Married To My Boss

Married To My Boss
MWMB#5


__ADS_3

Ariella menutup laptopnya,matanya sudah tidak kuat lagi untuk menahan kantuknya.kurang lebih empat jam ia berkutik pada file-file yang harus diserahkan besok pagi pada bosnya.



Berkali-kali ariella mengutuk bryan karena memberinya banyak sekali berkas-berkas dan file yang harus ia selesai kan malam ini juga.



Drttt ....drttt



Ariella mengambil ponselnya dengan malas.ia menggerutu kesal siapa orang tidak tau waktu menelponnya malam malam begini.



"Haloo" ujar ariella dengan suara mengantuk tanpa melihat siapa yang menelponnya.



"Kenapa Kau belum tidur?"



Ariella tidak mendengar perkataan penelpon.matanya sudah tertutup rapat menuju alam mimpi.



****



"Kenapa kau belum tidur?" tanya bryan ketika ariella mengangakat telponnya.satu detik,dua detik,semenit tidak ada jawaban dari ariella.bryan menatap jam dindingnya.pukul tiga dini hari.



'Pantas saja' bryan terkekeh.



'Apa dia sudah tidur' batin bryan.



"Kenapa kau jahat sekali"



"Hah?" ujar bryan melongo



"Kenapa berkasnya sangat banyak,dasar kau boss sialan.aku akan membawa mu kejurang dan mendorongmu dari sana,pus kau ma...."



Bryan diam tidak menanggapi ia hanya mendengarkan coletehan


Ariella.



"Halo?. ariel?"



Tak ada jawaban dari ariella



"Apa kau sudah tidur?" tanya bryan



Bryan diam menunggu ariella berbicara kembali.sudah lima menit lebih ia tidak mendapat balasan dari ariella ia hanya mendengar deguran halus,bryan tersenyum singkat berarti tadi ariella mengatainya dalam kondisi tidak sadar itu hanya igauan seorang ariella.



****

__ADS_1



Kring....kring...



Jam wakker yang berbunyi kencang membuat ariella menggeliat kesana sini sambil menutup kedua telinga nya dengan bantal.dan sialnya jam wakkernya sama sekali tidak mau berhenti membuat ariella dengan amat terpaksa membuka matanya.ia menjangkau jam wakkernya mata ariella yang masih ada diantara alama mimpi dan alam nyata langsung terbuka lebar ketika jam wakkernya menunjukkan pukul 07.30.ia bergegas bangun dari tidurnya.



'Duk'



Entah kesialan apa lagi yang menimpa ariella pagi ini ia malah tersandung meja didepannya.



"Sejak kapan meja ini ada disini" gerutu ariella kesal sambil memukul meja itu dengan kesal.ia kembali berdiri dan meneliti dimana ia sekarang.



Ariella menepuk jidat mulusnya,ia baru menyadari jika ia semalam tidur disofanya karena tidak kuat menahan kantuk untuk pindah kekamar.ia lalu bergegas menyiapkan semua keperluannya.



__



Pagi ini ariella kembali terlambat tepat pukul delapan pagi ia baru tiba diloby gedung pencakar langit itu,tanpa menunggu lama lagi ia segera menaiki lift khusus Ceo.



Ariella nelewati meja sekretaris yang masih kosong,ia tersenyum mengetahui fakta jika ana juga datang terlambat.



Ariella segera membuka pintu berharap bryan bosnya itu belum datang,namun bahunya langsung meluruh begitu melihat bryan yang sedang duduk manis dikursi kepemimpinannya.



"Maaf sir,saya terlambat" cicit ariella pelan.ia menunduk menatap kedua ujung sepatunya tidak berani melihat kearah bryan.




"Hah"



Ariell cengo tidak percaya bahwa seorang bryan yang arogan dan mudah marah tidak meneriakinya seperti pegawai yang terlambat kemarin.sekali lagi ariella mengelengkan kepalanya seolah menyadarkan dirinya bahwa seorang bryan juga masih memiliki sifat kemanusian.



"Duduklah,kerjakan pekerjaanmu dengan benar karna hari ini kau akan bekerja lebih keras dan pekerjaanmu bertambah mulai hari ini" kata bryan menoleh kearah ariella.



Ariella mencabut kata-katanya jika bryan bosnya memiliki sifat kemanusiaan.ternyata bosnya itu tetaplah kejam sepanjang sejarah ariella.



"Tunggu apa lagi"



Ariella bergegas duduk dikursinya dan mengerjakan lembaran-lembaran kertas  yang menumpuk diatas mejanya.ariella menyeritkan kening sejak kapan berkas-berkas ana ada dimejanya,bukannya itu pekerjaan ana bukan dirinya tapi kenapa....



"Sir maaf,kenapa berkas-berkas ana ada dimeja saya"



"Ana mengundurkan diri" jawab bryan santai.


__ADS_1


Bahu ariella kembali meluruh kebawah ia menenggelamkan kepalanya diatas meja.



"Astaga mengapa ana harus mengundurkan diri" ujarnya membenturkan kepalanya berulang kali diatas meja.bryan yang melihat itu langsung menghampiri ariella.ia meletakan tangannya menggantikan objek pembenturan kepala ariella



"Tidak taukah dia kalau aku akan berhadapan dengan monster berwajah seram sendirian,kenapa ana jah..."



Perkataan ana terpotong ketika menyadari benturan dikepalanya tidak terasa sakit.



"Eh" ujar ariella mengangkat kepalanya



"Ada yang bisa aku bantu sir" tanya ariella gugup.tamatlah riwayatnya jika bosnya itu mendengar keluh kesahnya tadi.



"Belikan aku kopi sekarang" perintah bryan menekan setiap kata-katanya.



"Kopi?" tanya ariella bingung pasalnya tadi ketika ia sampai dimeja bryan ada kopi yang belum disentuh sama sekali.



"Waktumu lima menit dari sekarang" ujar bryan santai lalu berjalan menuju kursinya.



Seakan sadar ariella segera bangkit dari duduknya dan langsung berlari kearah lift.



"Dasar bos monyet sialan,dia pikir lima menit waktu yang lama" ariella mengerutu kesal didalam lift.



Drttt....drtt...



Ariella merogoh sakunya,matanya membelak kaget ketika melihat siapa yang mengiriminya pesan.



Bos monyet sialan eh?



Bulu kuduk ariella berdiri ia bergelidik ngeri dari mana bosnya tau jika ia baru saja mengumpat bosnya itu.mata ariella meneliti sekelilingnya.matanya menangkap cctv dipojok lift.pantas saja bosnya itu tau jika ia mengumpat.



Drtt...drt...



Ariella melihat pesan dari bryan.



'Sudah tau em.waktumu 4 menit 20 detik'



Ariella langsung berlari ketika membaca pesan dari bryan.



****


tbc...

__ADS_1




__ADS_2