
bryan memijit batang hidungnya sekarang dia dalam masa dilema pasalnya mr.marshwan ayahnya menelpon memberi ahu jika ia harus ikut serta menemani ayahnya dalam perjalanan bisnis kejerman.bryan tidak bisa menolak ayahnya tapi ia juga tidak bisa meninggalkan ariella sendiri apalagi eden semakin gencar mendekati ariella membuat bryan takut jika ariella akan menjatuhkan hati pada eden.
''akhhh''teriak bryan sambil mengacak rambutnya frustasi
''sir kau baik-baik saja?'' tanya ariella yang sudah dari tadi memperhatikan tingkah bryan.
''ah tidak...aku tidak apa-apa''jawab bryan
ariella mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya
''sir selasa pukul 10 pagi anda ada perjalanan bisnis ke jerman bersama mr.marshwan''ujar ariella memberi tahu bryan pasalnya ia baru saja mendapatkan email.
bryan tidak menanggapi ia berdiri berjalan menghampiri ariella.
''ada apa?'' tanya ariella bingung karena bryan menghampirinya dengan wajah kesal.
''jangan pernah memanggilku sir dan memakai bahasa formal saat bersama ku ariel''kata bryan menekan setiap kat-katanya.
''tapi kenapa bukannya kita sedang dikantor''jawab ariella
''tetap saja jangan pernah memanggilku 'sir' dimanapun kau berada aku tidak suka''
__ADS_1
''tapi sir....'' perkataan ariella terputus karena bryan menemepelkan bibirnya pada bibir tipis ariella.bryan membungkam mulut yang selalu mempunyai jawaban setiap apa yang ia katakan.
bryan menarik leher ariella agar ia bisa leluasa memperdalam ciuman mereka.ariella tidak menolak ia mengalungkan tangannya keleher bryan dan membuka mulutnya membiarkan bryan mengabsen setiap isi dari mulutnya.seakan mendapat lampu hijau bryan memperdalam ciumannya tangan bryan tidak tinggal diam tangan nya sudah merayap kedalam kemeja putih ariella menyentuh dua benda sintal yang sangat pas untuk dipengegang dan diremas oleh bryan.
''bry...ahh..'' ujar ariella mendesah membuat bryan semaki terangsang karena desahan ariella tangan yang semula masih berada didada ariella turun menuju deerah sensitif yang sudah basah.
bryan semakin memperdalam ciuman mereka dan jangan lupakam tangannya yang sudah membuka celana dalam ariella dan memasukan dua jarinya kedalam miss'v'milik ariella sedangkan mulutnya sudah berpindah ******** payudara ariella yang sudah menegang
'bryan... please aku....'' desah ariella mengeliat
''yes bae sebut nama ku ''ujar bryan gairahnya semakin tak terkontrol
bryan mengeluarkan dua jarinya dari miss''v'' lalu menjilatnya.
''kau lezat sekali bae'' ujar bryan sensual
''bry...aku...''
''ya bae sebutkan.. apa..'' jawab bryan sensual sedangkan mulutnya masih setia pada payudara ariella,
__ADS_1
''bry..sudah pukul...tiga..kau ada pertemuan dengan mr.louis..''ujar ariela masih dengan dengan deshan.
seakan sadar bryan langsung memeluk ariella.
''maafkan aku,akumelebihi batas ku,aku sama sekali tidak bisa mengontrol gairahku tadi''ujar bryan ddengan penyesalan.
ariela tidak menjawab ia membalas pelukan bryan.
''sungguh aku tidak bermaksud melakukan ini padamu''ujar bryan melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu ariella
''seharusnya aku menjagamu.naafkan aku''ujar bryan kembali memeluk ariella yang sudah mengeluarkan air mata.ariella menangis bukan karena bryan telah mencumbunya tapi ia merasa terharu karena bryan menghormatinya dan tidak ingin mengambil sesuatu dari ariella tanpa seizinya.
''maaf''ujar bryan mengelus punggung polos ariella.
ariella mengangguk dalam pelukan bryan.bryanmelepaskan pelukannya dan membenarkan kemeja ariella yang berantakan karena ulahnya.setelah membenarkan pakaian ariella bryan mencium sekilas bibir ariella lalu membawa ariella kedalam pelukannya.
''jangan pernah memanggilku sir dan berkata formal pada ku lagi ariel.jika tidak aku aan mnghukummu''kata bryan lembut menghipnotis ariella.
''kau milikku ariel''
__ADS_1
*****