Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#35


__ADS_3

"Sweety mommy masuk ya"ujar ariella namun tidak ada sahutan dari dalam kamar.ariella masuk kedalam kamar putrinya.


Ariella menggeleng pelan ketika melihat ariella masih tertidur,dengan posisi yang paling tidak etis menurut ariella,Aurora tertidur dengan tengkurap.


ariella lalu duduk disisi ranjang kemudian mengelus sayang rambut Aurora.


"Makan malam yuk.daddy udah ada dibawa baru pulang dari bandung.kamu ga kangen sama daddy?"ujar ariella lembut.


Tak ada jawaban dari Aurora membuat ariella dengan susah payah membalik badan putrinya.betapa terkejut nya ariella ketika melihat keadaan Aurora cairan merah kental itu mengalir dari hidung.


"VANILA...BRYAN"teriak ariella histeris sambil memeluk putrinya erat.


"BRYAN..hiks...hiks...."panggil ariella dengan isak tangis.ia cemas benar-benar cemas akan keadaan putrinya sekarang.


"Sayang ada apa denganmu kenapa kau berteri......"ucapan bryan menguap begitu saja di udara dan langsung menggendong Aurora membawa nya kerumah sakit.


Dirumah sakit Aurora segera ditangani oleh dokter.


"Bagaimana keadaan ariel?"tanya bryan cepat ketika Aurora telah ditangani oleh vanila.


"Dad,Aurora harus segera mendapat donor"jawab vanilla.


jawaban vanilla membuat bryan dan ariella bungkam hanya isak tangis ariella yang terdengar.


Vanilla tahu selama ini belum ada pendonor yang cocok untuk Aurora.namun ia selalu berusaha mencarikan pendonor untuk adik nya,vanilla juga tahu bahwa ayah nya tidak pernah diam saja ayahnya selalu mencari bahkan sampai keluar negri.


Lagian vanilla juga belum yakin kalo pun pendonor yang cocok itu ditemukan Aurora akan mau diopreasi.karena vanilla tahu betul jika adiknya itu tidak mau mengorbankan orang lain demi dirinya.


__


Setelah pak Suryo keluar dari kelas Oriel langsung berlari menuju kelas Aurora.laki-laki itu benar-benar cemas pasalnya pagi tadi ia hampir terlambat kesekolah karena menunggu Aurora diapartemennya.biasanya Aurora akan datang ke apartemennyadan membawakan nya sarapan namun hari ini Aurora sama sekali tidak datang itu la yang membuat Oriel sekarang berlari menuju kelas Aurora.


"Oriel"panggil Rere lembut membuat langkah Oriel terhenti.


"Ya re?"


"Kamu mau kemana?.buru-buru gitu"tanya Rere.


"Oh.aku mau ke kelas Aurora.suka bikin cemas dia"balas Oriel meninggalkan Rere tanpa melihat ekspresi Rere yang mulai kesal karena mendengar nama 'Aurora'.


"San.Aurora mana?"tanya Oriel pada sandra setelah sampai dikelas Aurora.


"ga masuk"jawab sandra singkat dan berlalu begitu saja meninggalkan Oriel.

__ADS_1


Oriel terduduk di kursi dimana sandra duduk tadi.


'Lo dimana sih? Jangan buat gue cemas napa? Salah mala gue udah cemas sekarang'batin Oriel menertawakan dirinya.


di toilet sandra sengaja meninggalkan Oriel sendirian karena ia tidak mau Oriel menanyainya dimana Aurora sekarang.mana bisa sandra berbohong pada Oriel,Oriel sangat mengenal dirinya dari pada dirinya sendiri.


Oriel mengecek tanggal di ponsel nya.mengamati lama-lama angka pada bulan juni.


'Aurora emang sering gitu.dua minggu sebulan dia dirumah eyang habis itu jalan-jalan'


Oriel mengingat perkataan sean hari dimana Aurora tidak masuk.


