Married To My Boss

Married To My Boss
MWMB#15


__ADS_3

Ariella sampai diapartemennya pukul 18.00.



Tepat saat bryan keluar dari kamar mandi.



"Aaaaaaaa" teriak ariella membalik badannya menghadap tembok.



"Pakai baju dikamar jangan ganti baju disini" teriak ariella kesal.



"Aku tidak punya kamar jika kau lupa" jawab bryan santai sambil memakai bajunya.



"Lagian kenapa kau tidak pulang saja sana" kata ariella bertambah kesal mengusir bryan



"Tidak mau.waktu ku disini masih empat hari lagi jadi sayang jika harus dilewatkan" jawab bryan santai sambil masukan kembali handuk kekamar mandi



"Dasar kau ini..."



Ujar ariella geram membalik badannya sehingga dapat melihat bryan.



' untung sudah berpakain'  areilla membatin



"Lusa kau pergi bersama ku" ujar bryan tak menghiraukan tampang kesal ariella.



"Aku tidak mau ! " jawab ariella cepat.



"Aku memaksa jika kau tidak pergi bersama ku.kau akan ku pe...."



"Baiklah aku ikut dengan mu" potong ariella kesal.ia sudah menduga ini bakal terjadi ancaman 'kau akan ku pecat' .kalau saja ariella tidak ingin bekerja lagi pasti ia akan menolak bryan tapi ia sangat membutuhkan pekerjaan ini mau ditaruh dimana wajahnya nanti ketika menghadap ayah dan kakak laki-lakinya.



"Kau akan kemana?" tanya ariella saat melihat bryan berjalan kearah dapur.



"Kedapur kemana lagi dan ya memangnya kau tidak lihat aku sedang berjalan kedapur" jawab bryan menghentikan langkahnya.



"Aku juga tau kau akan kedapur" jawab ariella berkilah


__ADS_1


"Lalu?"



"Kau mau apa didapur.masak?,tidak ada bahan makanan kalau kau ingin tahu"


Kata ariella.benar persedian mie instan dan telurnya baru saja habis tadi pagi dan ia belum sempat untuk pergi belanja.



"Tadi sewaktu pulang aku membeli ini" ujar bryan membuka isi kulkas.



"Astaga" ujar ariella kaget karena kulkasnya penuh dengan bahan-bahan yang dibeli oleh bryan.



"Kenapa banyak sekali sayur yang kau beli" ujar ariella tak percaya.siapa yang akan menghabiskan sayur-sayur itu? ariella?.tidak ariella tidak menyukai sayuran.



"Kau harus banyak makan sayur lihat lah badanmu kurus sekali" jawab bryan sambil memegang lengan areilla.



"Aku tidak kurus ! " ujar ariella melepaskan tangan bryan yang nemegang lengannya



"Ya kau tidak kurus hanya saja tulang berjalan " bryan terkekeh geli,sedangkan ariella jangan ditanya ia kesal bukan kepalang pada bryan yang mengatakan nya tulang berjalan ingin sekali rasanya ariella memukul kepala bryan menggunakan sandalnya ,tapi ia tidak mau sandal kesayangan nya lecet gara-gara memukul bryan.



"Sekarang kau duduk saja disana biar aku yang memasak" ujar bryan membimbing areilla menuju meja makan yang memang kebetulan memang berada diarea dapur.




'Astaga kenapa dia sexy sekali.apa lagi kalau memasak menggunakan t-shirt hitam dan celana pendek senada seperti itu'



Batin ariella dengan masih memandang ciptaan tuhan yang dipahat sempuran dihadapan nya saat ini.



Seakan sadar dari apa yang sedang ia pikirkan ariella menggelengakn kepalanya.



'Tetap saja ariel dia itu menyebalkan'



Tingtong



"Biar aku saja" ujar ariella bangkit dari duduknya ketika bryan akan membukana pintu.bryan mengangguk.



"Sebentar" teriak ariella lalu berjalan menuju pintu.


__ADS_1


Klek



"Kamar 208 dengan nona ariella" ujar kurir pengantar barang



"Benar itu aku " jawab ariella ragu.



"Paket untuk anda nona,silahkan tandatangan disini"



Walau bingung Ariella tetap menerima paket yang entah siapa yang mengirimkan untuknya.



"Dimana pak"



"Disini"



Serelah tanda tangan ariella masuk kedalam apartemen dengan wajah bingung pasalnya isi paket itu sangat mengejutkannya.



"Sudah sampai paketnya" ujar bryan sambil meletakan perelatan makan diatas meja



"Paket ini dari kau" tanya ariella.



"Benar" jawab bryan santai.



"Ayo makan" sambung bryan.



Ariella meletakan paketnya dahulu kedalam kamar setelah sudah meletakan paketnya ia duduk disebelah bryan menikmati Masakan bryan.bravo masakkan bryan memang sangat enak dimulut.



"Makan sayurnya juga" ujar bryan



"Aku tidak suka sayur"



"Sedikit saja" ujar bryan meletakan sayur diatas nasi ariella.mau tak mau areilla memakan sayur dengan ekspresi ngeri-ngeri.bryan tersenyum seakan hal kecil pun yang ia lihat dari areilla membuatnya tersenyum



'Lucu'


__ADS_1


*****


__ADS_2