
MWMBS2#22
Setelah mengobati luka pada oriel dan oriel sudah tertidur sekarang giliran bryan mengobati luka istrinya.
Dengan hati-hati bryan mengobati luka dikening ariella. Ariella kembali menangis membuat bryan menghentikan gerakan mengobati luka pada istrinya.
“maaf sayang, sakit sekali hm?”
“kau tau tadi oriel tidak menangis saat ibunya meninggalkannya tadi pun saat ia terluka ia dia tidak menangis. Jadi aku mewakili dia menangis” ujar ariella membuat bryan menghela nafas, istrinya ini benar-benar sesuatu.
“jangan menangis lagi em” kata bryan menghapus air mata ariella
“kenapa ibu nya hikss.. meninggalkan anak sekecil itu ditengah keramaian, kenapa ibunya jahat sekali hiks”
“karna itu sekarang oriel menjadi anak kita” jawab bryan membawa ariella kedalam pelukannya
“benar boleh?”
“iya sayang” jawab bryan membuat ariella berhenti menangis.
“kalau begitu obati lagi lukaku” kata ariella menyuruh bryan mengobati luka dikeningnya
“ratu drama sekali” sahut bryan membuat ariella menyengir kuda
Setelah melihat ariella tertidur disamping oriel bryan menelpon pengacaranya untuk segera datang kerumahnya untuk mengurus berkas untuk oriel.
__ADS_1
.
Pagi ariella menjadi bertambah repot karena ia mengurus bryan dan tambah satu lagi oriel putranya.
Bryan mengantar ariella bersama oriel kebutik, setelah itu ia berangkat kekantor.
Dibutik banyak yang mengangumi oriel karena terlihat imut dimata mereka. Banyak yang bertanya kemana selama ini oriel dan dengan senyuman yang sangat cantik ariella menjawab selama ini oriel bersama neneknya. Tidak ada yang bertanya kenapa oriel lahir sebelum ariella menikah karena mereka tahu kalau diluar negri itu terjadi biasa saja. Bahkan ada artis luar negri yang sudah mempunyai 4 anak tapi belum juga menikah.
Butik ariella menjadi banyak mainan untuk oriel karena bryan baru saja mengirimkannya.
“suamimu tau sekali jika anak-anak mudah bosan mangkanya dia mengirim mainan untuk oriel” ujar anne sambil menoel wajah oriel
“aku iri sekali pada suami mbak ariel, jadi pengen cepat-cepat nikah” sahut rara yang langsung dijawab oleh carla
“selesaikan dulu kuliah baru mikir nikah”
Ariella hanya menggelengkan kepalanya.
Siangnya ariella tidak ikut yang lainnya untuk makan siang bersama ia dan oriel pergi kekantor bryan untuk makan siang bersama.
Sekretaris bryan yang mengetahui ariella datang langsung mengantarkan ariella pada bryan
“terima kasih”
“sama-sama buk”
__ADS_1
“makan bersama?” ujar ariella membuat bryan mengangkat kepalanya
“sayang? Kapan sampainya?”
“baru saja, ayo kita makan sudah waktunya makan siang”
“oke” bryan beranjak dari duduknya lalu menggendong oriel
“waktunya makan siang jagoan papa” ujar bryan membuat oriel tertawa
Semua pandangan menuju pada ariell, bryan dan juga oriel. Mereka tampak seperti keluarga bahagia, banyak yang bertanya-tanya anak siapa itu? Anak bryan dan ariella kah?
Sebelum bryan keluar dari gedung kantornya ia memperkenalkan anaknya pada pegawainya.
“kenalkan ini putra ku oriel, ayo jagaon say hallo pada semuanya”
“hai, im oriel”
“anak mama menggemaskan sekali” ujar ariella mencium gemas pipi putranya.
“papanya”
Ariella memutar bola matanya sekilas lalu mencium pipi suaminya hingga muncul teriakan cie..cie..
Bryan tidak peduli ia membawa istri dan anaknya keluar dari gedung kantornya dan makan siang diluar.
__ADS_1
Tbc...