
Aurora terlambat sampai disekolah karena sehabis mengantar nael kebandara ia kembali tidur,ia bahkan tidak sarapan pagi.
Ia menghela napas lega pasalnya guru yang mengajar belum tiba.
"Tumben telat?"tanya sandra ketika Aurora telah duduk disebelahnya.
"Ketiduran gue,abis ngantar bang nael kebandara"jawab Aurora menempelkan kepalanya keatas meja.
Sandra tidak bertanya lebih lanjut lagi dan membiarkan Aurora untuk tidur sejenak sambil menunggu guru yang akan mengajar.
Sandra menyikut lengan Aurora untuk membangunkan Aurora karena pak taryo guru sejarah datang.
Dengan malas Aurora membuka matanya ia tidak mau disuruh membersihkan toilet gara-gara tidur dijam pelajaran.pak taryo adalah guru yang paling Aurora takuti dan dengan amat terpaksa Aurora membuka matanya melawan rasa kantuknya.
Ditengah pak taryo menjelaskan pintu kelas diketuk dan munculnya sosok tampan ayah Aurora disana.Aurora menundukan kepalanya ketika seisi kelas menoleh kearahnya.ia malu bagaimana jika teman-temannya beranggapan ia adalah anak manja.
"Permisi pak saya ayah dari Princess ariella"ujar ayah Aurora dengan sopan.
"Pak bryan"ujar pak taryo menghampiri bryan yang berdiri didepan pintu.
"Kalau boleh tahu ada keperluan apa sehingga pak bryan repot-repot datang kemari?"tanya pak taryo langsung.
"Ah tidak saya hanya mengantar sarapan untuk ariella karena tadi buru-buru pergi kesekolah sehingga melupakan sarapan paginya"jawab bryan mengangkat bekal yang senggaja ia bawakan dari rumah.tadi istrinya,ariella menelponnya memberi tahunya jika putri mereka belum sarapan.bryan langsung memutar balik kendaraannya menuju rumah dan membawa bekal Aurora yang telah dibuat oleh ariella istri tercintanya.
Pak taryo mengangguk lalu memanggil Aurora.
"Princess"panggil pak taryo dan membuat Aurora mengangkat kembali kepalanya.
"Saya pak"jawab Aurora lalu berjalan kearah ayah nya juga pak taryo.
"Sudah berapa kali daddy ingatkan sarapan jangan sampai tidak sarapan"ujar bryan memberikan bekal pada Aurora.
"Hehe ariel lupa dad"jawab Aurora cengengesan.
"Lain kali jangan sampai tidak sarapan,oke princces ariel"ujar bryan lembut sambil mengacak rambut Aurora sayang.
"Ay ay daddy"jawab Aurora tersenyum
__ADS_1
"Ya sudah daddy kembali kekantor"
"Hati-hati dad"ujar Aurora sambil mencium pipi ayahnya yang dibalas hadiah dua ciuman pipi oleh bryan.
"Saya permisi pak taryo"ujar bryan menjabat tangan pak taryo
"Ya silahkan pak bryan"
Aurora menatap kepergian ayahnya hingga tidak terlihat lagi.Aurora menghadap pak taryo lalu melangkah ke arah kursinya.semua mata melihat kearah,malu itu la yang ia rasakan sekarang apalagi teman-temannya menatapnya semuanya.namun apa yang bisa ia katakan itu la kenyataannya.
______
Istirahat Aurora tidak pergi kekanti ataupun menemui Oriel.ia memakan sarapan nya yang dibawakan oleh ayahnya.
"San"panggil Aurora setelah sudah menghabiska bekalnya.
"Hm"
"Temenin wc kuy gue kebelet"ajak Aurora
"Kuy"ujar Aurora lalu berjalan ke luar kelas.
"Aurora"panggil sean.
"Aduhh bentaran aja deh ya,gue kebelet ni"jawab Aurora lalu menarik sandra masuk kedalam wc.
"Gue tunggu diluar"ujar sandra
"Iya tapi jangan tinggalin gue ya"pesan Aurora sebelum masuk kedalam wc.
"Hm.cepetan"
Setelah menyelesaikan keperluannnya Aurora keluar dari wc.
"Lo kok disini yan?"tanya Aurora ketika sandra tidak sendirian melainkan bersama sean.
"Kenapa ga kantin tadi?,nael neror gue"ujar sean
__ADS_1
"Hehe daddy bawain gue bekal mangkanya ga kantin"jawab Aurora menyengir
"Gue kira kenapa,tukan nael nelponin gue lagi"ujar sean melihatkan ponselnya pada Aurora.
"Biar gue yang angkat"ujar Aurora mengambil alih ponsel dari sean.
"Lo kemana aja lama amat angkat telpon gue"
"Ini Aurora bang,Aurora udah makan dibawain bekal sama daddy tadi"ujar Aurora lalu memutuskan sambungan telpon.
"Nih,makasih yan"ujar Aurora lalu mengajak sandra kembali kekelas.
____
Oriel merasa tenang karena Aurora tidak menghampirinya dan mengganngunya.
"Aurora mana bro?,tumben kagak kesini?"tanya nico pada Oriel.
"Ga tau gue"jawab Oriel malas.
"Samperin kekelas nya yuk"ajak nico lagi
"Males gue"
"Yaelah pacar sendiri juga "ujar nico lagi namun tidak ditanggapi oleh Oriel.
"Dari mana yan?"tanya nico pada sean yang baru saja tiba.
"Dari tempatnya Aurora gue"
"Oh,Aurora kenapa ga kantin tadi?"tanya nico lagi.
"Dibawain bekal sama bokapnya dia"jawab sean lalu duduk dikursinya.
"Anak orang kaya mah bebas"ujar nico mengipas-ngipas dirinya sendiri dengan buku tulis.
Sedangkan Oriel hanya mendengus mendengar percakapan kedua temannnya.
__ADS_1