Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS2#30


__ADS_3

MWMBS2#30


mohon tinggalkan jejak vote n komen karena setiap like n komen kalian sangat berarti untuk author. thksđź’›


Susu ditangan oriel jatuh begitu saja dilantai, ia menangis langsung menghampiri ariella yang jatuh pinsang.


“mama..hiks..bangun...mama...bibikk...”


Oriel mengoyang-goyangkan tangan ariella namun ibunya tidak juga bagun membuat tangisnyabertambah kencang.


Oriel berlari kedapur memanggil asisten rumah tangganya.


“bibik, mama..hiks..mama..tidur tidak bangun-bangun..hiks..” ujarnya mengajak asisten rumah tangga kekamar ariella.


Sedangkan dikantor bryan langsung membatalkan rapat pentingnya dan seluruh jadwalnya ketika mendapat telpon dari asisten rumah tangganya kalau istrinya ariella masuk rumah sakit. Pantas saja perasaannya tidak enak dari tadi ternyata istrinya tidak sehat.


Bryan sampai dirumah sakit dan ia menghampiri oriel yang masih menangis dipelukan asisten rumah tangga mereka. Bryan menghampiri oriel dan mengambil alih oriel, bryan menggendong putra nya menenangkan putranya agar tidak menangis lagi.


“mama tidak apa-apa, mama pasti baik-baik saja. Jadi jagoan papa jadi jangan menangis lagi ya”


Sebenarnya jika ditanya bryan sangat khawatir pada istrinya yang sedang diperiksa oleh dokter, tapi jika ia khawatir bagaimana dengan putranya, siapa yang akan menenangkan putranya?


Bryan masuk keruang dokter bersama dengan oriel mendengarkan penjelasan dokter tentang kesehatan istrinya.

__ADS_1


“bagaimana keadaan istri saya dok?”


“semua nya baik-baik saja pak, dan selamat putra bapak akan mempunyai adik” jawab dokter yang memeriksa ariella tersenyum.


Bryan hampir berteriak karena kesenangan istrinya mengandung


“riel bakal punya adik pa?” tanya oriel membuat bryan menganggukan kepalanya


“iya sayang, sekarang ayo kita ke mama”


“asik riel punya adik, ayo pa. Riel tidak sabar melihat adik riel” kata oriel girang


Bryan dan oriel masuk kedalam ruang rawat inap ariella. Bryan tersenyum kepada ariella lain dengan oriel ia tampak cemberut.


“kenapa cemberut em?” tanya ariella pada oriel


“bohong?”


“iya katanya riel punya adik tapi riel tidak menemukan adik disini” katanya membuat bryan dan ariella hampir mengeluarkan tawa mereka.


“riel sini deh” ujar ariella mengambil tangan oriel dan meletakannya diatas perut ariella.


“adek bayinya belum lahir sayang masih diperut mama” ujar ariella menjelaskan pada oriel

__ADS_1


“mama bohong”


“tidak sayang, nanti kalau sudah waktunya oriel bakal ketemu dengan adek bayi” jelas ariella mencoba membuat oriel mengerti.


“oh begitu, berarti nanti riel bakal punya adik”


“iya sayang”


Kabar ariella mengandung telah menyebar kekeluarga besar, semuanya merasa senang dan bersyukur atas itu. Mereka mendoakan dari jauh agar ariella dan calon cucu mereka selalu sehat selalu.


Pulang dari rumah sakit ariella mengusir bryan, ia tidak mau tidur dengan bryan karena bryan bau menurutnya. Saat bryan akan membersihkan diri ariella melarangnya. Jadilah sekarang bryan tidur dengan putranya, bryan membaca diinternet gejala ibu hamil memang sangat sensitif jadi bryan tidak mengambil hati. Ia malah merasa senang karena istrinya mengalami hal-hal seperti ini.


Ariella tidur dengan gelisah karena bryan suami nya tidak ada disebelahnya, ia jadi menyesal karena mengusir bryan tadi. Ariella menghampiri kamar putranya lalu tidur disebelah bryan dan memeluk suaminya dari belakang. Bryan yang sadar ada ariella dibelakangnya langsung berbalik badan.


“kenapa kesini em?” tanya nya lembut


“tidak bisa tidur”


“ayo kita pindah disini sempit”


“disini saja”


“baiklah”

__ADS_1


Bryan pindah kesisi lain oriel agar istrinya lebih luas tidurnya.


Tbc...


__ADS_2