Married To My Boss

Married To My Boss
MWMB#48


__ADS_3

Ariella menyiapkan koper-koper pakaian bryab dan dirinya karena besok mereka akan terbang ke paris untuk kepentingan dengan mr.frenk mengenai pembangunan hotel di paria tentunya.



"Sudah selesai?"tanya bryan ketika ariella telah menutup koper.



Ariella mengangguk mengiyakan pertanyaan bryan.



"Akan berapa lama kita disana?"tanya ariella balik



"Em dua hari selesai aku rasa"jawab bryan menerka-nerka.



Ariella berjalan menuju bryan lalu duduk disebelah pria itu.



"Bagaimana jika ditambah tiga hari?"ujar ariella mendongak kearah bryan.



Bryan sedikit bingung tapi ia mengiyakan usulan ariella katanya



"Apa pun untuk mu sayang"jawab bryan tersenyum lalu menunduk sedikit mencium sekilas bibir mungil wanitanya.



_



Flashback



Ariella masuk kedalam caffe bean untuk menikmati secangkir capuccino disana,adalah hal lumrah yang biasa ariella lakukan yaitu menikmati minuman kesukaannya tanpa bryan karena pria itu sedang ada pertemuan dengan klien.



Saat ariella menyesap capuccinonya ariella merasa ada yang duduk disebelahnya namun ariella abaikan karena tidak ada yang bisa menghentika sesapan capuccinonya.



"Hai"sapa seseorang itu tersenyum menampakan sederet gigi yang bertengger rapi.



"Astaga mengagetkan saja"jawab ariella ikut tersenyum



"Sendiri saja?teman-temanmu mana?"tanya eden ya seseorang yang duduk disebelah ariella adalah eden



"Mereka sibuk semua"jawab ariella mengangkat ledua bahunya.



"Mau ki temani?"tawar eden lagi-lagi pria itu tersenyum



"Kau sudah disini kau tahu"jawab ariella memutar bola matanya dengan malas lalu kembali menyesap capuccinonya.

__ADS_1



"Areil" panggil eden pelan



"Ya?"



"Ada yang ingin aku bicarakan"kata eden dengan raut wajah serius membuat ariella membatin



'Jangan katakan please'



"Apa?"tanya ariella cemas



"Sebenarnya aku mencintaimu sedari dulu kita masih kuliah"ujar eden membuat ariella memejamkan mata apa yang tak ingin ia dengar dari eden akhirnya ia dengar juga.



"Aku selalu memerhatikan dirimu dari jauh,mamantaumu,kadang aku juga ikut tertawa ketika kau dan teman-teman mu tertawa.cinta ?mungkin saja karena kalau bukan cinta aku tak tahu apa Lagi selain cinta"sambung eden menatap ariella sayang



"Ed"ujar ariella pelan ia ingin sekali memerhentikan ucapan eden tapi..



"Katamu tipe pria mu adalah yang bisa membuat jantungmu berdetak.apakah adanya aku disini membuat kinerja jantung mu berdetak kencang?"tanya eden masih menatap areilla dengan tatapan yang sama.



Areilla tidak harus menjawab apa.ia sendiri bingun bagaimana memberi tahu eden jika jantungnya hanya berdetak untuk bryan prianya bukan untuk siapa-siapa termasuk eden sekali pun.




"Tak perlu minta maaf,siapa pria beruntung itu?"tanya eden tersenyum ia tidak mungkin memaksa ariella memilihnya



"Pria itu bryan"jawab ariella jujur ia tidak mau nanti berbohong dan memberi harapan pada eden sedangkan ia sudah memiliki pria.



"Sudah ku duga.aku mendo'akan kalian agar selalu diberkati tuhan dan bahagia selamanya"ujar eden mendoakan ariella dan bryan.



_



Selama perjalan menuju kantor ariella tanpak tak murung ia mengingat kembali pertemuannya dengan eden sehari sesudah ia bertemu dengan mr.marshwan.



"Melamun hm?"ujar bryan mengagetkan ariella



"Tidak ko"jawab ariella tersenyum agak kaku.



"Baikalan nyonya marshwan jika tidak melamun lakukan ini"kata bryan menunjuk pipinya membuat ariella terkekeh.ariella mencium pipi prianya sayang apa lagi sewaktu bryan mengatakan nyonya marshwan ia sangat senang.

__ADS_1



"Aku hidupkan lagu ya"ucap areilla meminta izin bryan



"Tidak ada cd lagu sayang.radio saja bagaimana?"tanya bryan.



Ariella mengangguk lalu menyalakan radio.



'Setiap orang mempunyai pilihan masing-masing mau bahagia atau tidak?'



"Matikan saja jika tidak menarik"ujar bryan ketika ariella sudah menghidupkan radio bukan lagu yang muncul



''Tidak mau lagian sepertinya ini menarik"jawab ariella membuat bryan mengangguk karna wanitanya.



'Kebanyakan orang tua ingin yang terbaik untuk putra nya tanpa tahu perasaan putra mereka.mereka juga kerap menjodoh-jodohkan putra mereka dengan wanita lain yang sama sekali tidak pria itu sukai.bahkan ada sebagian dari mereka mengancam wanita si pria untuk menjauhi pria itu dengan alasan jika si wanita tidak memutuskan hubungan maka si pria akan kehilangan segalanya termasuk hidup dijalanan.'



Areilla langsung mematikan radio itu tanpa mendengar kelajutannya.ia dirinya sedang diceritakan dalam radio itu sedangkan bryan hanya melihat wanitanya lalu berkata.



"Menarik"ujar bryan membuat ariella mendongak kearah bryan.



"Menurut mu bagaimana sayang?''tanya bryan menoleh sebentar ke arah ariella.



Ariella tidak menjawab ia hanya menganggukan kepalanya saja.



"Jika aku ada dipilahan tersebut maka aku akan meninggalkan semuanya termasuk keluarga yang telah mebesarkan ku dan hidup bahagia dengan wanitku"ujar bryan lagi-lagi ariella mendengarkan bryan.



"Kenapa?"tanya ariella



"Karena aku bukan laki-laki bodoh yang akan meninggalkan wanita yang ia cintai."



"Kau akan kehilangan segalanya"



"Tidak masalah aku bisa memulai nya dari nol lagi demi untuk bersama wanitaku"jawab bryan yakin membuat ariella terdiam akan ucapan bryan barusan.



"Baiklah sayang segera akhiri lamunan mu kita sudah sampai diparkiran kantor"ujar bryan menoel pipi ariella.



Ariella mengangguk lalu ikut keluar dari mobil bryan.


__ADS_1


*****



__ADS_2