
ariella melangkah kan kaki jenjangnya dengan cepat beberapa kali matanya melirik jam tangan nya yang melingkar cantik ditangan kanannya,ia sengaja bryan menurunkan nya diperempatan jalan awalnya bryan tidak mengizinkan ariella turun namun karena ariella memaksa,bryan tidak bisa berbuat apa-apa bukan karena apa ariella hanya tidak ingin ada bisik-bisik tidak mengenakan timbul dari karyawan-karawan lain kalau misalnya ia turun dari mobil bryan.
Ariella mengehela nafas lega setelah sampai dihalaman kantor,namun itu hanya sedetik pasalnya tiba-tiba ada tangan besar melingkar dilehernya.
"Sorry sir..bryan?"ujar ariella kaget ketika menoleh kekiri ternyata orang yang melingkarkan tangan kelehernya adalah bryan bossnya aka kekasihnya.
"Lepas." ujar ariella berbisik
Bukannya melepas rangkulannya bryan malah memindahkan tangan kekarnya ke pinggang ariella membuat banyak pasang mata melihat tak percaya pada apa yang ada dihadapan mereka.
"Ayo hon" ajak bryan membawa ariella berjalan disebelahnya tak lupa jika tangan kekar bryan masih menempel pada pinggang ariella.
"Astaga apa-apaan ini bryan ! Mereka pasti akan berkata yang tidak-tidak tentang kau" ujar areilla marah ia melepaskan paksa rengkuhan tangan bryan pada pinggangnya ketika mereka sudah didalam lift khusus ceo.
"Tenang saja aku sudah memberi tahu mereka tentang kita,dan tidak akan ada yang akan mengatakan yang tidak-tidak tentang mu atau pun aku"jawab bryan santai dan itu tambah membuat ariella berang.
"Kau memberitahu mereka atau mengancam mereka?" tanya areilla menatap bryan jengah.
"Hmm..memberitahu eh bukan mengancam lebih tepatnya" jawab bryan seolah-olah orang yang sedang berpikir
__ADS_1
Ting..
Bryan keluar dari lift diikuti oleh ariella disebelahnya.sementara Ariella menggeleng-gelengkan kepalanya ia sudah tahu betul tipekal bryan mana mungkin bryan hanya memberi tahu ia pasti mengancam karyawan-karywan nya.
"Jangan pernah meminta ku untuk menurunkan mu diperempatan jalan,kali ini aku maafkan tapi tidak untuk besok-besok"
***
Ariella menopang dagunya memandangi ciptaan tuhan yang maha indah yang kini sedang memasak.sungguh ariella sangat mengangumi prianya ketika sedang memasak tingkat ketampanan bryan meningkat berkali-kali lipat dari biasanya.ariella bersyukur bryan mau memaklumi nya karena tidak bisa memasak tapi walau begitu ariella akan terus akan belajar memasak agar suatu saat nanti ia bisa menggantikan posisi bryan yang memasak untuknya.
"Makanana datang" ujar bryan membawa dua piring makanan yang baru saja ia masak.
"Silahkan dicoba nona" ujar bryan membungkukkan badannya ala-ala pelayan membuat tawa ariella hampir pecah.
Ariella mengambil piring nya lalu memcoba masakan bryan.ariella mengangguk-ngangguk masakan bryan luar biasa lezatnya tak kalah dari restoran-restoran mewah lainnya.
"Bagaimana?lezat?" tanya bryan
"Em....sangat lezattttt" jawab ariella mengacungkan dua jempolnya.
__ADS_1
Drttt....drt.....
Ponsel bryan berbunyi membuat ariella menghentikan sejenak kunyaannya
Bryan mengangakat telponya sementara ariella masih setia pada masakan bryan yang sayang untuk dilewatkan.
"Kita harus kerumah sakit sekarang" ujar bryan cemas setalah memerima telpon.
"Siapa yang sakit?mommy?" tanya ariella berdiri mengampiri bryan.
"Bukan mommy tapi tania"
"Tania?"
"Tania pendarahan kita harus cepat kerumah sakit"
****
TBC..
__ADS_1