
MWMBS2#18
Hiks...huuu...hikss...hiks...
Dengan amat terpaksa bryan membuka matanya karena samar-samar ia mendengar seseorang menangis. Ketika memeriksa kesampingnya istrinya sudah tidak ada disana. Ada satu kemungkinan, istrinya menangis lagi dikamar mandi.
Didalam kamar mandi ariella menumpahkan tangisnya, ariella sangat sedih karena sudah 7 bulan ia menikah tapi ia atak kunjung juga mengandung. Sebagai wanita yang sudah menikah pasti sangat ingin mengandung, awalnya ariella mengira jika menunggu beberapa bulan lagi pasti ia mengandung tapi sudah selama ini ia belum mengandung juga. Sedangkan diluar kamar mandi bryan tertuduk dengan bersender dipintu, ia juga ikut menangis. Ia menangis bukan karena ia sangat menginginkan anak, tapi ia menangis karena ia tidak bisa memeluk istrinya ketika istrinya menangis. Belum mempunyai anak tidak masalah baginya karena dulu sewaktu ibunya mengandungnya dua tahun setelah pernikahan. Mungkin saja belum sekarang tapi dimasa yang akan datang, selama ariella disampingnya itu semua tidak masalah. Tapi ia dan ariella berbeda istrinya tidak mau mengecewakannya.
Setelah puas menangis ariella berdiri dari atas closet dan membuang test pack ketempat sampah yang hasil nya negatif. Sudah banyak test pack ditempat sampah kamar mandinya yang hasil nya tetap sama. Selama menikah ariella selalu membeli test pack dan menggunakannya sebelum tidur. Jadi bayangkan saja sebanyak apa jika sudah 7 bulan ini.
Ketika mendengar suara air dihidupkan bryan langsung berdiri dari duduk nya dan menghapus air matanya lalu segera tidur dengan membelakangi ariella nantinya.
Ariella keluar dari kamar mandi lalu ia kembali tidur memeluk bryan suaminya dari belakang. Bryan yang belum tidur langsung berbalik memeluk istrinya. Begini la seharusnya jika istrinya menagis ia memeluk istrinya.
Pagi nya terjadi seperti biasanya, ariella yang bangun pagi membantu asisten rumah tangga memasak lalu menyiapkan pakaian kerja bryan.
Ariella memasangkan dasi pada bryan lalu mereka sarapan bersama.
Setelah itu mereka sama-sama berangkat kebutik dan kekantor.
__ADS_1
“dah sayang, hati-hati jangan mengebut” pesan ariella setelah mencium pipi suaminya.
“iya sayang” jawab bryan mencium kening istrinya
“aku pergi”
“bye!”
Setelah mobil bryan pergi ariella masuk kedalam butik yang langsung disambut hangat oleh yang lainnya.
“pagi semua”
“pagi riel” jawab carla dan anne serempak
“oh iya mbak, katanya dicafe depan ada menu baru. Cobain yuk”
“kenapa tidak” jawab ariella membuat semua nya senang.
Ariella memberekan pekerjaannya sebelum mereka ke pergi kecafe milik dito yang katanya ada menu baru.
__ADS_1
“udah selesai mbak?” tanya rara membuat ariella menyudahi pekerjaannya.
“sudah, kalian sudah?”
“sudah”
“bagus, ayo berangkat”
Disini lah mereka mencoba menu baru yang dibuat oleh dito.
“pak dito makin hari makin ganteng aja” ujar carla menggoda dito membuat dito tersenyum. Carla dan yang lainnya sudah mulai dekat dengan dito karena selama ini mereka selalu menyempatkan diri makan siang ditempat dito tanpa ariella atau pun ada ariella.
“terima kasih, tapi aku memang ganteng dari lahir”
“kepedean sekali” sahut anne membuat semuanya tertawa.
“baik-baiklah nikmati makan siang kalian. Aku kebelakang dulu”
“sip”
__ADS_1
Tbc...