
Ariella bangun dari tidur cantiknya tangan nya merabah sisi kasur.kosong.
Sejenak areilla kembali mengingat dimana bryan mencumbunya dan membuatnya merasakan ******* untuk yang pertama kalinya.ia merasa spesial karena bryan masih menjaga apa yang selama ini ia jaga.wajah areilla bersemu merah ketika mengingat perkataan bryan 'kau milikku' ia mengguling-gulingkan badanya bak remaja labil yang baru saja mengenal cinta.sudah cukup lama berguling-guling akhirnya Ariella memutuskan bangkit dari tidurnya ia melangkahkan kakinya menuju dapur karena disana lah bryan biasanya berada pagi-pagi begini yaitu memasak sarapan untuk mereka.
Namun saat ariella sampai didapur ariella tidak mendapati bryan disana yang ada hanya memo kuning yang tertempel manis didinding kulkas.
Aku sudah membuat sarapan untukmu
Jangan coba-coba untuk memasak!
Aku sudah meminta sarah untuk
Memasakan mu selama aku pergi.
Satu lagi rindukan aku.
Bryan
Ariella tersenyum membaca memo dari bryan lalu berjalan menuju kamarnya ia harus membersihkan apartemennya yang bisa dikatakan sangat berantakan dan yang paling parah sapatu bryan yang berserakan dimana-mana karena ia sedang tidak terlalu sibuk ariella memutuskan untuk membersihakan apartemennya dan lagi. pekerjaannya hanya mengecek email yang masuk dan mengatur jadwal bryan dari apartemen saja jadi pekerjaannya tidak memakan waktu yang lama.
Setelah memakan sarapan yang dibuat oleh bryan ariella mulai membersihakan apartemennya mulai dari menyapu hingga mengepel semua sisi apartemennya.ariella juga mencuci piring walaupun banyak piring yang pecah ariella sama sekali tidak menghentikan aktivitasnya bahkan ariella tidak ambil pusing dengan piring yang sudah ia pecahkan.piring yang pecah ariella buang ke tong sampah.ariella sengaja tidak mendatangkan pekerja yang dikirimkan ayahnya setiap minggu semenjak bryan ikut tinggal diapartemennya karena ia pikir apa salahnya membersihakan apartemennya sendiri tanpa memperkerjakan pekerja.
Pukul 11 siang semua pekerjaan ariella selesai ia kembali mengecek email di laptopnya.setelah mengecek email areilla melangkahkan kakinya menuju kamar ia ingin mandi karena badannya sangat lengket karena kegiatannya bersih-bersih apartemen.
Ariella keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri.
Drtt...drtt...
__ADS_1
Ariella meraih ponselnya sedangkan tangan sebelahnya mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk.
" ya hallo" ujar ariella tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Sedang apa?"
"Bryan" panggil ariella lirih menjauhkan ponselnya dari telinganya mengecek nama penelpon.
"Ya ini aku.apa yang sedang kau lakukan sekarang"
"Baru saja mandi.bagaimana perjalanan bisnis disana lancar?"
Ariella tersenyum mendengar penuturan bryan.
"Hm"
"Hm eh? Aku tau kau sedang tersenyum sekarang,right?"
"Tidak...memangnya siapa yang sedang tersenyum" ujar ariella membela diri
__ADS_1
"Kau.sudah lah jangan mengelak lagi aku tau kau sangat-sangat merindukan ku kan",
"Percaya diri sekali.aku tidak merindukanmu"
Sir sudah waktunya
Ariella dapat mendengar seseorang mengingatkan bryan jika bryan akan ada pertemuan atau rapat.
"Akan kutelpon lagi nanti"
"Lihat siapa yang merindukan siapa?" cibir ariella
"Aku mencintaimu"
Jawab bryan memutuskan sambungan tanpa mengubris cibiran areilla.
Tuttt...tutt
Ariella kembali tersenyum atas penuturan cinta dari bryan ia memegang dadanya yang sudah berdetak tak beraturan.
__ADS_1
***