Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#24


__ADS_3

Sorenya Oriel mengajak Aurora untuk jogging di taman.


Oriel sudah hampir lima putaran mengelilingi taman sedangkan Aurora hanya duduk dikursi taman sambil makan cemilan.


Aurora terus memandangi arah lari Oriel,ia menatap takjub ciptaan tuhan yang amat sempurna itu.


Tatapan Aurora terhenti ketika Oriel duduk disebelahnya dan minum air mineral.


Ingin rasanya Aurora memegang leher Oriel yang jakunnya naik turun itu.sexy.


"Mau?"tanya Oriel memberikan botol air mineral pada Aurora.Aurora menggeleng kan kepalanya.


Aurora kaget karena Oriel yang tiba-tiba menidurkan dirinya di kursi taman dengan bantalan pahanya.


"Kek gini bentaran ya"pinta Oriel memejamkan matanya sejenak.


Aurora tidak menjawab ia membiarkan Oriel tertidur dengan bantalan pahanya.Oriel pasti lelah berlari memutari taman.pikir Aurora


Aurora mengelus rambut Oriel sayang,ia bahkan mengelap sisa-sisa keringat yang masih menempel di kepala dan leher Oriel.


Oriel menahan tangan Aurora yang ingin mengelap keringat Oriel lebih lanjut.


"Ga jadi tidur"ujar Aurora menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


Oriel menggeleng lalu berkata


"Kenapa lo sering nyium pipi gue?"tanya Oriel membuka matanya.


"Karna gue sayang sama lo"jawab Aurora pelan


"Kalau lo sayang sama gue kenapa lo ga nolak pas sean nyium pipi lo?"tanya Oriel lagi


"Karna sean sayang sama gue"jawab Aurora cepat.


"Kata bang nael kalo ada yang nyium pipi kita berarti orang itu sayang sama kita,sama halnya dengan mommy,daddy,bang vian,ka nila,bang nael,termasuk sean yang selalu nyium pipi gue mereka sayang sama gue begitu juga gue"sambung Aurora melihat keatas langit.


"Berarti gue juga termasuk?"tanya Oriel lagi


"Maksud gue.."ujar Oriel namun segera dipontong oleh Aurora.


Oriel terdiam lalu bangkit dari posisi awalnya menjadi duduk


"Udah ah.pulang kuy,gue mau pake ini"ujar Aurora menunjukan kutek yang dibelikan oleh bunda sean kemarin.


Oriel mengangguk dan mengajak Aurora pulang.


Oriel berjalan agak cepat sehingga meninggalkan Aurora yang masih menyimpan kuteknya kedalam tas kecil miliknya.

__ADS_1


Setelah meletakan kuteknya Aurora mengejar Oriel.


"Oriel tunggu"ujar Aurora karena tidak berhati-hati Aurora terjatuh.


"Au"rintih Aurora pelan namun Oriel masih bisa mendengar rintihan Aurora.awalnya Oriel mengira Aurora hanya berpura-pura namun setelah ia berbalik Auroranya benar-benar terjatuh.


Dengan cemas Oriel menghampiri Aurora yang belum bangkit dari duduknya.


"Lo ceroboh banget si"ujar Oriel membantu Aurora berdiri.Aurora tidak menjawab kaki nya terasa perih namun ia tidak memberitahu Oriel.


"Kaki lo berdarah"ujar Oriel berlutut dihadapan Aurora mengecek luka jatuh Aurora.


"Kaki gue ga papa ko,cuma sendal gue putus"ujar Aurora pelan dan Oriel kembali berdiri


"Ngerepotin tau ga,udah tau jogging masih pake sandal"ujar Oriel mengambil sandal Aurora.


"Pinjem sendal lo"ujar Aurora dengan nada seperti anak kecil


"Males banget"jawab Oriel melempar asal sendal Aurora yang putus.


"Trus gue pulang nya kek gimana?"ujar Aurora merajuk.


"Nyusahin"ujar Oriel berjongkok dihadapan Aurora.

__ADS_1


"Naik"perintah Oriel tanpa diperintah dua kali Aurora segera naik ke gendongan cowo itu.


"Gue ga mau kaki gue yang luka,lebih baik lo kek gini"ujar Oriel dengan nada datar.walaupun begitu Aurora merasa senang didalam kalimat Oriel mengandung perhatian yang cowo itu sendiri tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.


__ADS_2