Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#30


__ADS_3

"Hahahaa" gelak tawa nico pecah ketika Aurora menceritakan ketakutan Oriel pada momou harimau milik Aurora.


Sedangkan Oriel hanya diam menahan rasa kesal nya pada Aurora dan juga nico karena sudah menertawakan dirinya.


"Lo tau ga Aurora?" tanya nico pada Aurora setelah tawa nya sudah berhenti.


"Apaan"jawab Aurora antusias,Oriel menatap nico dengan tatapan akan menelan nico hidup-hidup.


"Ga jadi deh Aurora"ujar nico sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


"Ah elo kebiasaan suka buat orang penasaran"gerutu Aurora kesal.


"Ya maap Aurora"kata nico sambil cengengesan tapi tak dihiraukan oleh Aurora.


"Oriel pulang sekolah nanti ke kedai es krim kuy,gue denger ada menu baru disana"ajak Aurora pada Oriel.


"Pulang sekolah?"tanya Oriel seakan sedang berpikir sedangkan Aurora hanya mengangguk berharap Oriel mau menemani nya pergi ke kedai es krim karena ada menu baru.


"Oke,nanti gue temenin"kata Oriel membuat senyum Aurora terbit begitu lebar dan sontak langsung memeluk leher Oriel.


Siswa perempuan yang melihat Aurora dan Oriel saat ini merasa iri pada Aurora.


Couple goal


Untuk Aurora dan Oriel,menurut mereka Aurora dan Oriel sangat cocok.


"Ces balik ke kelas,bentar lagi bel"ajak sandra ketika sudah selesai mengobrol dengan sean.


"Kuy,gue ke kelas ya"pamit Aurora pada Oriel


"Co,yan gue balik ke kelas"ujar Aurora pada nico dan sean.


"Hati-hati ya Aurora cantik awas gak nabrak orang dijalan"teriak nico sambil tertawa namun tawa nico tidak bertahan lama karena Oriel sudah melototinya.

__ADS_1


"Sakit jiwa"sahut sandra tanpa melihat kearah nico.


___


Oriel keluar dari kelasnya setelah kelasnya sudah usai dan bersiap menemui Aurora dikelas gadis itu.


"Oriel"panggil Rere membuat langkah Oriel terhenti dan berbalik menghadap Rere


"ya re?"tanya Oriel langsung.


"Aku boleh minta tolong gak?"pinta Rere penuh harap


"Minta tolong apa?"


"kata bi ina ibu aku masuk rumah sakit,kamu bisa gak anterin aku kesana"jawab Rere pelan.


"Radit?"


Oriel berpikir sejenak sedetik selanjutnya ia mengangguk.


"Kamu tunggu di mobil,aku ada perlu sebentar"kata Oriel yang diangguki oleh Rere.


Tujuan Oriel saat ini adalah kelas Aurora.


"Eh ko elo kesini,gue baru mau ke kelas ya elo"kata Aurora ketika Oriel sudah ke kelasnya terlebih dahulu.


"Lo pulang bareng bang botak aja gue mau nganter rere kerumah sakit"


"Botak ikut bokap ke bandung,eh tapi gue bisa pulang bareng sean ato nico.lo duluan aja nganterin Rere ke rumah sakit"jawab Aurora tersenyum paksa.ia sedih karena Oriel bahkan tidak ingat jika Oriel sudah berjanji akan menemaninya ke kedai es krim.


"Gue nelpon nico bentar"kata Oriel namun dicegah oleh Aurora.


"biar gue aja,Rere pasti lagi nunggu lo sekarang"

__ADS_1


"Gue duluan kalau ada apa-apa telpon gue"pesan Oriel sebelum pergi.


Setelah Oriel hilang dibalik pintu Aurora melangkah gontai keluar dari kelas.Aurora bahkan tidak menelpon nico ataupun sean.


Aurora memutuskan untuk duduk di kursi panjang yang berada didepan kelasnya.


Entah betapa lama Aurora melamun namun ia tersadar karena sebuah bola basket mengenai kakinya.


"Bola gue"ujar seseorang membuat Aurora mengambil bola yang berada tepat di kaki nya dan memberikan pada laki-laki pemilik bola.


"Thanks,gue Aiden.lo?"ujar Aiden memperkenalkan diri.


"Sama-sama.gue Aurora"jawab Aurora menerima uluran tangan aiden.sama


Aurora mengenal nama aiden siapa yang tidak kenal Aiden badboy nusa bangsa yang membuat guru bk kualahan menghadapi Aiden.


"lo main basket sendirian?"tanya Aurora karena ia penasaran pasalnya dilapangan basket tidak ada orang.


"Iya,gue ga suka main rame-rame"jawab Aiden tersenyum Aurora ingin bertanya lagi namun ia tahan.karena Aurora merasa takut pada aiden,ya tepatnya oleh rumor tentang aiden yang ia dengar.


"Lo sendiri kenapa belum pulang?"tanya aiden balik


"Belum pengen aja"jawab Aurora menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.


"Mau main bareng?"tawar aiden mengangkat bola basketnya.


Aurora menggelengkan kepalanya cepat.


"Gue ga bisa main basket"


"Ayo.gue ajarin"ujar aiden menarik Aurora menuju lapangan.


Aurora hanya menurut saja.

__ADS_1


__ADS_2