
Sudah tiga jam tapi Aurora belum juga sadar membuat Oriel semakin khawatir namun Oriel tidak banyak bertanya atas keadaan Aurora,ia percaya nanti jika Aurora sudah sadar gadis itu sendiri la yang akan menceritakannya sendiri.
Oriel memegang tangan Aurora sesekali ia mencium punggung tangan gadis yang sedang terbaring lemah itu,harap-harap Aurora segera sadar dan kembali mencekoki dirinya.
Drtt....drt....
Oriel mengangkat telpon nya tanpa melepaskan genggaman nya
"Iya re"
"Oriel kamu dimana aku didepan apartemen kamu"
"Dirumah sakit,kalau kamu mau belajar besok aja sekarang aku ga bisa"ujar Oriel memutuskan panggilan sepihak.
Tanpa Oriel sadari Aurora mulai membuka matanya.
"Oriel"katanya pelan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Dengan sigap Oriel memberikan Aurora air minum yang memang untuk Aurora.
"Udah mendingan?"tanya Oriel setelah Aurora sudah meminum airnya.
Aurora hanya mengangguk lemah sebagai jawaban.
"Bar,gue kedepan cari kopi"pamit sean tanpa menunggu balasan dari Oriel maupun Aurora,sean meninggalkan mereka berdua.
Oriel membantu Aurora untuk kembali berbaring.
"Gue bawain anak lo"ujar Oriel memberikan anak boneka beruang pada Aurora yang langsung diterima oleh gadis itu.
"Sini"ujar Aurora pelan agak menepi agar Oriel bisa berbaring disampingnya.
Oriel langsung naik keatas bangsal yang ditempati oleh Aurora.
Aurora tidur dengan bersandar didada bidang milik Oriel.
__ADS_1
"Maaf,udah buat lo khawatir"ujar Aurora pelan nyaris tidak terdengar.
Oriel tidak menjawab ia mencium dahi Aurora sayang.
"sekarang lo istirahat,"ujar Oriel menepuk-nepuk punggung Aurora pelan
"lo juga"ujar Aurora membuat Oriel mengangguk.
Tak lama kemudian dua sejoli itu benar-benar tertidur dalam posisi Aurora yang berbantalan dada bidang Oriel.
___
Paginya rumah sakit dihebohkan oleh teriakan-teriakan Aurora.
"Pokoknya Aurora mau sekolah titik ga pake koma"ujar Aurora tidak mau dibantah.
"Ariel sayang..."
"Daddy please"kata Aurora memotong perkataannya ayahnya
"ka nila Aurora udah boleh sekolah kan"harapan terakhir Aurora adalah kaka perempuanya.
"Iya kamu udah boleh sekolah "jawab vanila akhirnya
"Mom,dad denger kan apa kata ka nila"ujar Aurora pada kedua orang tuanya.
"Yaudah kamu boleh lakukan apapun yang kamu mau"putus Bryan membuat Aurora tersenyum lalu Menatap ibunya
"Kalau daddy udah bilang kek gitu emang mommy bisa apa"ujar ibunya mengangkat kedua bahunya.
"Mommy suruh orang rumah bawa seragam kamu dulu"sambung ibunya namun dicegah oleh Aurora.
"Ga usah mom,tadi botak udah bawain seragam Aurora"ujar Aurora menunjuk seragamnya.
Semua orang yang ada diruangan Aurora hanya bisa menggelengkan kepala termasuk Oriel.
__ADS_1
Oriel sudah berseragam rapi tadi pagi-pagi ia pulang terlebih dahulu keapartemennya lalu kerumah sakit lagi.
Aurora segera mengganti pakai nya dengan seragam sekolah dikamar mandi ruang inapnya.
"Bang vian mana mom?"tanya Aurora pasal nya abangnya tadi masih ada diruangan Ini.
"ada rapat mendadak katanya"jawab ibu nya membuat Aurora mengangguk.
"Sean?"
"udah pulang"jawab Oriel lagi-lagi Aurora hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Mom,dad Aurora berangkat"pamit Aurora mencium kedua pipi orang tuanya
"Tan,om saya juga berangkat"pamit Oriel menyakini orang tua Aurora.
"Hati-hati sayang,Oriel tolong jaga anak tante.Aurora suka bandel orangnya"pesan ibu Aurora.
"Tentu te,tanpa diminta pun Oriel akan menjaga Aurora"jawab Oriel yakin
"KA NILA AURORA BERANGKAT SEKOLAH" teriak Aurora dirumah sakit membuat Oriel sontak langsung menutup mulut Aurora.
"Ini rumah sakit bukan rumah elo"ujarnya
"Hehe lupa "jawab Aurora menyengir
Oriel membuang nafas lalu menggenggam tangan Aurora
"Lo udah baik benaran?"tanya Oriel Menyelidik
"Iya Oriel,lagian gue cuma ke capek an aja"jawab Aurora meyakinkan Oriel.
"Baguslah kalau kek gitu"ujar Oriel mengajak Aurora ke parkiran dimana mobilnya diparkirkan.
"Gue dari kecil paling ga bisa kecapekan"ujar Aurora membuat Oriel menoleh kearahnya Namun tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
Aurora lega ia sudah memberi tahu Oriel tentang yang ia alamin sekarang ya walaupun hanya sebuah clue