
"Senang bekerja sama dengan anda" ujar bryan menjabat tangan mr.louis
"Senang bekerja sama dengan anda kembali mr.marshwan" jawab mr.louis menerima jabatan tangan bryan.
"Saya permisi" pamit bryan pada mr.louis meninggal kan restoran tempat rapat mereka berlangsung tadi.
Setelah pertemuan dengan mr.louis bryan tidak langsung pulang ke penthouse nya melainkan menemui emely atas titah ayah nya.sebenarnya bryan bisa saja menolak hanya saja ia sudah terlanjur berjanji pada ayahnya untuk kali ini ia tidak akan menolak untuk bertemu dengan emely.
Bryan memarkirkan mobilnya ke restoran china dimana keberadaan emely berada.
Mata elang bryan mencari dimana emely berada.tampak seorang wanita cantik sedang melambai kearahnya ya wanita itu emely namun emely tidak sendirian melaikan dengan ayahnya mr.marswhan.bryan berjalan menuju emely dan ayahnya.
"Maaf aku sedikit terlambat" ujar bryan lalu duduk disebelah ayahnya.
"Tidak masalah,mau makan apa?biar aku pesan kan"jawab emely menawarkan sesuatu pada bryan.
"Tidak perlu aku akan makan dipetnhouseku setelah ini,jadi langsung saja pada intinya" tolak bryan langsung.
"Wah kau ternyata tidak sabaran sekali son" ujar mr.marshwan terkekeh
"Katakan! jangan bertele-tele atau aku akan pergi sekarang"kata bryan dengan suara geram dan bangkit daru duduknya.
"Baiklah tapi sebelumnya duduk lah lagi" jawab mr.marshwan dengan aura serius.
Bryan duduk kembali
"Bulan depan acara pertunangan mu dengan emely akan dilangsungkan,jadi putuskan hubungan mu dengan wanita itu secepatnya" ujar mr.marshwan membuat bryan tak terima seenaknya saja ayahnya menunangkan nya dengan emely dan menyuruhnya memutuskan hubungan dengan wanitanya.
"Aku tidak mau dan em maafkan aku sudah mempunyai kekasih kau bisa menemukan laki-laki lain yang belum mempunyai kekasih.aku permisi" jawab bryan sambil bangkit dari duduknya lalu pergi meninggal kan emely dan ayahnya yang tengah kesal pada nya,ia tidak peduli yang ia pedulikan sekarang adalah wanitanya yang sedang menunggu kepulangannya.
__ADS_1
***
Ariella menyambut kepulangan bryan ia mengambil alih tas kerja dan jas bryan,bryan tersenyum disebelah ariella mereka seperti pasangan yang baru saja menikah.
"Kenapa lama sekali kau pulang?apakah pembangunan hotel di indonesia tidak lancar?" tanya ariella meletakan tas dan kemeja bryan diatas kasur.
"Semua nya berjalan lancar hanya saja..." ucapan bryan menggantung diudara,ia tidak mengkin memberi tahu yang sebenarnya terjadi ia tidak ingin wanitanya memikirkan nya.biar la ia saja yang mencari jalan keluar dari semua ini.
"Hanya saja...." ulang ariella
Bryan menatap wanitanya gemas
"Hanya saja sekarang aku lapar" jawab bryan terkekeh sambil memegang perutnya.
Seakan tersadar ariella langsung mengajak bryan makan.
Ariella terpaku ketika bryan mengecek kondisinya.
"Ini?astaga ariella kau ini kenapa?" tanya bryan lagi tidak ada nada marah disana hanya ada kekhawatiran karna ditangan ariella terdapat luka bakar.
"Terkana percikan minyak sewaktu menggoreng telur,tapi ini tidak apa-apa dulu juga aku seperti ini dan bekasnya hilang sediri" jawab ariella cepat.
"Tetap saja,ayo kita obati luka bakarnya" kata bryan
"Tidak perlu tadi sudah ku olesi dengan salep,sekarang lebih baik kita makan"
Bryan mengangguk semuai ini demi wanitanya karena telah berusaha memasak untuknya.
Bryan menelan salivanya ketika melihat apa saja yang ariella masak,spaggeti dengan bumbu tidak rata dan telur mata sapi yang warnanya sudah menghitam.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak suka ya" tanya ariella lirih ketika melihat bryan sama sekali tidak menyentuh masakannya.
"Siapa bilang ini aku makan" jawab bryan cepat lalu melahap makanan yang dibuat ariella.
Ketika makanan itu masuk kedalam mulut bryan rasa nya bryan ingin memuntahkan kembali apa-apa yang sudah masuk kedalam mulutnya,tapi ia lebih memilih menelannya dibanding memuntahkannya ia tidak ingin wanitanya kecewa.
Setelah melihat bryan telah menyuapkan makannya ariella juga ikut menyuapakan kemulutnya.
Mata ariella melotot ketika makanan yang baru saja ia masak masuk kedalam mulutnya lalu ia berlari menuju kamar mandi memuntahkan semua makanan yang ada dimulutnya.
Ariella terduduk lemas dilantai kamar mandi,ternyata masakannya sama sekali tidak layak untuk dimakan.lalu bagaimana dengan bryan yang sudah makan lebih dulu?ariella merasa bersalah pada bryan karena tidak ingin membuatnya tersinggung bryan tetap memakan masakannya yang dikatakan tidak layak untuk dimakan.
Karena ariella tidak muncul-muncul bryan menyusul areilla.
"Kenapa duduk disini?ayo bangun" ujar bryan ketika mendapati ariella terduduk dilantai kamar mandi.
"Maafkan aku" kata ariella memeluk bryan sambil terisak pelan.
"Maaf kenapa hm?"jawab bryan bingung
"Membuat mu memakan masakan yang ku buat"
"Bukan salah mu" kata bryan melonggarkan pelukan ariella lalu menghapus air mata ariella.
"Sudah jangan menangis,biar aku yang memasak sekarang"
Ariella mengangguk.
****
__ADS_1