
Oriel tidak dikagetkan oleh kedatangan Aurora pagi-pagi seperti ini.
"Mommy buatin sarapan"ujar Aurora pada Oriel yang telah siap dengan seragam sekolahnya.
"Trims"ujar Oriel lalu mulai memakan sarapan yang Aurora bawakan untuknya.
"Udah berapa kali gue bilang,makasih nya sama mommy bukan gue"ujar Aurora mengambil kursi disebelah Oriel.
"Pulang sekolah gue mampir kerumah"ujar Oriel menoleh kearah Aurora.Oriel meletakan sendok nya lalu mengecek dahi Aurora.
"Lo pucet badan lo juga anget,kita kedokter sekarang"ujar Oriel cemas dengan segera Oriel membangunkan Aurora dari duduknya.
"Gue ga papa Oriel"jawab Aurora tersenyum,entah kenapa Oriel tidak menyukai senyum Aurora yang satu ini.
"Gue lupa minum vitamin aja,mangkanya kek gini"ujar Aurora mengambil obat berlebel vitamin didalam ranselnya.
"Lanjutin sarapan lo,udah itu kita kesekolah"ujar Aurora menyuruh Oriel untuk menghabiskan sarapannya.
"Udah kenyang,ayo kesekolah sekarang"jawab Oriel tidak nafsu lagi makan.
"Yaudah ayo"ujar Aurora berdiri dari duduknya dan berjalan bersama Oriel keluar apartemen
"Lo benar ga apa-apa?"tanya Oriel pada Aurora tepatnya menyakini dirinya bahwa Aurora akan baik-baik saja.Aurora hanya mengangguk sebagai jawaban.
___
Sesampainya disekolah Oriel mengantarkan Aurora ke kelas gadis itu tanpa Aurora minta terlebih dahulu.
__ADS_1
"Gue masuk,lo jangan lupa belajar yang bener"ujar Aurora mencoba mencairkan suasana bukanya Aurora tidak peka pada Oriel,ia sangat yakin banyak sekali pertanyaan di kepala tampan laki-laki itu.
"Hm.seharusnya gue yang ngomong kek gitu,lo belajar yang bener"jawab Oriel terkekeh sambil mengacak rambut Aurora gemas.karena Oriel terkekeh banyak siswa perempuan yang sudah datang nyaris berteriak.bayangkan saja Oriel Pradipta anak pemilik sekolah yang tidak pernah tersenyum sekarang sedang terkekeh bersama Aurora.
Banyak sekali perempuan yang ingin berada diposisi Aurora sekarang ini.betapa beruntungnya Aurora bisa menjadi pacar Oriel.
Aurora cemberut karena Oriel terkekeh garis-garis nusa bangsa nyaris berteriak karena itu.
"Tu gara-gara kekehan lo mereka jadi kek gitu"ujarnya membuat Oriel tersenyum simpul
"Ga usah cemberut,lo jelek"kata Oriel mengelus kepala Aurora
"Gih masuk gue mau ke kelas"sambung Oriel menyuruh Aurora masuk ke dalam kelas.
Aurora mengangguk membiarkan Oriel pergi menuju kelas laki-laki itu.
"apa liat-liat ga pernah liat cogan apa?"ujar Aurora kesal membuat yang memperhatikan Oriel tadi langsung masuk kedalam kelas masing-masing.
Kepala Aurora benar-benar pusing sekarang lebih pusing dari pada di apartemen Oriel tadi.
"Lo kenapa Aurora?"tanya sandra panik karena badan Aurora nampak sempoyongan.
"Hah?gue ga papa"jawab Aurora pelan mencoba tidak membuat khawatir sandra dan mencoba melangkah ke kursinya yang tinggal beberapa langkah lagi.
Aurora tidak bisa menahan rasa pusingnya serta ada cairan merah keluar dari lubung hidungnya dan akhirnya pandangannya menjadi gelap.terakhir yang ia dengan adalah teriakan sandra yang meneriaki namanya.
"AURORA"
__ADS_1
Dengan cemas sandra menelpon vian dan meneriaki mike si ketua kelas.
"Woi MIKE ini angkat Aurora ke uks"teriak nya setelah itu menghubungi vian memberitahu kaka Aurora tentang kondisi Aurora sekarang.
Mike segera menggendong Aurora ke uks.
Sepuluh menit kemudian ambulance datang bersama seorang dokter cantik untuk membawa Aurora kerumah sakit.
Seisi sekolah dihebohkan oleh kedatangan ambulance kesekolah,banyak yang ingin tahu karena apa ambulance itu datang kesekolah mereka Terutama di kelas Oriel,setelah menerima pesan dari seseorang sean langsung berlari dari kelas tak memperdulikan guru yang sedang mengajar.
"Mau kemana yan"teriak Nico ingin tahu
"Aurora"jawab sean cepat lalu hilang dibalik pintu.mendengar nama Aurora disebut Oriel langsung berlari juga menyusul sean.entah kenapa perasaannya mulai tidak enak.
"Misi ibu yang paling cantik,nico ganteng mau ikut keluar juga ya"pamit nico pada buk suri tanpa menunggu jawaban bu suri nico ikut menyusul Oriel dan sean.
___
Banyak sekali pertanyaan yang ingin Oriel tanya kan pada sean apa yang sebenarnya terjadi pada Aurora.kenapa semua orang begitu cemas bukan berarti Oriel tidak cemas Oriel sungguh cemas akan keadaan Aurora sekarang ini.
Tak lama kemudian dokter cantik yang menangani Aurora keluar dari ruang IGD,setahu Oriel dokter cantik itu adalah kaka kedua Aurora.ya Aurora pernah melihatkan poto wanita cantik itu pada Oriel.
"Mom,Aurora baik-baik aja ga ada yang perlu dikhawatirin.Aurora cuma kelelahan"ujar vanila menenangkan mommy nya yang sedang menangis segugukan.
"Dad"panggil vanila pelan pad ayahnya dan menggenggam tangan besar ayahnya itu,memberikan ketenangan.
"Sekarang Aurora udah bisa dipindahkan ke ruang inap"ujar vanila.
__ADS_1
Bryan mengangguk dan memeluk istrinya.
Oriel bingung melihat semua ini,apa yang ia tidak tahu disini?