
Flashback
Dengan Bryan malas bryan membuka pintu mansion keluarganya setelah mengantarkan ariella ke apartemen tania bryan langsung melajukan mobilnya kemansion keluarga.
Bryan melangkahkan kakinya menuju ruang makan dimana ayah dan ibunya berada.
"malam mom,dad"sapa bryan lalu duduk disamping ayahnya tepatnya berhadapan dengan emely.awalnya bryan ingin bertanya kenapa ada emely dimansion mereka.namun ia urungkan karena ia sudah tahu ini semua pasti rencana ayahnya untuk menunangkan ia dan emely.
"Bagaimana kabar areil,bryan?"tanya mommynya saat bryan mulai memakan makan malamnya.
"Ariel baik mom,sekarang dia sedang berkunjung keapartemen nia" jawab bryan setelah meyuapkan makanan nya.
Sementara emely menatap mommy bryan dengan tatapan tidak suka karena mrs.marshwan menanyakan kabar ariella.
"Kapan ariel akan berkunjung kesini?mommy akan mengajarinya memasak"ujar mrs.marshwan menatap bryan.
"Secepatnya mom" jawab bryan balas menatap mr.marshwan
"Tapi tidak untuk memasak"lanjut bryan menghilangkan senyum di wajah mrs.marshwan.tapi hanya sebentar sesaat kemudian senyum mrs.marshwan kembali terbit diwajah cantiknya walau sudah dimakan usia.
"Hm..hm.." tegur mr.marshwan berdehem membuat mrs.marshwan kembali menikmati makan malamnya.
"Bryan"panggil mr.marshwan
"Ya dad"sahut bryan
"Pertunangan kalian tiga minggu lagi akan dilangsungkankan"ujar mr.marshwan memberi tahu bryan.
__ADS_1
Bryan diam tidak menjawab ayahnya ia tetap melanjutkan makan malamnya sama hal nya dengan mrs.marshwan ia hanya diam tidak bisa menyela suaminya.
"Jadi dad harap kalian bisa lebih dekat dan hal yang tak kalah penting putuskan hubunganmu dengan wanita itu"sambung mr.marshwan.
Rahang tegas bryan mengeras ia geram bukan kepalang pada ayahnya.memutuskan hubungan dengan wanitanya?mana bisa?tidak bertemu sehari saja membuat bryan hampir gila apa lagi hubungan mereka berakhir.
Semetara emely tersenyum penuh kemenangan satu langkah lagi ia akan merebut apa yang seharusnya sudah menjadi miliknya.
Tanpa berbicara apa-apa bryan bangkit dari duduknya berbisik pada ibunya berpamitan pulang lalu meninggalkan ruang makan tanpa berbicara pada ayahnya.dengan langkah cepat bryan berjalan menuju parkiran mansion.ia marah pada ayahnya karena menyuruhnya memutuskan hubungan dengan areilla wanitanya.
Saat ingin menghidupkan mobilnya bryan teringat jika kunci mobilnya tertinggal di meja makan.
Brukkk...
"Kau setuju...."tanya ayah bryan ketika bryan kembali lagi
"Tidak!aku hanya mengambil kunci mobil"potong bryan mengangkat kunci mobilnya.
"Mom aku pulang"pamit bryan
"Hati-hati sayang"jawab ibunya tersenyum.
"Dan ya dad jangan coba-coba menghalangi hubungan ku dengan ariella atau dad akan menyesal tak peduli kau adalah ayahku sekalipun"sambung bryan lalu kemudian benar-benar pergi dari mansionnya.
***
__ADS_1
Emely mengacak-ngacak isi kamarnya termasuk meja hias yang tersusun rapi pun berantakan karena ulah emely.
Emely benar-benar tidak terima atas penolakan bryan terhadapnya dan lebih memilih ariella dibandingakn dirinya.
Ia sangat membenci ariella dari dulu semenjak mereka jonior high school.mereka memang bersahabat namun ia membenci ariella sangat membenci ariella dari ariella punya segalanya tinggal kedipkan mata pasti dikabulkan oleh ayahnya berbanding terbalik sekali dengannya apabila menginginkan sesuatu ia harus memendam dalam-dalam keinginannya hasik kerja paruh waktunya tidak mencukupi untuk membeli sesuatu belum lagi ia mempunyai dua adik yang harus ia urus.ariella juga mempunyai kakak yang sangat menyanyanginya sedangkan ia boro-boro kakaknya sayang padanya malah ia hampir dijadikan jalang oleh kakanya.
Dan dimana puncak emely sangat membenci ariella karena bryan pria yang ia cintai juga lebih memilih areilla.
Emely meninju kaca riasnya sehingga tangannya berdarah.
"Bryan adalah milikku tidak akan aku biarkan kau memilikinya"ujar emely penuh amarah.
"Sudah cukup selama ini kau mengambil apa yang seharusnya aku miliki"
***
Bryan menekan bel apartemen tania dengan tidak sabaran ia sangat ingin melihat wanitanya memeluk wanitanya.
Tania membukan pintu apartemen dan mempersilahkan bryan masuk lalu kemudian ikut mengobrol kembali pada sarah dan ariella.
Bryan duduk disofa ruang tamu tania niat ingin memeluk wanitanya pun harus ia pedam terlebih dahulu.ia tidak ingin menganggu wanitanya.
Tak lama kemudian ia tertidur karena kelamaan menunggu ariella yang mengobrol dengan sarah dan juga tania.
***
__ADS_1