Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#5


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Aurora sudah siap untuk pergi kesekolah tidak seperti biasanya itu karena ia ingin mampir ke apartemen Oriel terlebih dahulu untuk memberikan bekal yang telah dibuatkan oleh ibunya.


"Mom Aurora berangkat ya"pamitnya pada ibunya sambil mengecup pipi ibunya.


"Tidak dengan daddy mu sayang"ujar ibunya


"Engga mom daddy sangat-sangat lelet jadi lebih baik Aurora berangkat duluan deh"


"Sepertinya daddy mendengar ada yang sedang membicaraakan daddy "ujar bryan berjalan turun dari tangga menuju meja makan.


"Mom Aurora berangkat.love you mom"ujar Aurora cepat sambil mencium kilat tangan ibunya.


"Kau tidak mencintai daddy mu ini kah" ujar bryan agak keras pada putrinya


"Engga wlek" jawab Aurora sambil menjulurkan lidahnya pada bryan.


"Oh begitu ya,ah daddy jadi sedih mendengarnya"ujar bryan dengan nada dramantis sambil menundukkan kepalanya


Cup


Aurora kembali lagi dan mencium pipi bryan


"Love you dad" ujanya tersenyum lalu kembali berlari dengan bekal ditangannya.


"Love you more Princess" jawab bryan namun sayang Aurora tidak mendengarnya.


"Tak anter gue ke apartemen nya Oriel dulu ya"ujar Aurora pada botak supir pribadinya sekaligus bodyguard yang selalu menjaganya.


"Baik nona"


"Eh tak anak lo udah dianter belom?"tanya Aurora pada botak yang sedang menyetir


"Istri lo udah dikasih duit sayur?"tanya Aurora lagi sedangkan botak hanya diam


"Eh anak pertama lo siapa namanya lupa gue"ujar Aurora sambil meletakan jarinya di dagu berlagak seperti orang yang sedang berpikir


"Hina saja sepuas nona"jawab si botak pasrah sontak saja tawa Aurora pecah ini la yang ia tunggu dari si botak.


"Lagian lo sih udah tua bangka begini belom punya pasangan juga.contoh gue ni tak biar lo ga jomblo seumur hidup" ejek Aurora dengan tawa yang masih belum berhenti sedangkan si botak hanya diam baginya Aurora sudah seperti adiknya sendiri.


"Jangan mayun gitu ah jelek lo"ujar Aurora setelah tawanya selesai

__ADS_1


"Ntar gue cariin tante-tante yang mau sama lo,oke"


"Terserah nona saja" jawab botak pasrah.


Aurora begitu heran pada bodyguard- bodyguard ayahnya rata-rata dari mereka belum ada yang menikah termasuk si botak.entahlah Aurora juga tidak tahu kenapa begitu yang pasti jika ada bodyguard yang menikah pasti tidak lagi menjadi bodyguard ayahnya.


Tak terasa mobil yang dikemudi oleh botak sudah sampai dikawasan apartemen yang dihuni oleh Oriel.


"Tak lo tunggu disini.oke"ujar Aurora lalu turun dari mobil.


Aurora melangkahkan kaki nya kedalam lift dan menekan angka 7.


Setelah keluar dari lift dengan santai Aurora menekan sandi apartemen milik Oriel.


Aurora masuk kedalam apartemen namun tidak menemukan adanya sosok Oriel.Aurora lalu masuk kedalam kamar Oriel ada suara gemercik air dari kamar mandi.


'Pantes dicariin kagak ada mandi toh'


Aurora duduk diranjang Oriel dan mengambil buku yang ada dinakas Oriel.


Aurora membaca buku kumpulan rumus fisika.


'Elah pusing gue Oriel buku bacaan nya yang beginian apa ga pusing'


Tak lama kemudian Oriel keluar dari kamar mandi.


"Lo"geram Oriel ketika melihat Aurora sedang duduk bersenderan pada ranjangnya.


"Iya"jawab Aurora santai.


"Dari mana lo tahu sandi apartemen gue"tanya Oriel langsung


"Dari botak"


"Keluar gue mau ganti"ujar bryan tidak memperpanjang mengenai Aurora yang mengetahui sandi apartemennya.


"Ganti aja kalo lo berani"jawab Aurora tak mau keluar


Oriel lalu membuka handuknya dengan santai lalu mengambil seragam sekolahnya dilemari


"Kyaaaaaa...."teriak Aurora dan berlari terbirit-birit keluar kamar Oriel sambil menutup matanya dengan tangan.

__ADS_1


Setelah Aurora keluar Oriel tertawa melihat tingkah lucu Aurora.


"Sok nantangin gue,ga tahu aja gue pake bokser"


Oriel menutup mulutnya ketika menyadari ia sedang tertawa.ia tertawa.Oriel mengingat-ingat lagi kapan terakhir kali ia tertawa,sudah lama sekali ia tidak tertawa semenjak lima tahun terakhir dan Aurora berhasil membuat nya tertawa hanya karena Aurora lari terbirit-birit.


Diluar kamar Aurora *******-***** tangannya sambil memaki-maki Oriel


'Dasar sinting ganti baju dikamar mandi kek apa dimana ga usah didepan gue juga'


Setelah puas memaki-maki Oriel Aurora menelpon botak


"Halo tak lo pulang aja gue bareng Oriel"


Setelah memberitahu botak Aurora memutuskan panggilan dan duduk disofa menunggu Oriel selesai berpakaian.


"Ngapain lo masih disini"ujar Oriel setelah selesai berpakaian rapi.


"Nunggu lo"jawab Aurora santai


Oriel tidak berkata lagi ia berjalan begitu saja melewati Aurora yang duduk disofa.


"Oriel tungguin gue"ujar Aurora mengejar langkah Oriel yang panjang seperti langkah ayahnya.


"Kita pergi sekolah bareng ya"pinta Aurora memegang lengan Oriel.


"Ga"


"Iya yaa please.botak udah pulang duluan trus gue pergi sekolah sama siapa"pujuk Aurora lagi


"Lagian kan kita pacaran masa lo tega lihat pacar lo yang cantik ini pergi naik taksi sendiri lagi"sambung Aurora lagi.


Oriel tidak menjawab sampai akhirnya mereka di dalam lift Oriel tidak memberi jawaban atas permintaan Aurora


"Oriel"rengek Aurora bersandar pada pundak Oriel karena tidak ada jawaban dari Oriel


"Lepas tangan lo sekarang"ujar Oriel menekan suaranya


"Ga mau sebelum lo bilang iya"jawab Aurora bertambah menyender pada Oriel


"Oke lo bareng gue tapi jangan nempel-nempel gue"ucap Oriel final

__ADS_1


"Siap pak bos" jawab Aurora tersenyum manis.


__ADS_2