
Oriel membuka apartemennya dan mempersilahkan orang suruhannya untuk meletakan boneka besar itu ke ruang tamu nya.
Setelah mengucapkan terima kasih Oriel masuk kedalam kamar mencoba membangun kan Aurora.
"Udah bangun?''tanya Oriel ketika ia masuk Aurora sudah duduk diatas ranjang.
"Hm.mimpi buruk"jawab Aurora sambil mengelap leher dan wajahnya dengan tissue.
Oriel mengangguk sebagai jawaban lalu berjalan kearah Aurora dan memeluk gadis itu.apa pun yang di mimpi kan oleh Aurora dan membuat gadis itu terbangun Oriel berharap mimpi buruk itu tidak akan datang lagi pada Aurora.
"Badan lo anget"ujar Aurora mendongak kearah Oriel.
Oriel tidak menjawab ia mengeratkan pelukannya pada Aurora.
"Lo belum makan,gue masak omlet kesukaan lo"ujar Oriel melepaskan pelukannya
"Kuy.laperrrrr"jawab Aurora memegang perutnya sambil tersenyum lebar menampakan deretan gigi putih dan rapinya.
Oriel terkekeh membuat Aurora terdiam sebentar.
"Kenapa?"
"Lo ganteng"ujar Aurora kemudian yang membuat Oriel langsung tertawa dan lagi-lagi membuat Aurora semakin tercengang.
"Sekarang apa lagi?"tanya Oriel
Seolah Sadar Oriel langsung menghentikan tertawaanya
__ADS_1
"Lo ganteng+++"ujar Aurora tersenyum senang.
"Kok ga ketawa lagi?"tanya Aurora karena Oriel tidak tertawa lagi
"Emang gue ketawa?"tanya nya langsung keluar dari kamar tanpa menunggu Aurora terlebih dahulu.
'Oriel kenapa ya? tadi jelas-jelas dia ketawa.apa jangan-jangan otak Oriel udah ke geser?" batin Aurora dan Aurora langsung menggelengkan kepalanya
'Engga.engga mungkin otaknya Oriel kegeser' ujar Aurora lalu menyusul Oriel.
Ketika sampai diruang tamu mata Aurora membelak melihat dua boneka beruang yang kata Aurora mommy and kid itu ada diruang tamu apartemen milik Oriel.
"Kyaaaaa."teriak Aurora memeluk dan meniduri kedua boneka itu.Aurora sangat senang akhirnya boneka nya sampai juga.
Sedangkan di dapur Oriel menunggu kehadiran Aurora.dan sayangnya gadis itu tidak muncul-muncul.
"Ck.ternyata disini lo,ayo makan"ujar Oriel mengeluarkan nafas lega karena Aurora tidak tertidur melainkan sedang memeluk boneka beruang yang ukurannya tiga kali lipat daru badan Aurora itu sendiri.
"Kuy.hehe"jawab Aurora berjalan menuju dapur bersama Oriel.
Selesai makan Aurora langsung bersiap-siap untuk pulang karena botak sudah menunggunya dibawah.
"Oriel gue pulang ya.lo harus kangen sama gue"ujar Aurora mengambil tas kecilnya tak lupa mencium pipi Oriel.
Oriel mengangguk sebagai jawaban
"See you Oriel"ujar Aurora lagi sebelum pintu apartemen Oriel tertutup.
__ADS_1
Lagi-lagi hanya dijawab anggukan oleh Oriel.setelah Aurora menghilang Oriel lalu berbicara sendiri.
"See you and i miss you now"ujarnya lalu membereskan sisa-sisa makan malam mereka.
___
Pukul 08.00 pagi Oriel masih betah tertidur di kasur nya.karena hari ini tanggal merah dan sekolah libur Oriel memutuskan untuk bangun siang.biasanya senin seperti ini Oriel sudah siap untuk melakukan upacara bersama yang lain karena libur Oriel ingin sekali bermalas-malasan dan menikmati hari liburnya.
Bib...bib..
seseorang telah masuk ke apartemen nya dan Oriel tidak khawatir ia tahu pasti Aurora yang datang kepartemennya hanya gadis itu yang tau sandi apartemennya dan juga kedua sahabat nya.
"Oriel.gue bawain sarapan ni dari mommy"ujar Aurora masuk kedalam kamar Oriel.
Oriel tidak menyahut sebenarnya ia sudah bangun dari Aurora membuka pintu apartemennya.namun ia memutuskan untuk berpura-pura tidur.
"Astaga..mentang-mentang libur bangunnya siang.kebo banget si"ujar Aurora lagi dan duduk dilantai kasur Oriel sambil menatap Oriel yang sedang tertidur.
"Lo ganteng banget si"ujar Aurora gemas sambil mencubit hidung Oriel pelan.
"Gue aja heran kenapa gue bisa suka sama lo.padahal lo tu dingin,cuek,ga ada lembut-lembut nya.mungkin cinta emang kek gitu ya ga ada alasan dibalik cinta"ujar Aurora lalu berencana untuk berdiri namun ditahan oleh tangan Oriel membuat Aurora gugup Jangan-jangan Oriel mendengar perkataannya.
Oriel tidak berbicara membuat Aurora mengelus dadanya lega.lalu dengan perlahan Aurora melepaskan pegangan Oriel pada tangannya.
Aurora melangkahkan kaki nya menuju dapur menyiapkan sarapan yang mommy nya masakan untuk Oriel.
Setelah Aurora pergi Oriel membuka matanya dan memegang dadanya.ada detekan tak karuan didalam sana.
__ADS_1