Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#16


__ADS_3

Aurora langsung ngacir ke kelas nya Oriel setelah bel berbunyi bahkan pak Broto belum keluar dari kelas Aurora sudah mendahului beliau.dengan ditemani oleh sandra Aurora menunggu Oriel didepan kelas laki-laki itu.


Kelas Oriel ricuh ketika guru yang mengajar keluar barulah Aurora masuk kedalam kelas Oriel.


"Hai Oriel sayang"sapa Aurora dengan senyum ceria membuat sandra mual karena itu.


Aurora menyuruh nico bangkit dari kursinya agar ia bisa duduk disebelah Oriel.


"Kantin yuk,laper"ajak Aurora pada Oriel.Oriel mengangguk sebagai jawaban.


"Eh.Aurora gue ga diajak"ujar nico membuat Aurora dan Oriel menoleh kearah nico.


"Biasa nya ga diajak ikut"bukan Aurora yang menjawab melainkan Oriel.


Aurora tersenyum lalu berjalan disamping Oriel menuju kantin diikuti oleh sandra dan nico.


Lalu dimana sean? Sean lagi sakit mangkanya hanya mereka berempat makan dikantin.


"Biar gue aja yang pesen"ujar nico menyembunyikan tersenyumnya.


"Gue mi ayam sama es jeruk"ujar sandra tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Gue.."jawab Aurora terpotong karena langsung diselah oleh nico.


"Bakso tanpa kecap kan sama air putih"potongnya.


Aurora mengangguk sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Gue pesen sendiri"kata Oriel bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju bu de kantin sedangkan nico mengikuti Oriel.


Sementara di gerbang sekolah sean ingin menitipkan bekal untuk Aurora yang dibuatkan oleh bundanya pada satpam sekolah.namun tidak jadi karena bundanya mengiriminya pesan ingin melihat Aurora memakan masakan bundanya.


Dengan amat terpaksa sean masuk ke kelas Aurora.tapi sean sama sekali tidak melihat sosok Aurora didalam kelas.


"Lo liat Aurora?"tanya sean pada mike si ketua kelas.


"Kantin tadi gue lihat Aurora bareng pacarnya"jawab mike


Sean berlari menuju kantin didalam pikirannya jangan sampai Aurora makan baksonya bisa ngamuk bundanya karena Aurora tidak memakan masakan bundanya.


___


"Maacih nicooo"ujar Aurora ketika nico membawakannya bakso kesukaannya.


"Sama-sama Aurora cantik "jawab nico mengedipkan matanya.membuat Oriel langsung menatap nico tajam tentu saja tanpa disadari Aurora.


"Elah maap bos"ujar nico mengangkat kedua tangan nya.


"AURORA"teriak sean sambil berlari menuju Aurora yang akan memasukan baksonya kedalam mulutnya.


"Apaan si yan"ujar Aurora kesal karena baksonya tidak jadi masuk kedalam mulutnya .

__ADS_1


"Bekal dari bunda"ujar sean memberikan kotak bekal pada Aurora dan segera diterima oleh Aurora.


Mata Aurora seketika berbinar ketika melihat masakan yang dimasak oleh bunda sean.


"Bakso lo buat gue ya Aurora"ujar nico membuat semua menoleh kearah nico.


"Hihi"ujar nico menyengir


"nih ambil''jawab Aurora menggeser kan baksonya kearah nico.walaupun ia menyukai bakso namun ia lebih menyukai masakan bundanya sean.


"Lo bukannya sakit yan?"tanya sandra yang memang peka pada keadaan.


"Hm,tapi tadinya sekarang udah engga"jawab sean mengambil kursi tambahan ditengah-tengah Aurora dan Oriel.


"alah bilang aja lo banyak tugas trus males sekolah.pura-pura sakit deh"ujar Aurora tanpa menatap sean yang duduk disebelahnya.


"Lo tu bukan nya makasih ke gue mala ngatain lagi"ujar sean tak terima


"Gue makasihnya sama bunda la bukan elo.wlek"jawab Aurora menjukurkan lidah dan memulai menyantap bekalnya


"Serah lo dah"ujar sean mengalah.


Drtt...drtt..


bunda is calling...


"Ya bun"


"bekal nya udah dimakan sama si rakus bun"


"......."


"Hehe maap bun"jawab sean menyengir lalu memberikan ponsel nya pada Aurora.


"Bunda mau ngomong "ujarnya.Aurora mengangguk dan mengambil ponsel dari sean.


"Makasihh lho bun,bekalnya sangat-sangat enak "


"......."


"Iya bun.dahhh bunda cantik secantik Aurora"


"......"


Tut..


"Ni gue balikin hp jelek lo"ujar Aurora memberikan ponselnya sean.


"Makasih"sindir sean


"Sama-sama sean jelek"jawab Aurora acuh.

__ADS_1


"Temen lo san"ujar sean pada sandra


"bukan temen gue"jawab sandra cuek


"Wah durhaka banget lo jadi sahabat gue sand gue kutuk jadi batu baru tau lo"


"Emang lo nyokap gue"


"Gue sahabat lo"


"Apa hubungannya?"tanya sean


"Ada lah.sekarang sahabat durhaka bisa dikutuk juga kek maling kundang"jawab Aurora tak mau kalah.


"Serah"ujar sean dan sandra serempak.


Oriel hanya menatap pertengkaran kecil antara Aurora,sandra dan juga sean bahkan ia lupa akan makannya.


Keras kepala,imut,cantik,tak mau kalah


Entah mengapa kata itu la yang muncul dikepalanya sekarang ini tenteng Aurora.


"Woi bro lo ga mau makan.buat gue ya"ujar nico mengagetkan Oriel dan Oriel segera menyingkirkan pikiran tenteng Aurora di kepala nya.


"ini gue mau makan"jawab Oriel memakan makanannya.


"Oriel nanti nyate kuy"ajak Aurora pada Oriel.


"Hm"


"Lo mending pulang deh"ujar Aurora mengusir sean.


"Gue mau ikut makan sate"ujar sean pada Aurora


"Ga boleh"


"pokoknya gue ikut"ujar sean sebelum pergi dari kantin dan sebelumnya sean juga mencium pipi kanan Aurora.


Oriel merasakan panas di d ada nya melihat sean mencium pipi Aurora.dan yang membuatnya lebih panas adalah Aurora sama sekali tidak protes dicium oleh sean.


"Besok-besok jangan mau dicium sean"ujar Oriel membuat Aurora melongo.


"Hah"ujar nya memastikan


"Itu larangan"ujar Oriel bangkit dari kursi nya dan meninggal kan kantin.


"Oriel kenapa?"tanya Aurora


"Oriel cemburu sama sean.kuy balik kekelas"jawab nico dan mengajak kembali ke kelas.


What Oriel cemburu sama Sean?

__ADS_1


Apa jangan-jangan Oriel sudah....


__ADS_2