
MWMBS2#35
harap meninggalkan jejak like n komen karena itu sangat berarti bagi author dan juga jadi penyemangat author buat up cepat atau pun crazy up. thnksđź’›
7 tahun kemudian.
Bryan, oriel dan kedua adiknya dania dan daniel melakukan jogging pagi ini, mereka berempat pergi ketaman tanpa ariella, karena sekarang ariella sedang mengandung lagi.
Mereka sampai dirumah dengan berlomba lari siapa yang sampai duluan akan mencapat kiss dari ariella.
“HORE NIA MENANG!” teriak dania girang sedangkan daniel tampak kesal karena dania lari lebih cepat darinya, kalau bukan oriel abangnya memegang tangannya tadi pasti ia akan menang.
“niel kalah gara-gara abang” rajuknya membuat oriel membelakkan matanya
“abang?”
“iya, coba abang ga pegang tangan niel tadi”
Oriel mengerti, oriel memang sengaja membiarkan dania menang karena gadis kecil itu akan menangis seharian jika mengetahui dia kalah. Dan oriel juga mengenal adiknya daniel ia akan marah sebentar lalu lupa dan dia tidak akan menangis seperti dania.
Dania lebih dulu menghampiri ariella, dania terkejut melihat ariella menangis lalu ia berlari kearah bryan.
“papa, mama menangis” adunya pada bryan
“riel, buatkan adik-adikmu susu”
“oke pa”
“kalian berdua ikut abang ya”
“iya pa”
Sebelum kedapur oriel melihat sekilas tamunya yang membuat ibunya menangis. Oriel menghela nafas sebentar lalu kedapur mengajak kedua adik nya.
Setelah memberikan susu kepada kedua adiknya, bryan menyusul kedapur.
__ADS_1
“bang, mama meminta mu untuk bertemu dengan tamu” ujarnya membuat oriel menganggukan kepalanya.
“iya pa”
Sebelum ia menemui tamu yang dimaksud oriel menemukan ibunya menangis diruang keluarga sambil memeluk bryan. Ia juga mendengar ketakutan ibunya.
“bagaimana jika orang itu mengambil putra kita sayang...hiks.. aku tidak mau..hikss”
Oriel duduk didepan wanita yang kira-kira usianya sama seperti ariella mamanya, jadi ini ibu kandungnya yang membuat mamanya menangis.
Ariella masih menangis dipelukan bryan, bagaimana tidak menangis putra nya sekarang benar-benar berhadapan dengan ibu kandungnya. Tadi sewaktu suami dan anak-anaknya jogging ketaman tiba-tiba saja wanita seumurannya datang kerumah dan mengaku sebagai ibu kadung dari oriel. Bukannya ariella jahat hanya saja ariella tidak mau kehilangan putranya. Katakan saja ariella egois karena tidak mau oriel dibawa bersama ibu kandungnya. Bukan karena ariella merasa telah merawat dan membesarkan oriel tapi karena memang ariella menyanyangi oriel seperti anak nya sendiri.
“kau sudah besar, kau nampak sehat syukurlah” ujarnya dengan air mata menggenang dipelupuk matanya.
“maaf karena telah membuangmu nak, ibu tidak bermaksud begitu padamu. Kau tahu kehidupan kita tidak membaik, dan mama berharap kau bertemu orang yang baik setelah itu kehidupan ibu membaik ibu akan bertemu denganmu lagi. Maafkan ibu” ujar ibu kandungnya meminta maaf sepenuh hati.
“apapun alasan ibu membuangku dan meninggalkan sendiri aku memaafkanmu dengan sepenuh hati. Tapi bu, lihat wanita yang menangis itu. Mamaku, dia yang telah merawatku dengan sepenuh hati, pria yang memeluk mamaku dia papaku yang tidak pernah membedakan anatara aku dan adik-adikku yang lain. Mamaku bahkan menangis tersedu-sedu sekarang, sungguh melihat air mata bahagia nya saja hatiku rasanya teriris-iris apalagi sekarang mama menangis karena mengira aku akan pergi darinya.” Oriel selalu menjadi oriel yang dewasa jika saja orang lain berada diposisi oriel maka orang itu tidak akan memaafkan orang tua yang telah meninggalkannya.
“ibu tidak berniat mengambilmu sayang, ibu hanya ingin melihatmu bagaimana keadaaanmu itu saja. Melihat mu baik-baik saja mama merasa bahagia, sungguh.” Ibu kandung oriel mengerti, dia bukan ibu yang baik jika ia menuntut hak atas putranya. Sebenarnya karin sangat iri pada ariella karena mendapatkan cinta lebih banyak dari oriel.
“mama dan papamu mendidikmu dengan baik sayang, prilakumu mencerminkan bagaimana mereka mendidikmu”
Karin tersenyum kearah ariella membuat ariella bertambah terisak, putra nya benar-benar pergi darinya.
“ma, ibu datang untuk pamit pulang” ujar oriel membuat ariella menggelengkan kepalanya sebentar.
“riel tidak meninggalkan mama?” tanyanya setengah takut
“tidak lah ma, rumah riel disini. Kalau riel pergi riel akan pergi kemana? Riel tidak akan meninggalkan mama” jawab oriel memeluk ariella, ariella menghela nafas lega.
“bang liel, nia sudah menghabiskan susu duluan” ujar dania datang keoriel menunjukan gelas susu nya pada oriel.
“gadis pintar, adiknya siapa em?”
“adiknya bang liel”
__ADS_1
“kissnya”
“muahh”
Daniel datang setelah dania,
“ck, sebenarnya aku yang duluan menghabiskan susu. Dasar”
Semua nya tertawa atas tingkah lucu daniel. Ariella menghapus air matanya.
“maaf karena aku cengeng, mungkin efek dari bayi. Terima kasih karena tidak mengambil riel kami”
“aku yang berteri kasih karena telah merawat oriel dengan baik. Aku permisi dulu ya”
“hati-hati bu” ujar oriel membuat kania menganggukan kepalanya.
“pa hapus air mata papa. Malu masa pria menangis” ejek oriel pada bryan.
“bang, berani sekali mengejek papa!”
“kenapa tidak berani ya kan ma”
Ariella menganggukan kepalanya membuat bryan menatap istrinya tidak percaya.
“sayang kau penghianat” katanya menggelitik ariella.
“serang!” ujar oriel dan kedua adiknya balik menyerang bryan
“kalian curang, masa 4 lawan satu”
“salah papa kenapa menyerang mama kami”
“tapikan papa ini papa kalian”
“memang iya, sayang papa” ujar dania menghampiri ayah nya dan menciuminya bertubi-tubi.
__ADS_1
Tbc....