
"Lo bisa ga usah cium-cium pipi gue semOrielngan"ujar Oriel geram sambil mengelap kasar pipinya dengan telapak tangannya.
"Gue ga rabies ko"jawab Aurora santai dan duduk disofa.
"Keluar"ujar Oriel dingin mengusir Aurora.
"Kalo gue ga mau"tantang Aurora menatap Oriel dengan berani.
"Gue seret"
"Yaudah seret gue sekarang kalau gitu"ujar Aurora merentangkan kedua tangannya
"Lo nantang gue" kata Oriel mendekati Aurora
"Engga tu"
"Keluar"ujar Oriel menyeret Aurora keluar
"Lepas ih.sakit" ucap Aurora memukul tangan Oriel.
"Gue kesini mau nawarin lo kerja sama" ujar Aurora mencoba bicara pada Oriel sebelum ia benar-benar diseret keluar.
"Ga butuh"jawab cepat
"Dengerin gue dulu elah"ucap Aurora namun tidak dihiraukan oleh Oriel.
"Gue mau lo jadi pacar gue selama dua bulan"sambung Aurora tidak menyerah.
__ADS_1
"Males"
"demi kebaikan lo dan gue sekalipun"teriak Aurora melepaskan paksa tanganya yang diseret oleh Oriel.
"Tuh kan tangan gue merah gini.ntar gue jawab apa kalo ditanya mommy"ujar Aurora memasang wajah memelas membuat Oriel membawa Aurora kembali ke sofa untuk mengobati tangan Aurora yang memerah karena ulahnya.
Oriel mengompres tangan Aurora dengan es batu yang dilapisi oleh handuk kecil.
"Maacihh ya Oriel.dengan begini mommy ga akan nanya-nanya deh"ucap Aurora tulus sambil tersenyum.
"Hm,jadi apa maksud lo dengan kebaikan lo dan gue?"tanya Oriel tanpa basa-basi.
"Pertama lo kan sering banget tu ditembak sama cewe-cewe sekolah.."
"Gue ga mati tu"potong Oriel membuat Aurora mengangkat tangannya untuk mencakar Oriel namun ia urungkan.
"Dengerin gue dulu jangan dipotong-potong omongan gue"ujar Aurora
"Ditembak dalam artian mereka mengungkap kan rasa ke elo ogeb.nah karena itu lo harus jadi cowo gue biar cewe-cewe ga ada yang nyatain cinta
Lagi ke elo"
"Kedua karena gue udah bilang sama bokap,lo itu pacar gue jadi dari sekarang lo akan selalu diikuti oleh orang-orang nya bokap kemana pun lo pergi"
"Ketiga biar cewe yang namanya Rere sadar kalo lo suka sama dia" ujar Aurora mengakhiri ucapannya.
Oriel terkejut ketika nama Rere disebut oleh Aurora dari mana Aurora mengetahui perasaan nya pada Rere,yang tahu ia menyukai Rere hanya dirinya sean dan juga nico.
__ADS_1
"Dari mana lo tahu Rere?"tanya Oriel menyuarakan rasa penasarannya.
"Ga penting gue tahu dari mana"
“keempat gue punya ini” ujar Aurora mengangkat foto anak kecil yang sedang menangis dan menampakan gigi-giginya yang ompong.
Baru terkejut dari mana Aurora mendapatkan foto kecil yang menurutnya adalah aib yang paling ia hindari.
Oriel tidak bertanya lagi karena akan percuma saja bertanya pada Aurora.
"Deal"ujar Aurora
Oriel nampak berpikir sejenak untuk menerima tawaran dari Aurora.tawaran Aurora menarik lagian ia bisa terhindar dari gadis-gadis yang setiap hari mengganggunya.
"Oke deal,tapi gue mau foto itu "putus Oriel menerima jabat tangan Aurora dan mecoba untuk bernegoisasi pada Aurora
"oh ga bisa,dalam dua bulan lo adalah pacar gue"jawab Aurora tersenyum penuh makna membuat Oriel menggeram kesal.
Dalam hati Aurora bersorak senang akhirnya rencana sandra berhasil juga,sebenarnya masalah Rere Aurora sama sekali tidak tahu ia tahu dari sandra dan rencana sandra berhasil sesuai dengan perkiraan.
Mengenai foto itu Aurora dapatkan dari sandra dari siapa lagi jika bukan dari sahabatnya itu.
Aurora sengaja menggunakan nama Rere agar rencana nya mendekati Oriel berhasil.
"Kalo gitu gue pulang.lo ga usah ngantarin gue karna gue kesini bareng botak"pamit Aurora percaya diri.
"Gue juga ga mau nganterin lo pulang"jawab Oriel
__ADS_1
"Nyebelin banget si lo"geram Aurora lalu berjalan pergi meningglkan apartemen Oriel namun sebelum itu Aurora lebih dulu mencium pipi Oriel
"AURORA"