
Bryan terbangun pukul 01.00 dini hari karena tenggorokannya terasa kering.
Dengan sempoyongan ia berjalan kedapur untuk minum.
Setelah minum bryan tidak langsung kembali tidur ia mengecek keadaan ariella terlebih dahulu,ia masih sedikit risau karena ariella belum membuka mata.
'Apa Dia tidak lapar' bryan membatin.
Bryan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik ariella.
"Astaga,panas" ujar bryan panik ia menempelkan tangannya kedahi ariella.
Bryan langsung mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres ariella.
__ADS_1
Rasa kantuk bryan lenyap entah kemana.Bryan sangat cemas karena tindakan bodohnya ariella jadi seperti ini.
Berapa kali bryan mengganti kompresan didahi ariella hingga ia tertidur disebelah ariella sambil memeluk ariella dengan tangan kirinya memegang kompres ariella agar tidak terjatuh.
****
Pukul lima subuh bryan kembali bangun menggati kompresan ariella yang sudah mengering.
'Pucat seperti ini saja cantik' ujar bryan mencium tangan ariella yang terasa hangat ketika ia pegang.
Drtt....drt...
__ADS_1
Ponsel bryan yang berada diatas nakas berbunyi,dengan gerakan cepat ia meraih ponselnya.
"Kabar apa yang kau bawakan" ujar bryan ketika mengangakat telpon dari salah satu anak buahnya tangan kirinya masih menggenggam tangan ariella.
"Orang itu sudah kami dapatkan tuan"
Brayn langsung memutuskan panggilan telpon ketika anak buahnya sudah menemukan orang yang memasukan obat perangsang kedalam minuman ariella.apa maksud dan tujuan orang itu dengan memasukan obat perangsang kedalam minuman ariella?.pertanyaan itulah yang memenuhi pikirannya sekarang.
'Orang yang mencoba mempermalukan bahkan menyakiti mu maka orang itu akan merasakanya berlipat-lipat bila perlu' ujar bryan mencium punggung tangan ariella
Tanpa sadar bryan tertidur dilantai dengan tangannya masih mengenggam tangan ariella.
__ADS_1
****