
Part 2
Pagi-pagi SMA nusa bangsa sudah dihebohkan dengan seorang gadis berparas cantik mengungkapkan rasa pada Oriel pradipta cowok berwajah tampan tanpa ekspresi dan berhati dingin kecuali kepada dua gadis yang memang dulu adalah sahabatnya.
"Oriel,sebenarnya aku suka sama kamu.kamu mau ga jadi pacar aku"ujar bella tersenyum indah ia sangat yakin Oriel pasti menerimanya kali ini didepan teman-teman satu sekolah apalagi banyak yang bersorak mendukungnya.
"Terima...terima" sorak mereka semua
"Gue ga mau"jawab Oriel tanpa ekspresi dengan kedua tangannya diletakan kedalam saku celana sekolahnya.lalu berbalik pergi meninggalkan segerombolan manusia yang sangat tahu urusan manusia lain.
"Oriel tunggu"teriak bella gadis berparas cantik yang baru saja ditolak mentah oleh Oriel.Oriel tetap melanjutkan jalannya tanpa menghiraukan teriakan bella.
'Lo pasti bertekuk lutut dihadapan gue Oriel' ujar bella kesal lalu ikut pergi dari kerumuhan.
'Huuuuuuuu'sorak semua murid yang ada dilapangan menyoraki bella.
Sementara di depan kelas ada dua gadis yang dari tadi memperhatikan semuanya.
_____
Setelah upacara Oriel dan kedua temannya tidak langsung kekelas melainkan kekantin terlebih dahulu.
"Gila lo bro.cewe sebening bella mala lo tolak"ujar nico membuka pembicaraan
"Atau lo maho lagi"sambung nico menunjuk Oriel sambil tertawa
"Paan sih"jawab Oriel malas.
"Ala ngaku aja kalau lo itu mah..."
"Gue tulen tai"kata Oriel memotong omongan nico sambil melempar kan sendok nya mengenai kepala nico.
"Woi sakit anjir"teriak nico sambil mengelus kepalanya tapi tidak ditanggapi oleh Oriel.
Tak lama kemudian sean datang bersama bude kantin dengan nampan berisi pesanan mereka semua.
"Kenapa lo"tanya sean duduk disebelah nico.
"Dilempar sendok gue sama si tai" jawab nico sambil menunjuk Oriel dengan muncung mulutnya.
"Oh"jawab sean lalu melahap nasi goreng nya sedangkan nico melotot tak percaya pada sean yang superduper menyebalkan.
"Oh doang?"tanya nico memastikan dan dijawab anggukan oleh sean.
__ADS_1
"Ga usah nanya kalo jawaban nya cuma oh doang"ujar nico menggerutu lalu melahap lontongnya.
"Dosa apa hayati tuhan punya temen yang satunya kutub utara yang satunya kutub selatan"ujar nico menggerutu kesal.sean dan Oriel sontak langsung menoleh kearan nico ketika mendengar penuturannya.
"Eh kagak elah"ujar nico pada dua sahabatnya itu.
"Mau dibawa kemana? Makan disini aja"tanya Oriel pada Rere dan menawarkan Rere untuk makan bersama-sama
"Bukan punya aku, ini sarapan untuk Radit"jawab Rere sambil tersenyum
"Kenapa dia ga pesan sendiri?"tanya Oriel lagi
Ngerepotin
Lanjut Oriel dalam hati
"Radit lagi ngerjain tugas jadi aku deh yang bawakan sarapan untuk Radit"jawab Rere tersenyum
"Udah gede juga kalo laper ya makan.lagian punya tangan sama kaki ko ga digunain" ujar Oriel mengeraskan rahangnya.
"Tapi kan Radit nya lagi ga bisa Oriel.ga papa lah direpotin sama pacar sendiri juga"
"Aku duluan ya" pamit Rere lalu berjalan keluar kantin.
"Iler lo apus"ujar sean menepuk pundak nico
Nico yang tersadat langsung mengelap pinggiran bibirnya
"Anjir tai,gue ga ngiler"ujar nico ketika sadar telah ditipu oleh sean
Sean dan Oriel bangkit dari duduk mereka
"Eh mau kemana?"tanya nico
"Kelas"jawab Oriel dan sean berbarengan.
"Tungguin napa lontong gue belom abis ini"ujar nico langsung melahap cepat lontongnya
"Terserah"jawab sean lalu menyusul langkah Oriel yang sudah berjalan duluan.
"Tunggu oi"teriak nico bangkit dari duduknya
"Maafkan diku wahai lontong ku sayang"ujar nico dramantis pada lontong yang masih tersisa sayur nangkanya padahal nico sengaja menyisakan nangkanya untuk dimakan terakhir namun apa daya ia harus menyusul kedua sahabatnya.
__ADS_1
____
"Lo kenal sama Oriel?"tanya Aurora pada sandra yang sedang mendengarkan lagu.
"Hm"jawab sandra cuek
"What.serius"teriak Aurora mendekati kursinya pada sandra
"Hm"
"Lo kenal Oriel dimana?"tanya Aurora antusias dan mengambil ponsel sandra
"Lo kenapa sih nanya mulu.balikin hp gue"jawab Aurora kesal karena ponselnya diambil oleh Aurora.
"Tinggal jawab aja sandra susah amat sih.atau gini aja hp lo bakal gue balikan asal lo kasih tau gue lo kenal Oriel dimana?Oriel anaknya siapa? Asal usulnya deh? Gimana?" ujar Aurora memberi kesepakatan
"Males elah"jawab sandra malas
"Yaudah hp lo ga bakal gue balikin kalo gitu" kata Aurora memasukan ponsel sandra kedalam sakunya
"Iya buru siniin dulu hp gue.kalo tiba-tiba abang lo nelpon gimana?"
"Ett ga bisa.lo kasih tahu dulu baru gue kasih hp lo"
"Oriel pradipta anak papa leo dan mama letha pemilik sekolah ini"ujar sandra malas
"Siniin ponsel gue"sambung sandra merebut ponselnya dari Aurora
"Eh kok lo manggil orang tua Oriel mama papa sih.lo sodaraan sama Oriel ?"tanya Aurora penasaran.
"Gue ga sodaraan.papa leo itu mantan nya mami nya gue sedangkan mama letha nganggap gue anaknya"
"Oh gitu ya.untung lo ga sodaraan sama Oriel kalo ga bisa Orielbe semuanya"
"Hm"
Drttt...drtt...
Sandra melihat ponselnya
"Tuh kan abang lo nelpon" ujar sandra mengangkat telpon dari vian.
___
__ADS_1