'Sekarang belum genap dua minggu.tapi Aurora ga sekolah.kemana gadis itu?"


Hari ini benar-benar beruk bagi Oriel,Aurora tiba-tiba hilang tanpa memberi kabar.


Berulang kali Oriel menelpon nomor Aurora namun nomor Aurora sama sekali tidak bisa dihubungi.mungkin sudah beratus-ratus pesan yang ia Kirim pada Aurora entah la mungkin sudah beribu jumlah nya.


Oriel membuka pintu apartemennya dengan tidak semangat.


Hal pertama yang ia lihat ketika pintu apartemen benar-benar terbuka adalah Aurora gadis manis nya yang sedang tertidur pulas diatas boneka.


Oriel marah.namun ia tidak ingin mengeluarkan amarahnya.


Oriel menghela napas lega lalu menghampiri Aurora yang tertidur pulas sambil memeluk boneka.


Mata Oriel tak sengaja menatap handiplast bergamabr jerapah dipergelangan tangan Aurora.karena rasa keinginan tahu Oriel besar ia mencoba melepaskan handiplast yang terpasang manis dipergelangan tangan Aurora.


"Lo udah pulang?"tanya Aurora bangun dari tidurnya membuat pergerakan Oriel terhenti di udara.


"Hm"jawab Oriel lalu berdiri dari jongkok nya.


"Lo dari mana aja hm"ujar Oriel lembut.


"Nemenin ka nilla di rumah sakit"jawab Aurora tersenyum cantik.


Oriel mengangguk paham ia tidak bertanya lagi.


"Oriel"panggil Aurora lebih tepatnya seperti rengean.


"Apa"


"Gue laper hihi"ujar Aurora menyengir membuat Oriel mau tak mau pergi ke dapur yang diikuti oleh Aurora.

__ADS_1


Oriel membuka kulkas nya dan isinya hanya ada ikan dua ekor.


Oriel mengambil ikan itu dan membersihkannya.


"Oriel"panggil Aurora ketika Oriel sedang serius membersihkan ikan.


"Hm"


"Tadi lo nyium gue ga?"tanya Aurora membuat gerakannya terhenti.


"Ga"jawab Oriel cepat.


"Kalo engga berarti gue mimpi dong ya.tapi kalo mimpi kok terasa nyata"guman Aurora lagi.


"lihatin gorengan bentar gue mau ke wc"pesan Oriel yang langsung disanggupi oleh Aurora.


"Ay aya Oriel sayang"ujarnya tersenyum senang.


Setelah Oriel pergi Aurora hanya melihat saja gorengan ikan tanpa melakukan apa-apa hingga warna ikan dan minyak didalam wajan menjadi hitam.


Oriel menatap Aurora horor ketika urusannya selesai,ia kaget karena ikan nya gosong.dengan gerakan cepat Oriel mematikan kompor.


"Lo.apa yang lo lakuin sama ikan gue"ujar Oriel geram.


"Ga ada tu"jawab Aurora menggelangkan kepalanya.


"Terus kenapa ikan nya gosong?"ujar Oriel gemas.


"tadi kan lo cuma nyuruh gue liatin doang"balas Aurora merasa bersalah.


"Ya tuhan.maksud gue ga gitu juga Aurora"


"Lagian lo juga sih yang salah"ujar Aurora mengangkat kepalanya.


"Kok gue yang salah?"ujar Oriel tak mengerti.


"Ya salah elo lah.lo liat tu kepala ikannya lo hadapin.kan mereka jadi nya ngobrol terus gosong deh"jawab Aurora sambil menunjuk ikan yang gosong didalam wajan.


"Huff"Oriel menghela napas pasrah lalu melangkah meninggalkan dapur.


"Oriel mau kemana?"teriak Aurora


"Cari makan.lo ikut ga"

__ADS_1


"Ikut.tungguin gue elah"ujar Aurora mengejar Oriel.


___


__ADS_2