar Aurora mengenalkan diri.
"Gue ga nanya"jawab Oriel tak peduli
"Udah sana lo pulang"sambung Oriel mengusir Aurora
"Lo tenang aja sebentar lagi bokap atau kaka gue datang kesini" kata cesaa duduk disofa sambil menyelonjorkan kakinya.
"Gue maunya sekarang.Lo.pergi.dari.sini"tekan Oriel
"Bentaran elah.pelit amat si lo amat aja ga pelit tu"
"Pergi sekarang"ujar Oriel menyeret Aurora keluar apartementnya.
"Ih gue ga mau.lepas ga"rengek Aurora memelas namun Oriel tidak peduli ia tetap menyeret Aurora untuk keluar.
"Lepas oi.sakit taukk"ujar Aurora memukul-mukul tangan Oriel dengan tangan kirinya.
Oriel tidak menjawab ia tetap membawa Aurora keluar apartemennya.saat Oriel membuka apartemennya ia dikagetkan dengan orang-orang berpakaian hitam yang mengejar cewe stres tadi didepan apartemennya.Oriel kaget bukan kepalang karena tangannya diborgol oleh salah satu diantara mereka.
"Lepasin dia botak"ujar Aurora memerintah botak yang membuat Oriel mengerutkan kening
"Baik nona"
"Mana daddy?"tanya Aurora pada salah satu orang-orang berpakaian hitam itu membuat Oriel bingung.
Oriel mengibaskan tangan nya yang terasa nyeri karena diborgol paksa oleh orang-orang ayah Aurora,gadis gila yang tiba-tiba masuk kedalam mobilnya.
Botak
Nona
__ADS_1
Siapa sebenarnya gadis ini?
"Tuan akan segera kemari"jawab nya tenang
"Ariel sayang"ujar bryan ketika keluar dari lift dan berjalan menuju Aurora
"Kau selalu saja membuat mommy dan daddy khawatir hm"sambung bryan memeluk putrinya itu
"Hehehe maafkan ariel dad,abis ariel sangat bosan-san"jawab Aurora sambil cengengesan didalam pelukan bryan.
"Sudahlah yang penting kau sudah dad temukan"kata bryan mengacak gemas rambut Aurora
"Dan siapa laki-laki ini?"tanya bryan pada putrinya
"Dia pacar ariel dad"jawab Aurora mengangkat satu alisnya.
"Wah benarkah?jika nael tahu bisa habis kau anak muda"ujar bryan berjalan menuju Oriel
"Nama?"tanya bryan menatap Oriel tajam
"Oriel"
Aurora tersenyum akhirnya ia tahu nama laki-laki itu 'Oriel'
"Mulai sekarang kau harus berhati-hati anak muda"ujar bryan
"Ay ay daddy"jawab Aurora menyengir sambil mengangakat tangan kanannya seperti orang yang sedang menghormat pada bendera membuat bryan tersenyum akan itu.
"Sebentar dad"ujar Aurora menghentikan langkahnya
"Ada apa sayang"tanya bryan bingung
"Daddy duluan saja,Sepertinya ada yang tertinggal"jawab Aurora penuh arti lalu berbalik lagi menuju Oriel
Cup
Aurora mencium pipi kanan Oriel
"Gue pulang sayang dahh..oh ya jangan rinduin gue.gue sayang elo"ujar Aurora langsung berlari menyusul ayahnya takut mendapat amukan dari Oriel.
****
Oriel ingin sekali mengejar cewe yang bernama Aurora yang sudah berani mencium nya itu,namun terlambat karna Aurora sudah masuk lebih dulu kedalam lift.
"****!' geram Oriel tidak terima.
Oriel masuk kembali kedalam apartemen nya dengan perasaan dongkol.
__ADS_1
Sesampainya didalam apartemen Oriel membereskan pakaian-pakaiannya yang diserakan oleh Aurora.
"Dasar gadis gila"gerutu Oriel kesal.
Ketika ia sedang beres-beres Oriel menemukan kalung dengan tulisan 'Princess ariella M'
'Pantas saja ayahnya memanggil ariel ternyata nama tengah gadis itu ariella' batin Oriel
Oriel juga menemukan baju rumah sakit yang tadi dikenakan oleh Aurora.
"Ck.merepotkan saja"ujar Oriel meletakan baju rumah sakit itu kedalam keranjang tumpukan pakainan kotor.
Sementara dikediaman keluarga marshwan ariella ibunda Aurora sedang menunggu cemas kedatangan Aurora dan tak kala cemas adalah nael kaka ketiga Aurora yang begitu menyanyangi Aurora buka berarti leon dan vanila tidak menyanyangi Aurora hanya saja nael begitu menyanyangi Aurora lebih dari apapun.
Dan ketika mobil bryan tiba dikediaman dan membawa Aurora pulang membuat ariella dan nael bernapas lega
"Dasar anak nakal dari mana saja kau hah?"tanya nael memeluk erat Aurora
"Aduh bang sesak napas Auroral"ujar Aurora keluar dari pelukan nael dan beralih pada ariella.
"Maaf mom"ujar Aurora menyengir
"Jangan diulang"jawab ariella tersenyum
"Siap mom"ujar Aurora mencium kedua pipi ibunya.
"Dari dulu siap siap tapi apa kau masih aja nakal pergi dari rumah sakit"ujar nael merangkul sayang adiknya itu dan membuat Aurora cemberut kesal.
"Aurora ga gitu"elak Aurora
"Kau.ya.wlek"jawab nael menjulurkan lidahnya
"engga"
"Ya"
"Mom bang nael tu"teriak Aurora mengadu pada ib
"Neal"tegur ariella
"Iya mom"
"Bang haussss"ujar Aurora pada nael
"Sebentar abang ambilkan"
Begini la nael selalu menuruti kemauan Aurora padahal ia bisa saja meminta pelayan untuk mengambilkan Aurora minum.
__ADS_1