
Bryan turun dari pesawat pribadinya dibelakangnya ada luke yang selalu menemaninya.
Bryan berjalan tergesa-gesa menuju mobil pribadinya wajahnya menampakan pancaran kelhawatiran disana.
"Biar aku saja uncle,uncle pulang lah kerumah istri mu"ujar bryan menitahkan luke pulang.ia akan mengendarai mobilnya sendiri ke rumah sarah.semua pekerjaan nya dijerman sudah ia selesaikan semua.ketika mendapat telpon dari sarah bahwa apartemen ariella kebakaran bryan ingin rasa nya langsung terbang ke new york menemui ariella,tapi uncle luke mencagahnya karena masih ada berkas yang harus ia selesaikan jadi sekarang pukul 02.00 dini hari ia baru sampai di new york dan memerlukan waktu 20 menit untuk sampai ke Manhattan, tepatnya di 187th st dan Fort Washington dari mansionnya.
Dengan kecepatan penuh bryan mengendari mobil mewah dua pintunya itu,masih nampak gurat kecemasan diwajahnya yang tampan itu.
Bryan memarkirkan mobilnya diperkarangan rumah sarah yang tidak terlalu luas.
Dengan langkah cepat ia memnjangkau bel rumah sarah dan menekannya berulang-ulang hingga pintu terbuka.
Bryan langsung memeluk ariella yang kebetulan membukakan pintu untuk bryan.
Dengan rasa kantuk yang berat ariella membiarkan saja bryan memeluknya.
__ADS_1
"Sudah pulang?bukannya rabu kau akan pulang?" tanya ariella dengan nada kantuk yang masih melekat.
"Kau tidak apa-apa?" tanya bryan tidak menjawab pertanyaan dari ariella.
"Tidak"
"Hah? Mana yang tidak baik-baik saja",tanya bryan melepaskan pelukannyanya dan membolak-balik badan ariella cemas.
"Syukur lah" ucap bryan mengeratkan pelukannya
Ariella mengangguk dalam pelukan bryan sambil memejamkan matanya.seketika matanya terbuka kembali ia melepasakan pelukan nya.
"Jangan bilang kau pulang gara-gara apartemen ku terbakar?",tanya nya langsung
__ADS_1
"Hm.bisa dibilang begitu aku cemas.bagaimana aku tidak langsung pulang menemuimu" jawab bryan santai ia kembali membawa ariella kedalam pelukannya.
"Bryan lepas..bagaimana dengan pekerjaanmu disana?" ujar ariella mencoba melepaskan diri dari bryan
"I'm boss"jawab bryan singkat
Didalam pelukan bryan ariella memutar malas kedua matanya.namun begitu ia tetap memeluk pria yang ia rindukan,bryan
***
Bryan meremas ponselnya dengan geram baru saja ia mendapat telpon dari salah satu orang suruhannya mengenai kebakaran apartemen ariella ternyata memang wanitanya keras kepala tidak bisa diomongi kebakaran apartemen ariella disebabkan oleh kompor yang masih menyala.bryan ingin sekali marah pada wanitanya tapi ia urungkan marah pada wanitanya adalah kesalahan besar dan mungkin akan membuat jarak diantara mereka.walaupun begitu ia tetap merasa lega karena ariella baik-baik saja.
Bryan kembali berbaring disebelah ariella memeluk wanita yang ia rindukan selama berhari-hari.wanita yang selalu ia ridukan walau dalam detik sekalipun.
__ADS_1
***